Dua puluh satu

2.9K 148 25
                                        

"lepas kan aku, kalian gila ha?! Aku sudah katakan beribu kali, kalo aku tak Sudi ikut bersama kalian." pekik Ghea emosi, untuk kesekian kalinya dirinya kembali diseret pulang oleh Ziander beserta ketiga putra bajingan nya itu.

Mau seberusaha apa pun ia untuk membebas kan diri , terasa mustahil jika lawannya adalah mereka yang punya kuasa.

Yang lebih buruk nya, kini, semua orang telah tau kalau ia adalah putri seorang Ziander, Greenduke  kekaisaran timur yang terkenal hebat, serta kejam.

Untuk sebagian orang mungkin senang atau bangga tapi tidak bagi Ghea yang merasa status nya itu merupakan bencana.

Karena mulai saat ini hidupnya yang sudah banyak masalah itu akan semakin rumit, ancaman dari para musuh Ziander yang menargetkan nyawanya, gunjingan dari para bangsawan, hinaan akan status nya sebagai anak haram, kekangan yang mengharuskan ia bersikap layaknya seorang bangsawan, belajar tata krama serta lain nya yang tak ia sukai. Akan menjadi daftar baru penderita an nya mulai saat ini.

"Sekarang aku tau dari mana semua uang serta barang berharga mu itu kau dapat kan! Dengan status yang kau sebut sebagai rakyat jelata itu. Ternyata faktanya kau adalah putri seorang Ziander." ucap Agra kala itu saat ia mengetahui kenyataan tentang siapa dirinya yang sebenarnya. Dan hal itu membuat Ghea kesal karena kebohongan yang telah ia rancang dengan baik akhirnya terungkap.

"Bukan hal yang patut dibanggakan, malah sebaliknya aku membenci kenyataan ini." tekan Ghea saat itu dengan raut wajah datar nya.

Kembali saat ini, Ghea menatap benci pada empat orang di hadapannya, yang kini menatapnya seperti seorang tahanan.

"Apa? Jangan tatap aku seperti itu, puas kalian melakukan semua ini pada ku." seru Ghea emosi.

"Mengapa kau selalu marah marah dan kabur kaburan, kami kan hanya membawa mu pulang kerumah, kami rasa tidak ada yang salah akan itu." sahut Xender acuh.

"Kata siapa? Ini bencana buat aku! karena kenyataan ini sama sekali tidak aku harapkan. Aku benci status ku ini, aku benci kenyataan kalau aku adalah bagian dari kalian." papar Ghea terus terang, meluapkan isi hatinya.

Mereka semua menanggapi acuh  penolakan yang Ghea utarakan, walau cukup menyentil harga diri mereka, mendengar lontaran pedas yang Ghea tujukan pada mereka.

"Mau seberapa keras pun kau menyangkal nya, tak akan bisa merubah kenyataan." sahut Toris sinis.

"Brensek, kalian semua brensek, ok ini semua keinginan kalian, jangan salah kan aku jika aku mengacaukan hidup kalian mulai saat ini." cerca Ghea menatap mereka semua penuh dendam.

"Silahkan, aku ingin lihat hal menarik apa yang bisa anak kecil seperti mu lakukan." ujar Toris menantang, menatap Ghea dengan tatapan remeh. Membuat Ghea yang di tantang semakin merasakan kobaran emosi serta dendam yang memuncak pada dirinya.

Sementara Ziander hanya bergeming melihat perdebatan mereka, sedangkan dikra sedari tadi hanya menatap lurus pada Ghea tanpa bereaksi apapun.

"Kau meremehkan ku he, jangan menyesal kalian nanti ya! yang berakhir menggunakan kuasa kalian untuk melumpuhkan ku nanti nya, banci kalian jika sampai hal itu benar terjadi." cemooh Ghea sinis pada mereka.

"Tidak akan, lakukan sesukamu, kita lihat siapa yang bisa bertahan hingga akhir."

"Ok, let's play to game, bastrad."

Seringai Ghea licik penuh rencana.

___________

Baru setengah jam yang lalu ancaman itu Ghea utarakan, dan lihat sekarang kekacauan telah terjadi akibat ulah Ghea yang melepaskan semua kuda-kuda perang milik Ziander, yang berjumlah ribuan ekor, mengakibatkan kekacauan terjadi dimana mana, karena kuda-kuda itu menjadi liar setelah dilepas kan, sehingga mereka memencar ke segala arah, membuat para prajurit kualahan untuk menangkap mereka kembali.

"Terlalu meremehkan seseorang itu tidak baik, rasakan itu, hadiah pembukaan dari ku." ujar Ghea smirk , memainkan kedua telapak tangannya saling menepuk, dengan  pongah menatap pada kekacauan yang baru saja ia perbuat.

Bersikap seolah apa yang baru saja ia perbuat bukan lah suatu yang salah.

_________

Berbanding terbalik dengan sikap tenang Ghea, kediaman Ziander tengah heboh dan geger karena tiba-tiba saja ada banyak kuda yang lepas hingga merusak taman serta properti kediaman Ziander, kekacauan terjadi dimana-mana,
Semua prajurit sibuk dan kualahan menjinakkan kuda kuda itu yang terlanjur lepas dan memporak-porandakan keadaan sekitar, bahkan ada sebagian dari kuda kuda itu yang nyasar hingga kepemukiman warga , hutan dan tempat tempat sekitar. Semua orang mendadak sibuk hari itu, karena kekacauan yang telah Ghea perbuat. Terlalu berlebihan memang tapi itu wujud dari kekesalan serta pemberontakan yang Ghea tunjukkan untuk mereka yang bersikeras ingin mengekang, serta menantang nya.

"Lihat hanya dalam kurun waktu kurang dari sejam, gadis nakal itu telah berhasil membuat kekacauan sebesar ini." komentar Dikra pada kekacauan yang terjadi.

"Dia benar-benar membuktikan ancamannya." sahut Xender.

"Begitu lah, jika terlanjur liar dan tak terdidik sedari awal." Komentar Toris mencemooh.

"Carikan guru etika terbaik di seluruh kekaisaran, mulai sekarang dia harus di ajarkan bagaimana cara nya bersikap." sahut Ziander datar, sependapat dengan perkataan Toris, mungkin karena tak pernah di didik makanya Ghea menjadi anak yang sangat nakal dan tak memiliki sopan santun serta kasar, pikirannya.

"Aku yakin itu tak akan mudah ayah." sahut Xender, menurutnya akan lebih banyak lagi kekacauan yang akan Ghea perbuat setelah ini.

"Hem ,, kau benar. Tapi tak ada salahnya mencoba, akan lebih parah lagi dia jika tak segera di tangani."

__________

"BELAJAR ETIKA?!!"

"BIG NO, GUE GAK MAU." seru Ghea keras begitu mendengar kabar keramat itu dari Toris si bajingan, seseorang yang ia anggap sebagai musuh abadi nya di sini.

"Gak ada jalan buat nolak, mau gak mau kau tetap harus setuju. Maka nya jangan bersikap terlalu liar, susah sendiri kan jadi nya." ejek Toris pada penderita Ghea, sementara Ghea sendiri mendelik kesal penuh permusuhan pada nya.

"Aku tau pasti , ini semua pasti karena kau kan." tuding Ghea langsung tepat sasaran, nyatanya karena cemoohan Toris sebelumnya lah yang membuat Ziander kepikiran untuk mencari kan Ghea guru etika.

"Kalau iya kau mau apa dan kalau tidak kau mau apa?!" tantang Toris pongah pada Ghea.

"Kau menantang ku ternyata, tunggu giliran mu ya! Harus antri dulu, walaupun kau sebegitu tidak sabaran nya." smirk Ghea licik, otak nya telah merangkai berbagai rencana pembalasan dendam yang ekstrim.

"Aku tak takut tu, dan jangan coba mengusik ku jika tak ingin berakhir buruk." ancam Toris pada Ghea.

" Aughht .... Takut." ejek Ghea pada ancaman yang Toris lontar kan.

Gak tau part kali ini nyambung atau enggak, lagi buntu banget ide aku nya, gak tau mau ngetik apa hehe, maklumi ya

Maaf ya kalo gak sesuai dengan ekspektasi kalian.

Buat yang ada saran untuk lanjutan cerita ini , coba deh kalian komen mana tau bisa menginspirasi aku hehe

Makasih buat kalian semua yang udah baca dan vote cerita ini ya.

Bay bay ....👋

Rabu, 17 mai 2024.



GheaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang