18.00

30 1 0
                                        


Enemy


Deruman dua motor sport langsung menjadi perhatian orang-orang yang menjaga depan markas. Kedua orang yang mengendarai itu lantas melepaskan helmnya setelah memarkirkan motornya.

"Wow Ducati, sultan tuh cewek"

"Iya weh motor impian gw tuh lagi di pinjem aja" laki-laki itu mengangkat dagunya songong. Biasa suka halu kayak pembaca dan penulis nya.

"Kemaren gw minta di beliin emak gw asal Lo pada tau"

"Terus terus jadi dibeliin?"

"Hah boro-boro yang ada panci my emak melayang ke muka handsome gw" cowok itu memasang muka masam mengingat kejadian dirumahnya kemarin. Dirinya sama sekali tidak membual yaa dia cowok jujur dan pasti setia.

Ada yang tertawa terpingkal-pingkal ada juga yang memasang wajah ingin mutah mendengar dengan pedenya dia bilang ganteng. Padahal mah muka standar.

Setelah itu dalam sekejap ia mengganti wajah merengut nya menjadi ramah bintang 5 keduanya berjalan melewati mereka. Banyak sapaan pada Elvano menggema sepanjang langkah ke dalam rumah yang menjadi markas mereka. Sang ketua sendiri hanya menampilkan wajah datar dengan anggukan jika disapa. Hampir yang menyaksikan keduanya memekik pelan karena apa? Sedari turun dari motor Elvano menggenggam tangan Reta hingga berjalan di belakangnya. Anggota yang melihat itu tak berani bereaksi heboh. Tatapan tajam Elvano saja sudah membuat bulu kuduk merinding. Apalagi kalau bersorak heboh, ya mana berani mereka.

"Malam El"

"Baru dateng nih"

"Selamat datang, leader"

Tetapi banyak orang bertanya-tanya, punya hubungan apa ketua mereka dengan anggota yang baru beberapa lalu join. Kebanyakan juga belum mengetahui jika gadis yang bersama Elvano juga merupakan anggota Geng Snakel. Reta tak mempedulikan bisik-bisik yang tentu terdengar di indra pendengaran tajamnya. Mata elangnya ikut menyorot siapa saja yang berani melihatnya dengan pandangan intimidasi. Reta paling benci jika ada yang menatap lekat dirinya. Seolah kepergok, banyak yang mengalihkan pandangan.

"Serem" cowok bergestur tinggi kurus itu meneguk ludah paksa. Ia langsung menunduk tak berani menatap gadis itu lebih lama lagi.

Mereka berjalan menuju ruang khusus anggota inti. Didalam ruang berkumpul juga sedikit orang karena banyak dari mereka berada di halaman belakang. Karena memang acara barbeque-an berada di sana.

Barbeque-an kali ini betul-betul hanya anggota, karena orang asing tak diperbolehkan gabung termasuk jika ada yang punya pacar juga di larang.

Pintu terbuka dengan kasar. Elvano masuk dengan tampang elangnya.

"Woyy, apaan nih gandeng-gandeng," Galuh memekik heboh bahkan sampai bertepuk tangan.

"KALIAN JADIAN?" Tanya Biru yang sepertinya masih syok. Suaranya bahkan otomatis membesar.

"Lhaa iyaa, tiba-tiba banget kapan deketnya?" Tanya Alfino linglung. Tak menyangka kembarannya bisa dekat dengan seorang gadis. Otaknya mencerna kejadian yang membuatnya tertinggal berita. Dari kecil anak perempuan tak ada yang berani mendekati Elvano karena pasti akan di bentak. Ini pertama kali Alfino melihatnya. Matanya terbuka lebar setelah ingat sesuatu. Ia hanya terdiam menggabungkan ingatan menjadi rangkaian cerita yang masuk akal.

"Nggak nggak, gw mimpi pasti." Biru menggelengkan kepalanya agar tersadar. Kemudian berdiri sambil menepuk pipinya pelan. Ia berjalan hendak menghampiri Reta yang duduk di sisi lain sofa. Sedangkan Elvano pergi tak tahu kemana.

Bruk

"ADOHH, GALUH SIALAN" Galuh melebarkan matanya. Bukan mimpi ternyata, karena Galuh melihat Biru jatuh dengan kondisi mengenaskan terkelungkup. Dirinya hanya ingin memastikan kalau sedang tidak bermimpi, sengaja menjegal kaki Biru saat berjalan didepannya. Dan hasilnya fastastis.

Nata Twins -Aku RetaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang