12.00

24 1 0
                                        

Pertengkaran

"Sebenarnya aku ini siapa kamu sih kak?" Amara menatap Regan dengan mata berkaca-kaca. Amara hanya merasa Regan tidak benar-benar mencintainya. Dipikir pakai logika saja mana ada orang yang benar -benar mencintai tapi lebih mementingkan orang lain daripada pacarnya sendiri. Beberapa bulan belakangan ini hubungannya dengan sang pacar sedang tidak baik. Faktor utamanya karena mereka selalu berdebat tentang seseorang yang akhir-akhir ini dianggap masuk di hubungan mereka. Mungkin bukan mereka, hanya Amara lah saja yang memperdebatkannya.

"Kamu pacar aku dan aku akan selalu cinta kamu, Raa." Regan berujar lembut dengan menghapus air mata Amara yang sampai menetes ke pipi. Amara segera menepis tangan Regan dan menatapnya nyalang.

"Yaudah," Amara mengusap air matanya kasar. "Kamu pacar aku kan? Cinta aku?Aku minta kamu jangan deket-deket dia lagi," gelengan dari kekasihnya membuat air matanya kembali luruh, kini lebih deras dari sebelumnya.

"Raa, kita udah sering bahas masalah ini," Regan mengeluarkan kata itu supaya sang kekasih berhenti mempermasalahkan hal yang sama.

Regan mencoba menggenggam tangan Amara alih-alih luluh, lagi-lagi gadis itu  menepisnya. Regan menghela nafas panjang, dirinya bingung bagaimana supaya Amara dapat mengerti tanpa ia harus menjelaskan secara rinci.

Sudah 1 tahun setengah mereka menjalin hubungan. Selama itu pula Regan hafal betul watak dari gadis yang berstatus sebagai pacarnya itu. Amara yang dikenal banyak orang gadis dengan segudang keramahan dan sifat tenangnya. Nyatanya berbalik jika bersama Regan, mungkin awal pacaran sikap gadis itu masih sama, tapi lama kelamaan Amara berubah menjadi gadis egois yang selalu mau menang sendiri. Regan selalu mencoba memahami Amara, dia begitu karena di keluarganya Amara tak dapat mengeluarkan keinginannya. Lebih tepatnya gadis itu selalu dipaksa menurut tanpa adanya protes. 

Amara merupakan anak pertama dari empat bersaudara. Sebagai seorang kakak, Amara selalu di tuntut mengalah pada adik-adiknya. Di keluarganya prinsip yang tua selalu ngalah pada yang muda itu hal biasa. Mungkin karena itu ia selalu menutup mulutnya. Bukan hanya di keluarga, Amara juga menutup untuk dunia. Terlalu lama memendam sebuah rasa yang tak dapat dikeluarkan pada akhirnya menjadi boomerang sendiri untuknya.

Selayaknya bom yang awalnya tenang, bisa menghancurkan apa saja didekatnya dalam kedipan mata saat sudah meledak dasyat. Sebuah rasa pun sama, entah itu senang, sedih, atau juga marah. Dampak buruknya seseorang itu bisa mati rasa karena terlalu sering memendam emosi terlalu dalam dengan selalu diam.

"Yaudah kamu tinggal bilang dia siapa? apa hubungannya sama kamu? bukan melulu kamu bilang dia tanggung jawab kamu lah yang harus di lindungi, basi tau nggk!" Amara berbicara dengan nada rendah. Dari mata gadis itu, Regan dapat melihat marah dan kecewa yang bergabung menjadi satu.

Regan memang tak menunjukkan secara terang-terangan di depan semua orang dalam menjaga kedua adiknya. Yang dilakukannya memastikan Rena dan Reta selalu berada di dalam jangkauannya walau dengan jarak jauh. Ia menunjukkan itu semua didepan Amara tanpa memberinya penjelasan yang lebih detail. Regan memang menunjukkan reaksi kekhawatiran yang berlebihan terhadap Reta. Bukannya pilih kasih, hanya saja ia tahu Rena akan selalu aman saat berpergian karena ada mang Dadang bersamanya. Walau tidak lagi muda, jangan salah mang Dadang itu jagonya adu jotos. Jadi jangan diragukan, seleksi para pekerja dirumah Renald itu nggk main-main dulunya.

Sedangkan Reta, adik bungsunya itu selalu sendirian tanpa ada orang kepercayaan keluarganya yang mendampingi. Regan akui hebatnya Reta di dalam ilmu bela diri sudah hampir mengalahkannya. Tapi tetap saja tak bisa menghilangkan kalau  seorang perempuan itu kodratnya untuk dijaga. Diantara kedua kembar itu Reta yang paling susah ditemui keberadaannya kalau benar-benar berniat pergi. Gadis itu terlalu pintar membaca keadaan hingga kepekaan terhadap perilaku seseorang gampang tertebak. Jarang membawa ponsel, itu menjadi faktor utama Regan sulit mencari dimana Reta, karena hanya itu satu-satunya alat yang bisa dilacak untuk menemukan titik lokasi.

Nata Twins -Aku RetaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang