Kursi ini kembali menjadi saksi dari ratap pilu yang selalu hadir. Aku kembali terduduk sendu, menghembuskan nafas berat pertanda lelah menunggu. Pena di tanganku sudah banyak menulis untaian rindu. Diary Ku sudah penuh. Tanpa sadar, air mata berhas...
"Eh dengar-dengar Si Asha dekat sama ketua geng motor Dark blood."
"Hah? Tahu dari mana?"
"Ih sumpah, fotonya udah kesebar anjir sampai ke grup angkatan."
"Coba lihat!"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Hah? Jadi bener, gw pikir cuma gosip aja, ck Asha ternyata semurahan itu ya? Dia udah dekat sama Reano sekarang malah sama Ketua geng Dark blood."
Pagi ini SMK Galaksi di buat heboh dengan tersebarnya foto kedekatan Hafasha dengan ketua geng Dark Blood yang mereka tahu bahwa laki-laki 29 tahun itu tidak ada satupun yang berani mendekati nya. Dan kabar itu sudah terdengar sampai telinga Reano, dia tidak bereaksi apapun. Seakan-akan tidak peduli.
Rean akan menanyakannya langsung ke Hafasha, dia merasa bahwa ada yang tengah mengadu domba kan dirinya dan Hafasha. Seberusaha mungkin Rean tidak gegabah.
Rean menyusuri koridor, dengan sengaja dia melewati kelas 11 melihat isi kelas tersebut secara diam-diam, di sana Hafasha tengah menelungkup kan kepala, sedangkan yang lainnya mencatat materi yang sudah tertulis di papan tulis.
Tiba-tiba dia teringat ucapan Andi semalam, ketika dia meminta bantuan untuk mencari tau siapa yang sudah mengirim foto tersebut.
"Re, lu sebenernya suka ga sih sama Hafasha?"
Rean menghernyit heran, kenapa tiba-tiba Andi bertanya seperti itu?
"Ndi, gw minta tolong buat cariin siapa yang kirim foto itu, bukan di tanya yang aneh-aneh." Rean mulai jengkel.
"Gw cuma tanya Re, gw penasaran sebenernya lu punya rasa ga sih sama Hafasha? Kalau emang enggak, buat apa lu pusing-pusing mikirin hal ga guna gini?" Rean terdiam. Sejujurnya dia juga bingung, kenapa dia mau serepot ini ngurusin orang? Sedangkan dia dan Hafasha saja tidak memiliki hubungan. Tapi, rasanya dia tidak terima ketika tau bahwa Hafasha dekat sama lelaki lain.
"Gw ga tau."
"Anj! Ya, cari taulah bego!" Andi geram sekali rasanya, kalau Rean ada di depan nya saat ini mungkin wajah Rean sudah ada memar sedikit.
"Gw gak tau caranya."
"Astaghfirullahal'adzim,Re lu normal kagak si? Ya lu tinggal tanya sama perasaan lu itu. Gw kasih clue ya, kalau lu kesal atau ga suka lihat doi deket sama lelaki lain, pokoknya perasaan lu ga nyaman dah. Itu berarti lu suka sama doi Re. Tapi sebaliknya kalau lu bodo amat, berarti lu ga punya perasaan apapun. Gitu aja kagak ngarti, ck."