Walau mengantuk, nyatanya Kenzo masih memandangi dada Azura. Tak mendapati respon atas keinginannya membuat timbul rasa nekat pada dirinya. Kembali menduselkan wajah tampannya pada dada Azura.
Kini hidung mancungnya ia gesekkan pada belahan dada Azura. Sedikit demi sedikit menggeser tanktop tipis tersebut sampai sedikit turun dari posisi awal. Azura tentu sadar akan apa yang dilakukan pacarnya itu, tapi ia biarkan saja. Dirinya mulai mengantuk.
Sementara Kenzo, merasa tak ada penolakan membuatnya semakin berani. Mulai menjulurkan lidahnya untuk menjilat bagian luar dada Azura yang masih terbalut tanktop.
Menjilat secara perlahan dengan sesekali dikecup lembut. Semakin terhanyut oleh suasana, tangan Kenzo tak tinggal diam. Diusapnya pinggang Azura dengan perlahan, memberikan sensasi kupu-kupu pada Azura. Azura cewek normal guysss, dia bisa terbawa suasana juga.
Mendongakkan kepalanya, Kenzo tatap Azura tepat pada matanya dengan pandangan melasnya. Seolah meminta izin untuk melakukan hal lebih. Azura yang melihat tatapan Kenzo semakin tidak kuat. Tatapan sayu yang sarat akan permohonan itu sungguh melemahkan dirinya. Tau kan? tatapannya tuh kek aksjjajsjssjjdj.
Memilih memalingkan wajahnya, tetapi tangannya masih tetap mengelusi kepala belakang Kenzo. Merasa diberi izin, Kenzo mulai menurunkan kembali tanktop tipis itu. Sampai akhirnya hal yang diinginkannya terpampang dengan jelas di depan matanya.
Kenzo sama sekali tak bisa mengalihkan pandanganya dari apa yang ada di depannya ini. Sedikit lagi mulutnya dapat menjangkau dada Azura, hingga-
Drtt!! Drtt!!
Dering telepon Azura mengagetkan mereka berdua. Tampak masuk panggilan telepon dari Kevin.
Kenzo : fak kata gw teh
Saat akan menggapai ponsel miliknya pada nakas samping tempat tidur, Azura terkejut akan sensasi dingin-dingin basah yang melingkupi dadanya. Tampak Kenzo yang ternyata sudah mulai menjilati dadanya yang telah terbuka.
Dijilatinya daging lembut itu sampai akhirnya ia berhenti tepat dibagian putingnya. Menurunkan tali lengan tanktop Azura, lalu semakin melorotkan tanktop itu sampai perut. Kini pemandangan dada Azura benar-benar terpampang nyata di matanya.
Tanpa membiarkan Azura sadar, dirinya dengan cepat membuka mulutnya dan memasukkan puting itu dalam mulutnya. Mulai menghisap dengan lembut, menghantarkan sensasi mengejutkan untuk Azura.
Lidahnya tak tinggal diam, benda lunak itu turut andil. Menjadikan dada Azura semakin basah. Sementara Azura yang baru pertama kali mengalami hal ini jelas terkejut. Dirinya sampai melupakan panggilan dari Kevin.
Semakin menghisap dengan kuat, Kenzo mulai terhanyut dengan kegiatannya. Mulutnya tak henti menghisap dan menjilati puting Azura. Semakin lama dirinya semakin rakus, seakan ingin melahap seluruh dada Azura.
Drtt!! Drtt!!
Suara dering ponsel kembali mengambil atensi Azura. Digapainya benda pipih tersebut lalu mulai mengangkat panggilan dari pacar satunya itu.
"Halo Zura?"
"Hmm?"
"Belum tidur?"
"Belum."
"Kenapa? ga bisa tidur? perlu gue temenin?"
"Ga-eunghh perlu."
"Zura? ada apa? ada yang sakit?"
Iya ada. Bajingan kecil yang sedang menguasai dadanya ini menggigit putingnya. Seolah ingin perhatian azura kembali padanya. Diusapnya lembut kepala bayi besar ini agar dirinya merasa tenang dan tidak menggangu dirinya yang sedang berbicara dengan Kevin.
"Gapapa. Udah dulu ya, gue mulai ngantuk."
"Yaudah kalo gitu. Byee sayang, mimpi indah."
"Eumm, Lo juga."
Setelah panggilan terputus, Azura segera meletakkan kembali ponselnya pada nakas. Kembali memusatkan perhatiannya pada Kenzo yang masih asyik dengan kegiatannya.
Melepaskan hisapannya pada puting Azura, kini dirinya beralih untuk menghisap puting yang satunya. Terlihat bahwa putingnya itu basah dan tegang, serta agak membengkak.
Makin lama rasa kantuk mulai menguasai Azura. Memilih membiarkan Kenzo melakukan apa yang diinginkannya, dirinya mulai memejamkan matanya. Dengan tangan yang sesekali masih mengelus kepala Kenzo, Azura secara perlahan mulai terlelap.
Kenzo sendiri merasakan hal yang serupa. Dengan keadaan puting yang masih didalam mulutnya, mata indah itu mulai terpejam. Dengan mulut yang sesekali masih menghisap, Kenzo benar-benar terlihat seperti bayi yang sedang menyusu pada ibunya.
*****
too much ga? atau malah bikin ilfeel? tapi aku sendiri gemes sih.
segini dulu, aku belum bisa bikin adegan yang lebih dari ini. belum pernah soalnya.
jangan lupa vote dan komen yaaaa. jangan sungkan kasih aku kritikan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Transmigrasi jadi Nerd
Novela Juvenil"Apa peran yang paling ga diinginkan?" Daripada pusing mikirin alur novel, Azura lebih memilih menjadi pemeran tidak penting. Tujuannya jelas supaya dia tidak perlu repot-repot. • Story of transmigration • Hanya fiktif belaka • Slow update (sesuai...
