"udahlah jadi anak kecil gak diinginkan lagi, adakah yang lebih sial dari ini?"
Ghea gadis berumur 20 tahun bertransmigrasi menjadi anak berumur 7 tahun, anak seorang Greenduke terhebat di seluruh kekaisaran, Ghea terlahir dari sebuah kesalahan satu...
makasih banget buat dukungan kalian semua ya! berkat kalian peringkat cerita ini naik perlahan, aku senang banget, dan bikin aku semangat juga.
semua karena kalian tanpa kalian cerita ini gak akan berkembang dan sampai di tahap ini, sekali lagi terima kasih banyak ya buat dukungan dan support dari kalian semua, peluk jauh sayang dari aku untuk kalian semua,😍😍
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
melarikan diri Ghea tidak melalui jalur umum, tapi ia melewati jalur hutan, tak ada rasa takut walau ia harus sendirian di dalam hutan, yang penting baginya adalah ia segera pergi dari tempat yang mengurung nya sebelum nya, ia sendiri tak tau kemana arah yang ia tuju saat ini, ia hanya memgikuti alur kaki nya melangkah saja, entah berapa lama ia berjalan ia pun tak tau karena belum terdapat jam tangan pada masa ini, tapi yang pasti ia sudah berjalan sangat lama sampai kaki nya terasa kebas rasa nya, saking lama nya perjalanan yang ia tempuh.
Niat nya ia ingin beristirahat sejenak tetapi urung saat samar samar ia melihat banyak kemerlap lampu di kejauhan, seperti bangunan besar dan megah yang di hias oleh banyak lampu, dengan itu ia berniat untuk mencapai tempat itu dan mencari celah untuk memyusup, mana tau ia bisa masuk kesana untuk beristirahat sejenak, walau ia belum tau pasti bagaimana keadaan di sana tapi setidak nya di sana lebih aman dari pada hutan tanpa penghuni seperti saat ini.
"Logikanya lebih baik melawan sesama manusia seberbahaya apa pun itu dari pada melawan hewan buas dan liar." gumam Ghea begitu ia sampai pada salah satu sisi tembok yang tampak memiliki celah seukuran diri nya, dengan itu Ghea berniat untuk menyusup masuk kedalam melalui celah itu.
Dengan usaha yang cukup menguras tenaga akhirnya Ghea berhasil menembus celah tembok, setelah masuk Ghea mengamati sekitar yang merupakan hamparan taman bunga mawar yang cukup luas dan sangat indah, terlihat juga di kejauhan bangunan luas , besar dan megah berdiri indah layak nya istana atau memang sebuah istana diri nya pun tak tau pasti.
Merasa semakin penasaran Ghea memutuskan untuk mengunjungi bangunan itu dan berniat untuk memasuki nya , mana tau ia mememukan tempat yang bagus untuk nya beristirahat, jujur dirinya sangat teramat lelah, rasanya ingin cepat menemukan kasur dan berbaring di sana.
awal nya ia pikir hanya bangunan luas tanpa penjagaan ternyata ia salah, hampir di setiap penjuru bangunan terdapat penjaga belum lagi penjaga yang berkeliling di sekitar bangunan untuk penjagaan ketat, membuat Ghea kesulitan untuk memasuki area dalam bangunan, tapi itu hanya sekedar sulit bukan tidak bisa, karena bagi Ghea tidak ada hal yang tak bisa di lakukan selagi ada usaha, seperti apa yang ia lakukan saat ini, tidak perlu di jelas kan karena hanya akan memperpanjang cerita, tapi yang pasti sekarang ia sudah berhasil memasuki salah satu ruangan, lebih tepat nya sebuah kamar yang tampak luas dan mewah, kiranya kamar siapa kah ini.
"Semua yang berada di sini serba bagus dan mewah, apa mungkin ini kamar milik seorang putri atau pangeran, bisa juga kamar raja atau ratu mungkin." monolog Ghea menilai sekitar penjuru kamar.
"Numpang rebahan sebentaran doank gak papa kali ya!!" monolog Ghea lagi, "Gak apalah , udah capek dan ngantuk banget aku, pengen cepat tidur rasa nya." ujar Ghea dan segera merebahkan dirinya nyaman di atas kasur mewah di ruangan tersebut, dan tak lama setelah nya ia sudah terlelap dalam tidur nya , akibat lelah yang tak bisa lagi di toleransi oleh tubuh nya.
baru sekitar dua jam Ghea terlelap, tapi harus kembali sadar, ketika seseorang, terlihat seperti seorang Remaja pria dengan penampilan yang bisa di kata kan serba wah atau mewah, entah siapa itu membangunkan kasar diri nya, tak lupa dengan ekpresi wajah nya yang terlihat marah mungkin kesal karena ada orang asing yang menyelinap ke dalam kamar milik nya.
