27.0

1.3K 98 21
                                        

"Sshh...jangan digigit-eungh!"

Baru saja dibilang jangan digigit, memang benar sih tidak digigit. Tapi Kenzo menguatkan hisapannya. Itu membuat Azura memekik keras tanpa bisa dicegah.

Untungnya toilet masih sepi, jadi mereka tidak akan digrebek.

Sudah sekitar 15 menit mereka diposisi itu. Dengan Azura yang duduk mengangkang dipangkuan Kenzo, kancing seragam yang terbuka sepenuhnya, dan bra yang tersingkap keatas.

Kenzo yang tadi mendapat pertanyaan haus atau tidak jelas langsung mengerti arah pertanyaan Azura. Apalagi melihat seragam bagian dadanya yang basah. Tanpa mengatakan apapun dirinya langsung mendudukkan azura di pangkuannya dan membuka kancing seragam Azura.

Azura sendiri merasa sedikit lega ketika dirasa dadanya tak seberat tadi. Kenzo yang terus menghisap asi di dadanya membuat dadanya sedikit lebih ringan.

Kala dirasa puting bagian kanan tak lagi mengeluarkan asi, Kenzo berpindah menghisap sebelah kiri. Tak membiarkan dada sebelah kanan menganggur, diremasnya dada Azura dengan perlahan. Menikmati betapa lembut dan padatnya dada kekasihnya tersebut.

Diperlakukan seperti ini tentu membuat Azura mabuk kepayang. Sensasi benda lunak nan basah yang terus menjilat putingnya membuatnya resah. Apalagi Kenzo yang terus menghisap dengan kencang seperti bayi yang kelaparan, dia rakus.

Tak tahan, Azura tanpa sadar menggeliat resah dipangkuan Kenzo. Hingga tak sadar dirinya menyenggol sesuatu yang keras diantara kaki pacarnya itu. Sesuatu yang keras? terlebih terasa sedikit err... panas?

"Ahh... udah, cukup." hanya gelengan yang azura dapati sebagai respon dari Kenzo.

"Eunghh... Kenh..." ini nikmat jujur.

"Hahh... hahh... udah ya? Nanti kevin nyariin." Azura terengah-engah. Menghadapi kenikmatan yang terus disalurkan oleh Kenzo. Dapat dirasakannya sesuatu yang seolah ingin keluar, tapi dirinya tahan sebisa mungkin.

Azura tak ingin membuat roknya atau celana Kenzo jadi basah.

10 menit terlewat, akhirnya Kenzo menyudahi hisapannya. Disatukannya keningnya dengan gadisnya, ditatap dengan dalam wajah ayu yang masih terengah-engah itu.

"Nanti lagi ya?"

"Ck! iya. Udah ayo balik. Tapi gendong ya? gue lemes banget asli."

Kenzo jelas tak akan menolak keinginan Azura. Apalagi sekedar menggendong. Bahkan jika Azura memintanya menggendong mengelilingi kota pun akan dilaksanakannya dengan senang hati.

Mereka pun segera kembali pada Kevin yang ternyata sudah menunggu dimobil. Laki-laki itu merengut kesal karena ditinggal lumayan lama. Apalagi tadi dirinya sempat digoda oleh tante-tante. Hihh merinding jika diingat-ingat.

*****
(Disis lain, kembali pada waktu Azura ditabrak seseorang)

Setelah kepergian gadis-Azura, laki-laki berkacamata itu masih terus memperhatikan kepergiannya. Saat ponselnya berdering barulah dia kembali tersadar bahwa dirinya terburu-buru. Melihat sang bos yang kembali menghubunginya cepat-cepat dirinya beranjak menuju parkiran.

Begitu sampai di mobil, terlihat bos nya yang menatap dirinya dengan tatapan tajam.

"Maaf bos, ada sedikit kendala tadi."

"Jangan membuat alasan Damian."

"Sungguh bos, tadi saya tidak sengaja menabrak gadis cantik. Tapi saat saya perhatikan, saya lihat seragam bagian dadanya basah. Apa mungkin dia mengeluarkan asi terus ASI-nya merembes ya?"

Dari tampang memang keliatan seperti orang rajin yang teladan. Nyatanya Damian adalah laki-laki mesum. Dan dirinya tahu, bosnya ini menyukai perempuan yang memiliki asi. Makanya dia menceritakan tentang Azura kepada bosnya berharap untuk tidak dimarahi atas keterlambatannya.

"Oh ya?" nahkan, kepancing.

*****
semoga kamu selamat ya Azura....

vote nya dikit banget, kecewa aku. aku jadi makin males up-nya.

chapter selanjutnya bulan depan aja ya? siapa tau bulan depan udah mulai banyak yg ngevote.

Transmigrasi jadi NerdTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang