"Bagaimana? ya tinggal keluar apa susah nya coba." jawab Ghea santai.
"Ya kau benar, tapi bagaimana cara nya kau keluar dari sana?" tuntut Xender lebih jelas.
"Rahasia donk, kalo pengen tau banget bayar dulu sini, karena gak ada yang gratis di dunia ini, kecuali bernafas." jawab Ghea kalem dengan senyum mengejek pada Xender.
"Kau, bahasa apa yang kau gunakan itu, rada aneh , dan untuk apa anak sekecil diri mu uang?" tanya Xender pada permintaan Ghea.
"Ya untuk di gunakan lah, emang nya untuk apa lagi? kau pikir aku selama ini beli makan untuk menghidupi diri ku sendiri pakai apa kalo bukan pakai uang, mengingat ayah bajingan mu itu secara 1000% telah lepas tangan atas diri ku." kecam Ghea pedas akan pertanyaan Xender, apa maksud nya coba bersikap pura pura tidak tau akan apa yang terjadi.
"Oho .. kau mencoba memeras ku ya?" ejek Xender pada keinginan Ghea.
"Tidak tu, kan aku kata kan tadi, jika kau ingin tau banget, jika tidak ya sudah bukan hal yang penting ini, lagian tanpa uang mu dan keluaraga mu pun aku masih bisa hidup hingga sekarang, jadi berhenti lah meninggikan diri mu." jelas Ghea memperjelas.
"Kau memang kurang ajar, tidak beretika, dan tak punya sopan santun." hina Xender pada sikap Ghea pada nya.
"Oh ya jelas aku seperti yang kau ucapa kan, aku sadari itu, ya karena memang aku tidak terdidik sedari kecil, karena secara jelas aku hidup sendiri tanpa orang tua, jadi tak sepantas nya kau menilai diri ku, karena kau yang terdidik sedari kecil pun berprilaku layak nya bajingan, oops salah bukan hanya kau tapi seluruh keluarga mu." balas Ghea lebih pedas, enak saja dia pikir diri nya sempurna apa hingga bisa seenak nya menilai diri ku.
"Kau, kemari kau akan aku beri kau pelajaran." geram Xender akan sikap Ghea yang selalu menjawab ucapan nya.
"Ingin menangkap ku, coba saja jika bisa, tapi ingat jangan gunakan para prajurit mu itu, jika kau benar benar mampu, tangkap aku dengan usaha mu sendiri, jika tidak maka akui lah jika kau adalah pecundang sejati, hitungan ketiga kau boleh kejar aku 1...2 ...3 go." seru Ghea dan berlari kencang meninggal kan Xender yang masih terdiam menyimak perkataan nya.
"Maksud nya aku harus menangkap nya sendiri kah? sangat merepotkan, tapi harga diri ku di pertaruhkan disini jika aku gagal, awas saja kau bocah, jika tertangkap akan aku beri kau pelajaran yang tak kan terlupakan oleh mu." geram Xender dan segera bergerak untuk mencari keberadaan Ghea yang sudah tak tampak lagi oleh penglihatan nya, entah kemana pergi nya bocah itu.
___________
Sementara Ghea sendiri setelah kabur dari pandangan Xender disini lah ia berada sekarang, di lokasi di mana ia membuang bungkusan milik nya, rencana nya ia akan mengubur sementara bungkusan itu agar aman dan tak di temukan oleh orang lain.
"Beres, sekarang sudah aman, akan aku ambil saat aku meninggalkan tempat ini kelak." ujar Ghea dan bergegas pergi meninggalkan lokasi.
"Kemana aku akan pergi sekarang ya, agar tidak tertangkap oleh si bajingan Xender." monolog Ghea berpikir akan kemana diri nya bersembunyi.
"Aha ... tak kan ada musuh yang menyangka jika lawan nya akan menjadikan sarang nya sebagai tempat persembunyian, lets go kita cari kamar Xender dan bersembunyi disana." riang Ghea akan rencana nya, dan bergegas mencari keberadaan kamar Xender untuk ia jadikan tempat persembunyian.
setelah lima belas menit keliling akhirnya ia berhasil menemukan kamar Xender, bagaimana ia yakin bahwa yang ia temukan adalah kamar xender, mudah saja ada tulisan yang terpampang di pintu kamar nya yang menyatakan itu adalah milik xender, jadi mudah bagi nya untuk mememukan kamar Xender.
memasuki ruangan melalui pintu adalah cara terbodoh karena ada penjaga yang berjaga di depan pintu kamar, jadi jalan teraman adalah melalui jendela, dan itu masih harus dengan usaha ekstra mengingat kamar Xender berada di lantai 4 tidak jauh dari kamar yang ia masuki waktu lalu, tapi demi persembunyian aman akan ia lakukan.
setelah berhasil memasuki kamar Xender hal pertama yang Ghea lakukan adalah meneliti ruangan barang kali ada tempat persembunyian yang aman. "Biasanya jika di film film akan ada ruang rahasia di salah satu sudut ruangan, coba ku cari mana tau di sini juga ada."
Meneliti dengan detail setiap sudut ruangan akhirnya Ghea menemukan apa yang ia cari, sebuah ruangan di balik rak buku, sepertinya ini tempat menyendiri si Xender, terlihat dalam ruangan yang tak banyak berisi barang, hanya beberapa buku serta dokumen mungkin penting, makanan kering dan beberapa minuman yang sengaja di simpan, mungkin hanya simpanan saat di butuhkan saja.
"Ada juga kasur mini di sini, sabi lah buat istirahat, kebetulan aku belum ada rehat sejak sampai disini, nyaman nya" seru Ghea senang akhirnya ia bisa merebahkan diri nya setelah perjalanan jauh, dan tak lama setelah nya Ghea benar benar tertidur lelap akibat kelelahan.
________
Sementara di sisi lain Xender masih berusaha menemukan keberadaan Ghea yang lenyap bak di telan bumi, bertanya pada setiap prajurit dan pelayan, tak satu pun dari mereka yang melihat keberadaan Ghea, membuat nya berfikir apakah Ghea kabur dan melarikan diri lagi.
merasa pemikiran nya mungkin saja terjadi gegas ia putar arah untuk menemui ayah nya di ruang kerja nya dan memberitahu kan apa yang terjadi.
"Apa..? bagaimana bisa ia kabur lagi? sudah kau cari di setiap tempat?" tanya Ziander memastikan, setelah mendengar penjelasan Xender.
"Siapa yang kabur ayah?" sahut Toris yang baru saja tiba bersama Dikra.
"Iya apa lagi itu, baru saja gudang penyimpanan terbakar dan sekarang ada lagi masalah." rungut Dikra risih, satu harian ini kenapa malah banyak masalah yang tiba tiba muncul.
"Itu Xender bilang bocah itu berkemungkinan kabur lagi karena tak di temukan di mana pun di rumah ini." jelas Ziander pada kedua putra nya.
"Secepat itu, baru juga kita temukan, sudah menghilang lagi." sahut Dikra makin kesal.
"belum saja aku buat perhitungan pada nya sudah kabur saja dia nya." seru Toris juga tidak terima.
"Memang benar lincah, baru tertangkap sudah lepas lagi, salah kita yang terlalu lengah seperti nya?" ujar Dikra lagi.
"Jadi bagaimana?" tanya Xender.
"Suruh prajurit geledah setiap tempat jika tidak ketemu juga baru kita panggil Yesaza untuk menemukan nya." suruh Ziander akhirnya.
"Dan bagaimana masalah gudang yang tiba tiba terbaka? aku yakin sekali kalo itu adalah ulah nya." tanya Dikra atas pemikiran nya mengenai gudang yang terbakar.
"Bisa jadi, karena hanya dia yang di dalam sana sebelum kebakaran, dan aneh nya ia malah bisa bebas dengan mudah tanpa lecet pula." ujar Xender.
"Maksud mu?" tanya Ziander lebih jelas.
Dan mulai lah Xender menjelaskan apa yang terjadi antara diri nya dan Ghea sebelum Ghea menghilang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ghea
Fiksi Remaja"udahlah jadi anak kecil gak diinginkan lagi, adakah yang lebih sial dari ini?" Ghea gadis berumur 20 tahun bertransmigrasi menjadi anak berumur 7 tahun, anak seorang Greenduke terhebat di seluruh kekaisaran, Ghea terlahir dari sebuah kesalahan satu...