"Bangun!! hei .... bangun! siapa kau?! hingga seberani ini memasuki area pribadi ku bahkan tidur di kasur ku!" seru pemuda itu marah, kentara sekali ketidak sukaan nya, sementara Ghea sendiri masih mengerjap linglung karena baru saja terbangun, sehingga dirinya lambat merespon keadaan,
"A..apa?!" tanya nya masih lola, diri nya lupa kalau beberapa saat lalu telah menyusup masuk kekamar orang lain yang tak di kenal.
"Masih kau tanya apa? tidak kah kau sadar dan ingat kau telah menyusup di area pribadi ku, dan yang seharus nya bertanya itu aku bukan kau, siapa kau? kenapa kau memasuki kamar ku dan dengan lancang nya kau juga tidur di kasur ku." beber pemuda itu marah, sementara Ghea yang mendengar ucapan nya akhirnya sadar bahwa yang salah disini memang diri nya, seharus nya ia tidak ceroboh tadi , terlelap terlalu lama membuat nya berakhir ketahuan si pemilik kamar.
"Ah... itu itu aku---" bingung Ghea ingin beralasan apa, karena terlalu mendadak jadi ia tak memiliki kesempatan untuk berfikir dan menemukan alasan yang tepat. "Ehem ... sebenar nya, tadi nya aku tersesat setelah kabur dari kejaran penculik, di tengah pelarian ku tak sengaja aku melihat bangunan ini atau rumah mu ini, karena lelah aku memutus kan untuk bersembunyi sekaligus beristirahat sebentar, dan aku mememukan ruangan ini yang ternyata adalah kamar mu, niat nya hanya sebentar setelah nya aku berniat langsung pergi, tapi aku lengah dan betakhir tertangkap oleh mu." jelas Ghea panjang lebar. pencukik yang di maksud nya disini adalah Ziander sekeluarga itu.
pemuda itu menatap Ghea memicing untuk menilai kebenaran dari ucapan nya. "Kata kan benar apa yang kau ucap kan, lalu bagaimana cara nya kau masuk, di saat penjagaan di luar begitu ketat, tidak kah kau bertemu atau tertangkap oleh salah satu dari penjaga di luar?." ia tidak merasa harus waspada pada keberadaan Ghea dirinya hanya heran dan penasaran, bagaimana caranya Gadis kecil di hadapan nya ini lolos dari pandangan para peajurit penjaga milik nya tanpa tertangkap.
"Entah lah, karena keberuntungan ku mungkin." jawab Ghea asal, malas menjelaskan panjang lebar.
"Ok, lalu dari mana asal mu, kenapa gadis sekecil dirimu berkeliaran sembarangan, kemana orang tua mu?" tanya pemuda itu lagi lebih detail.
Ghea hendak marah dikatakan gadis kecil oleh pemuda itu, urung setelah sadar bahwa ia memang berada ditubuh anak kecil saat ini hanya jiwa nya yang dewasa, memang terkadang ia selalu lupa dengan keadaan nya yang unik ini.
"Aku berasal dari tempat yang jauh." jauh yang Ghea maksud adalah dunia nya yang dulu. "Aku tak punya siapa pun disini, hanya mengandalkan diri ku sendiri, dan aku tak punya orang tua." Ghea tak mau mengakui Ziander sebagai ayah nya, untuk orang tua aslinya mereka tak masuk hitungan karena beda dunia dengan diri nya.
"Lalu apa saja yang kau laku kan selama ini, seperti tempat tinggal dimana kau tinggal sebelum nya?"
"Aku tidak punya tempat tinggal, aku hanya merantau seperti pengembara selama ini." jelas Ghea tentu nya hanya kebohongan.
"Anak sekecil diri mu, merantau?" heran pemuda itu hampir tak percaya.
"Ya memang kenyataan nya, maka dari itu beri aku tempat tinggal, aku yakin dari sekian banyak nya ruangan di rumah megah mu ini, ada satu yang kosong, bisa lah kau berikan satu untuk ku, hanya untuk sementara kok tidak untuk selama nya." ujar Ghea mengutarakan keinginan nya.
7 April 2025
buat kalian semua yang udah baca dan kasi vote buat cerita ini, makasih banget ya kalian baik banget.
maaf jika banyak typo ya , maaf aku masih amatiran jadi ngetik nya masih sering typo.
dan maaf jika cerita nya gak sesuai dengan ekpetasi kalian ya.