Bulu mata lentik itu bergetar, menandakan pemiliknya akan segera terbangun dari tidur lelapnya. Saat matanya sudah terbuka sepenuhnya, dapat dilihatnya suasana kamar yang masih gelap. Sepertinya matahari masih belum terbit.
Mengalihkan pandanganya Azura melihat Kenzo masih nyaman tidur diperlukannya dengan mulut yang masih aktif. Yaahh, dia masih menyusu. Padahal benda itu tidak mengeluarkan apapun, tapi kenapa curut ini betah sekali dan seperti tidak mau melepasnya.
Mengalihkan perhatiannya pada ponselnya, dapat dilihat beberapa pesan masuk dari Kevin.
|Kevin
Zura, udah tidur?
Gue gabisa tidur
Kangen deh keknya
Seharian ini Lo sibuk mulu, gamau tau besok kita harus kencan!
Berdua aja, si Kenzo gausah diajak
Yaudahlah, sweet dream baby
❤️❤️❤️
Memilih mengabaikan pesan dari Kevin, Azura lanjut memejamkan matanya. Tidur lagi sepertinya tidak buruk. Mumpung besok libur sekolah.
*****
Terbangun karena aroma lezat yang memenuhi hidungnya, Kenzo meraba ranjang sampingnya. Saat dirasa yang dicari tidak ditemukan dengan terpaksa ia bangkit dari kasur yang seolah-olah masih memintanya untuk kembali tidur.
Melangkah perlahan kearah dapur masih dengan mata yang setengah terpejam. Dapat dilihatnya punggung kecil gadis yang dicintainya sedang sibuk memasak. Menghampiri tanpa menimbulkan suara, dipeluknya Azura dari belakang.
"Masak apa Yang? enak banget baunya." Dapat dilihat bahwa laki-laki itu masih mengantuk. Terbukti dengan kepalanya yang disandarkan pada pundak sempit Azura.
"Nasi goreng sama telur ceplok aja. Cuci muka sana, baru makan."
Menurut, dilangkahkan kakinya menuju kamar mandi untuk mencuci wajahnya sekaligus menyikat gigi.
Ting nong! Ting nong!
Mendengar bel apartemen Kenzo yang berbunyi, setelah selesai menata masakannya dimeja barulah Azura membuka pintu.
Baru saja pintunya terbuka, tubuhnya langsung ditubruk oleh pelukan erat dari seorang laki-laki.
"Dicariin di apartemen gaada, ternyata disini. Lo semalem nginep sini? Kok ga bilang gue? Gue juga mau tidur sama Lo Azuraaa."
"Berisik. Ganggu banget pagi-pagi dirumah orang. Masuk sana."
Dengan cemberut Kevin menurut untuk masuk kedalam apartemen Kenzo. Langsung saja dirinya menuju kearah dapur setelah diciumnya aroma masakan lezat. Sepertinya calon istrinya ini baru selesai masak.
Setelah dari kamar mandi Kenzo terkejut akan kehadiran seekor makhluk lain dimeja makannya. Memilih abai Kenzo lebih memilih untuk menghampiri Azura.
Cup!
Diciumnya sekilas bibir Azura, lalu setelahnya mendaratkan pantatnya pada kursi disamping Azura. Tak mau kalah Kevin segera bangkit dan berjalan menuju Azura untuk memberinya sebuah kecupan juga.
Cup! Cup! Cup!
Diciumnya sebanyak tiga kali, baru dirinya kembali ke kursinya. Azura tak memberikan respon untuk perilaku keduanya. Dirinya lebih memilih untuk mengisi piring kedua pacarnya dengan nasi goreng beserta telurnya.
Merekapun akhirnya memakan sarapannya dengan tenang.
Setelah selesai sarapan, Azura dan Kevin memilih untuk menonton TV diruang tengah. Sementara Kenzo mengatakan bahwa dirinya harus mengerjakan beberapa dokumen diruang kerjanya.
Ditengah-tengah menonton tv Kevin salah fokus dengan sesuatu yang ada di dada Azura. Itu terlihat familiar.
"Zura,"
"Hm?" sahutnya tanpa mengalihkan pandanganya dari tv didepannya.
"Si Kenzo itu habis nenen ya?!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Transmigrasi jadi Nerd
Roman pour Adolescents"Apa peran yang paling ga diinginkan?" Daripada pusing mikirin alur novel, Azura lebih memilih menjadi pemeran tidak penting. Tujuannya jelas supaya dia tidak perlu repot-repot. • Story of transmigration • Hanya fiktif belaka • Slow update (sesuai...
