"Kau yakin nona? Memang nya aku pantas kah bersanding dengan tuan Ziander?"
"Yakin sekali dan kenapa tidak kau cantik madam dan kecantikan mu itu istimewa, kau lebih dari pantas untuk bersanding dengan ayah ku, percaya diri lah kau tak kalah dengan para nona muda lain nya di kekaisaran ini." puji Ghea kala itu saat madam Merry memastikan kelayakan nya.
Dan karena hal itu pula lah yang membuat madam Merry saat ini berada di depan ruang kerja Ziander untuk mencoba memulai kedekatan di antara dirinya dan Ziander, seperti yang dikatakan oleh Ghea pada nya bahwa dirinya pantas untuk bersanding dengan Ziander dan dia akan mengusahakan itu.
Dengan membawa makan siang yang ia masak sendiri sebelumnya sebagai usaha nya untuk memulai pendekatan.
"Aku ingin bertemu dengan Grand Duke Ziander apakah beliau ada di ruangan nya?" tanya madam Merry pada penjaga yang berjaga di depan ruang kerja Ziander.
"Tunggu sebentar akan saya sampaikan kedatangan anda madam." ucap prajurit itu sebelum memasuki ruangan untuk menyampaikan kedatangan madam Merry.
"Anda di persilahkan masuk madam." ucap penjaga itu menyampaikan persetujuan tuannya untuk bertemu dengan nya.
"Baiklah."
...
...
...
"Ada keperluan apa kau ingin bertemu dengan ku? Apa anak itu membuat kenakalan pada mu?" tanya Ziander langsung pada madam Merry tentang tujuan nya datang menemui nya.
"Ah...tidak... tidak nona Ghea gadis kecil yang baik, sopan dan cantik serta menggemaskan, dia tidak sama sekali melakukan kesalahan." bela madam Merry pada Ghea seseorang yang menjadi Mak comblang antara dirinya dan Ziander.
'Bagaimana Mungkin aku akan mengungkapkan kekurangan putri nya sedangkan aku ingin mendekati ayah nya, yang benar saja, cari mati itu namanya.' Batin madam Merry, lain di hati lain di ucapan.
Menyelipkan anak rambut nya kebelakang telinga yang sebenarnya tidak menggangu karena rambutnya tersanggul rapi madam Merry berdiri gugup di hadapan Ziander, Bingung harus memulai dari mana pendekatan yang ingin ia lakukan.
"Lalu? Hal apa yang membuat mu datang menemui ku?" tanya Ziander datar raut wajahnya menunjukkan ketidak suka an secara kentara, membuat madam Merry semakin menciut. genggaman nya pada bingkisan di tangan nya mengerat.
'Tenang Merry, bukan kah nona Ghea mengatakan bahwa tuan Ziander sebenarnya baik, hanya di permukaan ia terlihat tampak menyeramkan.' Batin madam Merry mencoba menyemangati diri nya sendiri.
"A..akku membawakan anda makan siang , be..bersedia kah a...anda mencicipi nya tuan?" ucap madam Merry gugup.
"Tidak, katakan saja tujuan mu datang kesini." tolak Ziander langsung sama sekali tidak berminat atas tawaran madam Merry. Membuat madam Merry mendesah kecewa. Apakah dirinya tertolak sebelum memulai. Sungguh menyedihkan.
"Ah...itu, 'bagaimana ini apa aku katakan yang sebenarnya saja ya.' ehem begini tuan, saya datang kesini atas saran dari nona Ghea." ujar madam Merry memutuskan untuk berterus terang.
Mengernyit Ziander menatap madam Merry tidak paham.
"Saran?"
"Iya, nona mengatakan bahwa anda telah lama kesepian semenjak kepergian nyonya Duchhes, tidak ada yang mengurus anda dengan benar, anak anak anda juga telah dewasa semua hingga anda terlihat kesepian dan karena hal itu nona Ghea merasa kasian pada anda dan memutuskan untuk mencari kan anda pendamping baru, untuk menemani masa tua anda." ujar madam Merry jeda sejenak ragu untuk meneruskan maksudnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ghea
Fiksi Remaja"udahlah jadi anak kecil gak diinginkan lagi, adakah yang lebih sial dari ini?" Ghea gadis berumur 20 tahun bertransmigrasi menjadi anak berumur 7 tahun, anak seorang Greenduke terhebat di seluruh kekaisaran, Ghea terlahir dari sebuah kesalahan satu...
