'Nyeri, sumpah nyeri. Ini mereka ngisep susu gue atau nyawa gue sih?! Sakit banget anjir! Mana dua-duanya lagi.'
Terbangun dengan rasa sakit di kedua dadanya, Azura mendapati ada dua kepala yang sedang menghisap dadanya. Padahal mereka berdua sedang tidur, tapi mulutnya masih asik menghisap.
'Kurang asem emang.'
Dengan tak berperasaan Azura menjambak rambut keduanya. Menjauhkan kepala mereka dari dadanya yang telah basah dengan puting yang membengkak. Terlihat juga bekas-bekas kemerahan serta gigitan disekitar putingnya.
Beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi, Azura perlu mandi untuk menghilangkan rasa lengket ditubuhnya.
Lima belas menit berlalu, setelah selesai membersihkan diri Azura segera menuju dapur untuk memasak makan malam. Padahal tadi pagi dirinya baru bangun untuk membuat sarapan, eh malah tidur lagi sampai malam.
Sekarang dirinya jadi kelaparan karena melewatkan makan siang. Memasak menu berupa mie instan berkuah pedas, juga dumpling isi ayam. Setelah selesai dirinya segera berpindah ke ruang tengah untuk makan sambil menonton TV.
Tak lupa juga meninggalkan porsi lain untuk kedua peliharaannya di meja makan.
"Sayang..."
"Zuraa..." Nah kan bangun.
Keduanya mampir sebentar ke dapur untuk mengambil makanan lalu segera bergabung disebelah Azura. Menikmati makanan dengan tenang sembari menonton TV.
Setelah selesai Kevin dan Kenzo dengan kesadaran penuh bergerak untuk membereskan peralatan makan yang telah digunakan. Kenzo mencuci piring, sementara Kevin mengeringkannya dan menatanya kembali ketempat semula.
Setelah menyelesaikan tugasnya, Kenzo segera kembali ke ruang tengah untuk membawa Azura kembali ke dalam kamar. Menggendong tubuh ringannya, tak lupa juga mematikan TV.
"Yok tidur, besok sekolah."
"Males banget anjir, bolos aja yuk kita." dari arah belakang Kevin menyahuti perkataan Kenzo.
"Lo kalo mau bolos, bolos aja sendiri." Bisa hilang citranya sebagai nerd kalau Azura membolos.
"Kok gitu? gue kan masih pen manja-manja sama Lo Zuraaa..."
"Males." satu kata yang mampu membuat Kevin terdiam dan Kenzo yang menahan tawa. Hanya satu kata penolakan yang nyatanya mampu menusuk hati Kevin hingga membuatnya tak bisa berkata-kata.
Ketiganya segera membaringkan diri dikasur dengan Azura ditengah-tengah. Segera memejamkan mata karena besok pagi mereka harus kembali bersekolah. Hanya saja Kevin dan Kenzo hanya bisa sekedar memeluk Azura.
Azura menolak keinginan mereka untuk kembali menyusu. Dia bilang kalau dadanya masih sakit. Yah apa boleh buat, untuk sementara mereka harus merasa cukup hanya dengan pelukan.
*****
Pagi harinya lagi-lagi Azura mendapati ada dua kepala di dadanya. Padahal jelas sekali tadi malam dirinya menolak keinginan kedua pacarnya, ternyata ditengah malam mereka kembali menyusu tanpa persetujuan darinya.
Menghela nafas sejenak, setelahnya menyingkirkan keduanya dari dadanya. Beranjak ke kamar mandi untuk segera bersiap.
Kini Azura sedang berdiri didepan cermin wastafel. Setelah mandi dirinya ingin melihat kondisi tubuh bagian atasnya.
Satu kata, mengenaskan.
Kissmark dari leher, bahu, sampai dada. Kemudian bekas gigitan disekitar putingnya.
"Sistem."
Ding!
[Anda memanggil saya tuan?]
"Lo kan yang bikin gue jadi bisa ngeluarin asi?" Tak mungkin bila dirinya bisa tiba-tiba memiliki asi. Secara dirinya kan belum pernah melahirkan ataupun menjalani terapi.
Ding!
[Hehe.]
"Ck! Sekarang ini gimana, mau ditutupin pake apa nih merah-merah?"
Ding!
[Anda bisa menutupinya dengan make up tuan. Saya akan menyiapkan set make up dimeja rias.
Pacar tuan itu tidak peka, dia hanya menyiapkan pakaian tanpa skincare ataupun make up untuk tuan.]
"Siapa nyiapin apa?"
Ding!
[Kemarin Kenzo menghubungi asistennya untuk menyiapkan pakaian untuk anda. Juga memindahkan barang tuan dari apartemen kesini.
Jadi mulai sekarang tuan akan tinggal disini bersama pacar tuan.]
"Sialan! Ini semua gara-gara lo! Ilang deh kehidupan tenang gue."
Ding!
[Ayolah tuan, apa tuan tidak bosan hidup seperti itu-itu saja? Saya yang melihat riwayat kehidupan tuan sebelumnya saja hampir mati kebosanan.
Tuan harus hidup dengan cara yang berbeda sekarang. Menjalin hubungan dengan orang baru bukanlah hal yang buruk. Anda harus mulai mencari kebahagiaan, karena itulah tujuan atasan saya memberikan kehidupan kedua.
Karena sejujurnya atasan saya juga sudah muak melihat hidup tuan yang amat monoton. Lagi pula memiliki pacar lebih dari satu itu menyenangkan.]
Azura : ತ_ತ
Kembali menghela nafas, Azura segera bersiap. Setelah selesai memakai seragam dan menutupi tanda merahnya dengan make up, dirinya beranjak menuju dapur untuk memasak sarapan.
Jam masih menunjukkan pukul 06.05, sementara sekolah Azura dimulai pukul 08.00. Masih ada waktu untuk dirinya memasak.
Setelah selesai segera disajikannya nasi goreng seafood dan susu hangat diatas meja. Tak lupa juga menyiapkan bekal untuk dirinya dan kedua pacarnya.
Untung saja Kenzo masih memiliki persediaan bahan dapur, jadi dirinya masih bisa memasak.
Untuk bekal, Azura memasak menu yang berbeda. Nasi putih, tumis kangkung, dan ayam tepung saus tiram menjadi menu yang dipilihnya.
Berniat membangunkan pacar-pacarnya, ternyata mereka berdua telah bangun dan selesai bersiap.
"Sini sarapan."
"Eh?" Keduanya berdiri dihadapan Azura sembari menenteng dasi masing-masing. Tanpa diberitahu Azura paham maksud mereka.
Di pasangkannya dasi keduanya, setelahnya menyiapkan sarapan untuk mereka.
*****
lebih panjang dari biasanya, banyakin vote sama komennyaaa.
aku lagi haus vote soalnya.
ini penulisan ku ada yang salah ga? kek tanda bacanya gitu?
jangan lupa vote loh, baca aja ga ngevote bikin aku ga mood. niatku mau double up soalnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Transmigrasi jadi Nerd
Novela Juvenil"Apa peran yang paling ga diinginkan?" Daripada pusing mikirin alur novel, Azura lebih memilih menjadi pemeran tidak penting. Tujuannya jelas supaya dia tidak perlu repot-repot. • Story of transmigration • Hanya fiktif belaka • Slow update (sesuai...
