23.0

1.3K 89 9
                                        

"Sshh... udah please. Gue capek, pen tidur." Sungguh, punggungnya terasa sangat encok. Azura sudah sangat merindukan kasur dan selimut.

"Oke." Tanpa aba-aba langsung mengangkat Azura dan berjalan menuju kamar Kenzo. Azura bilang capek kan? kalau gitu Kevin akan membawanya ke kamar lalu melanjutkan kegiatannya tadi.

Bruk!

Membanting pelan tubuh Azura ke kasur, setelahnya langsung menjatuhkan dirinya sendiri diatas Azura.

"Kevin anjir! berat sialan, minggir ga?!"

Menggulingkan badannya kesamping, lantas kembali membuka kaos Azura. Kini kaos itu dibuka sepenuhnya hingga Azura telanjang bagian atasnya.

Menempatkan posisinya agak lebih rendah dari Azura, Kevin kembali menyusu dengan tenang. Azura pasrah, dirinya kembali mengantuk sekarang.

Tangannya terangkat untuk mengelus kepala Kevin. Dielusnya dengan perlahan sembari memejamkan matanya berharap untuk segera terlelap.

Disisi Kenzo...

Terlihat Kenzo sedang sibuk dengan laptopnya. Ditemani setumpuk dokumen dan secangkir kopi, dirinya berusaha untuk segera menyelesaikan pekerjaannya agar segera bisa kembali berpelukan dengan Azura.

Teringat sesuatu, segera diraihnya ponsel mahal miliknya yang berada disebelah laptop.

"Sediain baju buat cewek gue, lengkap. Pindahin juga barang-barangnya kesini, dia bakal tinggal disini mulai sekarang."

"Baik tuan."

Tutt..

Setelah selesai menghubungi asistennya Kenzo berpikir untuk menyudahi pekerjaannya. Biarlah sisanya dia lanjut lain kali, dirinya ingin memeluk Azura sekarang.

Bagaimana kondisi pacarnya sekarang ya? terlebih Kenzo meninggalkannya berdua dengan Kevin.

Tanpa berlama-lama segera dilangkahkan kakinya meninggalkan ruang kerjanya. Kosong, tidak ada orang diruang bersantai. Sepertinya mereka berada didalam kamar.

Memasuki kamarnya yang pintunya tidak tertutup, dapat dilihatnya Azura yang terlelap dengan kondisi Kevin masih menguasai dadanya. Sesuai dugaan, primata satu itu pasti akan berusaha menguasai Azura untuk dirinya sendiri.

Tak ambil pusing, segera dilepasnya kaos yang melekat ditubuhnya. Setelahnya dirinya segera menyusul Azura ke alam mimpi. Dipeluknya tubuh polos pacarnya dari belakang, dengan sebelah tangan yang memeluk perut rata Azura dan sebelahnya lagi meremas lembut dada Azura yang menganggur.

Membayangkan akan segera menjalani hari dengan Azura yang selalu akan disisinya begitu membuka mata, membuat Kenzo dilingkupi perasaan senang. Sungguh, rasanya dia ingin cepat-cepat lulus supaya bisa segera mengikat Azura.

Menikah, membuat banyak anak, melimpahkan kasih sayang kepada Azura serta anak-anak mereka, ahh sungguh membahagiakan.

*******

makin lama makin ga jelas ga sih? ko rasanya makin aneh aja alurnya.

Transmigrasi jadi NerdTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang