Hening menyelimuti suasana di dalam mobil. Azura tak menghiraukan kemana dirinya akan dibawa pergi oleh pria di sampingnya. Matanya sedari tadi hanya memperhatikan kearah luar mobil. Memperhatikan jalanan yang sebenarnya tidak berarti apapun.
Namanya Yohan. Tadi dia memperkenalkan diri sesaat setelah Azura masuk di mobil miliknya ini.
Kini rasa kantuk tiba-tiba menyergap Azura. Menyandarkan kepalanya pada kaca mobil, membiarkan dirinya tenggelam dalam tidurnya tanpa rasa waspada sedikitpun.
Mengacuhkan keberadaan pria di sampingnya, yang dirinya tahu sedang menahan diri dari nafsu yang membara.
Bagaimana tidak? menilai penampilan Azura yang sangat menggoda iman, terlebih tanpa pertahanan diri. Bisa saja dirinya langsung menerkam Azura disini. Tetapi menilai dari kondisinya yang terlihat tidak baik-baik saja, maka dirinya akan menahan diri sekuat tenaga.
*****
"Ahh.... pelan-pelan...
...AKHH!!"
Jerit Azura kala tumbukan di belakang tubuhnya semakin mengencang. Awalnya terasa lembut, tapi makin lama semakin cepat dan kasar.
Azura menopang tubuhnya pada pintu mobil, sedang pria dibelakangnya mencengkram pinggangnya dengan sebelah tangan sementara tangan yang lain menjambak rambut Azura.
"Hiks..ahh sudah, kumohon sudah.."
Tak menghiraukan rengekan Azura, tumbukannya justru semakin menguat. Azura sungguh kewalahan dengan pria dibelakangnya ini. Miliknya perih, dan kemungkinan besar telah lecet.
Kedua tangan pria itu berpindah menuju dada Azura yang terombang-ambing. Mencengkram, menjadikannya pegangan. Azura menggigit bibirnya menahan teriakan dikala dirinya merasa akan keluar untuk kesekian kalinya.
"Ahh aku ma..uhh keluar..AHH!!"
Tak memberi jeda, begitu mengetahui bahwa Azura akan klimaks gerakan pria itu malah semakin brutal.
Menggunakan tangan kanan untuk meremas kasar dada Azura, sedangkan tangan kiri turun kebawah untuk mengucek klitorisnya agar semakin basah.
"HEUGHH!! TUNGGU AKU-AK-AKU..."
Sedikit lagi, dirinya akan kembali mencapai klimaks yang entah keberapa. Tumbukan intens dari Yohan benar-benar membuat Azura tidak bisa berpikir jernih.
Ya, lelaki itu adalah Yohan. Sosok yang mobilnya ditumpangi oleh Azura. Azura telah mencapai puncaknya berkali-kali, sedangkan Yohan belum keluar sama sekali. Sebenarnya seberapa kuat pria ini.
"AKHH YOHAN AHH!!...."
Sedikit lagi, Azura akan kembali sampai. Kali ini Azura sepertinya akan squirt. Sedikit lagi....
Duk!!
"Sweetie, kamu baik-baik saja? Ada yang sakit?"
Suara itu mengejutkan Azura. Dirinya dengan linglung memandang sekitarnya. Tampak dirinya yang masih dalam posisi awal, duduk manis disamping Yohan yang sedang mengemudi.
Jadi tadi hanya mimpi? Dan benturan kecil kepalanya pada jendela mobil lah yang membangunkannya?
Gila.
Padahal dapat dirinya rasakan bahwa miliknya basah sungguhan. Azura terangsang? Gadis polos nan baik hati seperti Azura bisa terangsang? Ini benar-benar hal baru dalam hidupnya.
Ding!
[Anda baik-baik saja tuan?]
'Menurut lo?!'
'Kenapa tiba-tiba gue mimpi mesum jir?!'
Ding!
[Saya juga tidak tau tuan. Mungkin efek tuan yang keluar tanpa memakai dalaman dalam kondisi baru selesai menyusui dua pacar tuan.]
Sejujurnya Azura sedikit tidak percaya. Masa iya hanya karena alasan itu dirinya jadi bermimpi mesum seperti itu. Terlebih lawan mainnya adalah pria yang baru ditemuinya saat ini?
Azura merasa dirinya telah terjerumus dalam pergaulan bebas.
Mengalihkan pandangan menuju kaca kecil yang entah bagaimana ada pada dashboard mobil, dapat dirinya lihat terdapat memar kecil pada keningnya.
Azura pusing. Dirinya merasa sedikit malu karena telah bermimpi semesum itu pada orang yang baru ditemuinya. Apalagi sekarang dadanya kembali merasa nyeri.
Sial. Karena rangsangan mimpi tadi puting Azura jadi menegang. Azura tau, dia harus segera mengeluarkan asinya atau rasa nyeri ini tidak akan berkurang sama sekali.
Masalahnya, bagaimana dirinya akan mengeluarkan asinya dalam kondisinya saat ini?
KAMU SEDANG MEMBACA
Transmigrasi jadi Nerd
Teen Fiction"Apa peran yang paling ga diinginkan?" Daripada pusing mikirin alur novel, Azura lebih memilih menjadi pemeran tidak penting. Tujuannya jelas supaya dia tidak perlu repot-repot. • Story of transmigration • Hanya fiktif belaka • Slow update (sesuai...
