Dua puluh dua

2.7K 133 8
                                        

Menatap sekitaran dengan awas, jaga jaga siapa tau akan ada orang yang melihat aksinya kali ini. Tau apa yang tengah Ghea lakukan? Jangan beritahu pada siapa pun ya! saat ini Ghea tengah berusaha menyelinap memasuki kamar salah satu musuh nya, ralat musuh abadi nya lebih tepatnya, Toris,  untuk merealisasikan rencana balas dendam nya yang selanjutnya.

Karena sudah ditantang pantang bagi Ghea untuk mundur apalagi menyerah.

Cukup sulit memang tapi bukan mustahil untuk Ghea lakukan, setelah berusaha cukup lama, Ghea akhirnya berhasil memasuki kamar milik Toris, jangan tanya kan bagaimana caranya karena itu akan menjadi cerita yang amaaattttt panjang, dan ia malas untuk menceritakan nya.

Langsung ke intinya ok, setelah berhasil masuk hal pertama yang Ghea lakukan adalah menuju lemari pakaian milik Toris, membuka nya segera untuk memulai aksinya. Deretan baju baju mewah menyambut nya membuat Ghea semakin semangat untuk segera merealisasikan rencana nya. Setelah nya ia mengeluarkan gunting yang sedari awal ia selipkan di sela pakaian nya, menatap menyeringai gunting di tangan nya bergantian dengan tumpukan pakaian di hadapannya.

"Woah sebegitu banyak nya ternyata, harusnya aku mulai dari mana ya?!" gumam Ghea sedikit bingung bercampur rasa tidak sabaran.

Tatapan Ghea jatuh pada tumpukan pakaian dalam pria yang tersusun rapi. "Aha ini dia, bagian terpenting yang harus di musnahkan lebih dulu." ucapnya semangat, meraih tumpukan pakaian itu dan segera saja tanpa rasa takut sedikitpun Ghea menggunting semua pakaian itu hingga tak berbentuk, tak hanya itu keseluruhan pakaian yang berada di lemari itu juga tak luput dari keganasan Ghea.

"Rasakan, makanya jangan menantang ku, karena hanya akhir yang buruk yang akan kau dapatkan, seperti saat ini." ucap Ghea seraya  menatap puas pada tumpukan kekacauan yang baru saja selesai ia perbuat. Di benak nya membayangkan bagaimana nantinya Toris yang akan mengamuk karena semua pakaiannya telah Ghea gunting gunting tanpa sisa.

"Jadi Tarzan, jadi Tarzan dah lu tanpa baju." Kelakar Ghea ngakak sendiri. "Jadi tuyul bogel juga Sabi lah, cocok juga mungkin. Hahaha."

"Terakhir, musnahkan juga satu satunya pakai yang mungkin saja bisa menyelamatkan si Toris dari tragedi naas ini." monolog Ghea dan segera berlalu untuk mencari keberadaan Toris si musuh abadi.

______

Ghea berjalan santai sambil menenteng seember lumpur ralat lumpur dan campuran kotoran kuda lebih tepatnya. di tangan kanannya. Mata nya fokus mengamati sekitar, mencari keberadaan seseorang.

Tau kan apa yang akan Ghea lakukan, sudah tertebak pasti oleh kalian.

Gotcha kalau memang rezeki tak akan kemana, di sana di depan sana seseorang yang tengah ia cari cari tengah berjalan menuju kearahnya berada, entah kebetulan atau apa tapi ini merupakan keberuntungan bagi nya, tak perlu berusaha keras karena target datang sendiri pada nya.

Merileks kan penampilannya bersikap secara alami, saat berhadapan mereka sempat saling menatap sinis serta dendam, tepat saat jalan mereka bersisian. Saat itu juga dengan gaya seolah tersandung sesuatu Ghea menumpahkan dengan sengaja ember berisi tai kuda di tangan nya pada Toris.

Tumpahan itu menyirami hampir keseluruhan tubuh Toris, bahkan rambutnya pun tak luput dari imbas nya, dalam hati Ghea bersorak bahagia karena rencananya berhasil sempurna. Sedangkan Toris yang mendapatkan serangan mendadak itu terdiam mematung seolah masih memproses keadaan detik berikutnya seruan heboh Toris menggema di sekitar, hingga membuat semua perhatian orang sekitar tertuju padanya. Menjadikan dirinya pusat perhatian.

"APA YANG KAU LAKUKAN, BOCAH NAKAL??" pekik Toris marah.

Dengan gaya santai nya Ghea menjawab, tanpa rasa takut apalagi bersalah. "Apa?  aku hanya tidak sengaja, kaki ku tersandung sesuatu dan tidak sengaja menumpahkan itu ke tubuh mu." jawab Ghea santai, mengabaikan tatapan amarah Toris pada nya, ia tidak takut ok.

"KAU SENGAJA! AKU TAU KAU SENGAJA, KAU MELAKUKAN INI UNTUK BALAS DENDAM KAN." seru Toris berang ia marah sekaligus malu, ini penghinaan baginya sungguh menjatuhkan harga dirinya.

'Nah tu kau tau, kenapa masih tanya aing'

"Gak tu jangan fitnah ya, emang ada buktinya kalo aku sengaja, jelas jelas aku tersandung dan tak sengaja melakukannya, tanyakan saja pada prajurit yang sejak tadi membuntuti mu." kilah Ghea lancar, dengan raut wajah meyakinkan, sungguh ekting yang sempurna. Membuat orang orang di sekitar mereka percaya dengan apa yang ia ucapkan.

"Jangan berkilah, logika nya untuk apa kau membawa ember berisi kotoran kuda di sore hari begini kalau bukan karena kau berencana untuk menindas ku." tuding Toris pada Ghea.

"Lebih dari itu, dari pada kau berdebat aku sengaja atau tidak nya dalam hal ini , bukan kah lebih baik segera kau bersihkan tubuh mu yang penuh dengan kotoran kuda itu." cibir Ghea sinis menatap jijik pada Toris.

"Iuh... Menjijikan, kau bau sekali!"

Seakan baru sadar akan kondisi nya tanpa berkata apapun, segera Toris bergegas meninggalkan lokasi untuk segera membersihkan diri nya, karena amarah ia sampai melupakan kondisinya yang memprihatinkan.

Lihat saja ia akan membalas penghinaan ini berkali-kali lipat.

Ghea yang di tinggal hanya menatap malas kepergian Toris dari kejauhan.

"Dia pasti berfikir untuk membalas dendam pada ku setelah ini." gumam Ghea sinis, seakan tau apa yang akan terjadi setelah ini.

______________

Di lorong menuju kamarnya teriak an Toris menggema, memanggil para pelayan untuk segera bersiap membersihkan dirinya. Sungguh ia teramat jijik dengan kondisi dirinya sendiri saat ini.

"PELAYAN CEPAT BERSIHKAN TUBUH KU SEBERSIH MUNGKIN, AKU TAK MAU ADA SEDIKITPUN NODA SERTA BAU KOTORAN YANG MASIH MENEMPEL DI TUBUH KU." teriak Toris tidak sabaran.

Mendengar teriakkan dari tuannya semua pelayan segera bergegas melakukan perintah, takut akan di jadikan sasaran emosi jika lambat dan melakukan kesalahan.

Tak cukup tubuh nya yang disirami kotoran, kini masalah baru menghampiri nya, seluruh perlengkapan mandi nya tidak berada pada tempatnya, kosong isi di kamar mandi nya kosong, sabun, air yang tak mengalir jubah mandi yang tak berada di tempatnya, semakin membuat amarah Toris akan meledak rasanya.

"KENAPA BISA SEPERTI INI? APA SAJA KERJA KALIAN SEMUA, HINGGA MEMBIARKAN SEMUA INI TERJADI." pekik Toris keras, membuat semua pelayan nya gemetar ketakutan.

"BANGSAT, GHEA KAU AKAN MENERIMA BALASAN NYA SETELAH INI."

_______

"Wah bayi besar tantrum." komentar Ghea saat mendengar samar teriakkan Toris padahal jaraknya berada saat ini cukup jauh dari kamar Toris berada.

"Cik ...cik dasar anak manja."

Sabtu 24 mai 2025

GheaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang