"Kenzo?"
Cup. "Hai sayang."
Azura terkejut, tentu saja. Salah satu pacarnya ternyata seorang psycho, dia juga agak terkejut tiba-tiba dicium seperti itu.
Jadi, sosok yang dia lihat menjahit dada korbannya tadi ternyata adalah Kenzo? walaupun penampilan Kenzo memang terkesan misterius dan menyeramkan, Azura tak pernah menyangka bahwa dia adalah seorang pembunuh.
"Kenapa? takut?" tak mendapati respon apapun dari Azura membuat Kenzo berpikir Azura takut pada dirinya. Yaa, dari awal dia sudah menduga hal ini akan terjadi cepat atau lambat. Kini hatinya sedikit gelisah, takut gadisnya menolak kehadirannya yang seorang pembunuh ini.
"Buat?" takut? untuk apa? selagi bukan Azura yang akan dibunuh, Azura tidak akan takut.
"Karena gue habis bunuh orang?" jawab Kenzo dengan tidak yakin.
"Gue ga peduli lo siapa, tapi mandi sana. Badan Lo bau amis."
Alasan Azura terdiam sedari tadi adalah karena dirinya terus memandangi wajah tampan Kenzo yang terciprat darah. Bukannya menyeramkan yang ada malah semakin tampan, sexy.
Memilih menurut, Kenzo langsung bangkit dan menuju kamar mandi. Mulai membersihkan diri.
Azura : trs tadi dia ngapain aja didalem?
Lima belas menit terlewat, Kenzo tampak lebih segar dari sebelumnya. Setelah berganti pakaian dia menghampiri Azura tanpa mengeringkan rambutnya. Menubruk tubuh Azura dalam sebuah pelukan erat, menenggelamkan wajahnya pada dada hangat Azura.
Terlebih Azura kini hanya memakai tanktop tipis, jelas semakin terasa hangat yang nyaman.
Azura : ತ_ತ
Hei rambut Kenzo ini masih basah, dada Azura jadi basah karenanya. Alasan kenapa Azura hanya memakai tanktop karena kaos putih yang dikenakannya tadi kotor terkena darah. Entah darah dari mana. Mungkin dari badan Kenzo, secara tadi Kenzo sempat menggendong Azura.
Ya meski begitu Azura tak berniat mendorong Kenzo menjauh. Ia malah mengelus kepala belakang Kenzo dengan sayang. Mungkin ada alasan kenapa Kenzo membunuh orang itu. Azura tidak akan bertanya, ia lebih memilih menunggu yang bersangkutan untuk bercerita sendiri.
"Ga takut sama gue?" masih diposisi yang sama, dengan wajah yang menempel di dada Azura, Kenzo bertanya. Serius, rasanya tuh nyaman banget. Anget-anget empuk gitu.
"Kenapa harus takut? Yang penting bukan gue korbannya, gue ga peduli. Tapi bukan berarti gue membenarkan kelakuan Lo."
Ini pertama kalinya Azura bicara panjang padanya. Biasanya hanya respon singkat.
Semakin menenggelamkan wajahnya, Kenzo rasa dirinya makin menyukai Azura. Biasanya apabila seseorang terjebak bersama seorang pembunuh, orang itu akan ketakutan. Tapi Azura tidak. Dia bahkan masih mengelusi kepalanya dengan lembut, membiarkan tubuhnya dipeluk erat.
"Gue gatau kenapa, tapi yang jelas gue gasuka tuh orang. Dia itu laki-laki brengsek yang suka lecehin karyawannya. Makanya gue bunuh aja."
Sejujurnya Azura merasa sedikit gemas sekarang. Kenzo bercerita dengan nada sedikit merajuk, seperti anak kecil yang takut dimarahin ibunya. Apalagi melihat pipinya yang tertekan dadanya, juga bibirnya yang sedikit manyun-manyun. Rasanya ingin dia kokop, eh.
Disisi Kenzo, makin lama dirinya makin gemas dengan dada Azura. Dirinya baru tau kalau benda ini bisa seempuk dan sehangat ini. Makin ditenggelamkannya wajahnya pada dada Azura.
"Pengen anu deh," ujarnya tiba-tiba. Azura bingung, pengen anu? anu apa?
"Apa? ngomong yang jelas."
"Pengen nenen deh."
Azura : :v
Kurang asem. Azura pikir pengen apa.
Ding!!
[Namanya juga cowok tuan.]
'Dih, dari mana aja lu?'
Ding!!
[Tuan tidak memanggil saya, jadi saya pikir tuan tidak membutuhkan apa-apa. Tapi saya selalu ada untuk tuan kok saat tuan butuh, panggil saja.]
'Asem.'
Tak menjawab ucapan asbun Kenzo, Azura memilih untuk terus mengelus kepala dan punggung Kenzo.
"Kenapa pake dibunuh? Kenapa ga kasih polisi aja? Eh tapi ga guna sih. Pasti bakal diulang lagi."
"Itu tau." Balas Kenzo dengan cuek. Dirinya mulai mengantuk. Perpaduan antara tubuh hangat Azura juga elusan lembutnya benar-benar mematikan. Ia selalu mengantuk apabila sudah masuk dalam pelukan Azura.
*****
Haiiii aku kembaliiii. mana nih vote sama komennyaaa
ga heran sih kenapa Kenzo tiba" minta nen. secara walau presentasi penampilan Azura ga terlalu tinggi tapi badan dia tuh proporsional. body goals gitu.
perut datar, pinggang ramping, dada berisi, mana badannya tuh selalu wangi kata para pacarnya. jelas aja Kenzo sebagai cowok normal bakal bertingkah. mana cuma pake tanktop.
jangan sungkan buat kasih aku masukan. barangkali kalian gasuka ma interaksi Azura dan para curutnya, dipersilahkan untuk minggat.
bye-bye~~
KAMU SEDANG MEMBACA
Transmigrasi jadi Nerd
Teen Fiction"Apa peran yang paling ga diinginkan?" Daripada pusing mikirin alur novel, Azura lebih memilih menjadi pemeran tidak penting. Tujuannya jelas supaya dia tidak perlu repot-repot. • Story of transmigration • Hanya fiktif belaka • Slow update (sesuai...
