"Oh ya?"
Mendengar bosnya yang sepertinya mulai tertarik pada Azura, Damian bernapas lega. Dirinya merasa sedikit kasihan pada Azura yang harus menjadi tumbal.
"Cari tau tentang gadis itu."
"Baik bos." Setelah menjawab perintah dari bosnya, segera saja dikemudikan mobilnya kembali menuju perusahaan.
*****
Beberapa hari kemudian...
Kini Azura mulai tinggal bersama Kenzo. Terkadang Kevin juga akan hadir untuk menginap. Namun sudah dua hari ini Azura tidak melihat batang hidungnya, bahkan di sekolah.
"Kevin kemana?"
Tok tok tok!
Begitu membuka pintu, dapat Azura lihat tubuh tinggi Kevin yang nampak lesu. Wajahnya memerah dan napasnya terengah-engah. Sepertinya dia sakit.
"Lo sakit?" Pertanyaan Azura tak mendapat jawaban, melainkan sebuah pelukan erat dari Kevin.
"Hiks.... Zura...." Dapat Azura rasakan bahwa suhu tubuh Kevin memang tinggi. Membawanya masuk, Azura menempatkan Kevin pada kamar yang biasa dia pakai, lebih tepatnya kamar yang mereka pakai bertiga.
Setelah membaringkan Kevin di kasur, Azura beranjak menuju dapur untuk mengambil sebaskom air hangat dan kain untuk mengompres. Tak lupa meminta Kenzo untuk membuatkan bubur dan menyiapkan obat.
Meskipun sempat menggerutu, Kenzo tetap membuatkan bubur untuk Kevin. Maksudnya, kenapa anak itu tidak pergi ke rumah sakit? kenapa malah kesini? bikin orang repot saja.
Disisi Azura, dirinya kini tengah kerepotan membujuk Kevin untuk berhenti menangis.
"Udah ya? nanti habis minum obat pasti sembuh kok." ujarnya lembut seraya mengelus rambut Kevin dengan perlahan, berusaha menenangkan bayi besar yang tengah rewel.
"Gamau minum obat, pasti pait." tangisnya masih belum berhenti. Kevin malah menenggelamkan wajahnya pada dada Azura, mendusel mencari kenyamanan.
"Terus kalo gamau minum obat minum apa? emang mau sakit terus?" Jujur saja Azura sedang lelah. Baru pulang sekolah sudah harus menghadapi bayi bajang.
"Eunghh.... pusing.."
"Ya makanya minum obat Kevin!" sumpah deh, anomali ini maunya apa sih? disuruh minum obat gamau tapi ngeluh pusing.
Mendapat bentakan-gabisa dibilang bentakan sih- Kevin semakin menenggelamkan wajahnya. Masih dengan terisak-isak, tangannya yang semula memeluk pinggang Azura mulai merambat naik, menunjuk tepat pada dada Azura.
"Mau minum ini ajaa."
KAMU SEDANG MEMBACA
Transmigrasi jadi Nerd
Подростковая литература"Apa peran yang paling ga diinginkan?" Daripada pusing mikirin alur novel, Azura lebih memilih menjadi pemeran tidak penting. Tujuannya jelas supaya dia tidak perlu repot-repot. • Story of transmigration • Hanya fiktif belaka • Slow update (sesuai...
