CHAPTER 30

80 6 0
                                        

Assalamualaikum semuaa...
Kembali lagi dengan Zulfa dan Arkhana

Hari ini ada yang mengejutkan loh, kira-kira apa yaaa

Happy reading guys 🥳🥳

_
_
_

Sore pun berlalu notif WhatsApp Zulfa terdengar membangunkan tidur Zulfa.

Zulfa mengambil ponsel yang berada tepat di sampingnya dengan mata yang masih sayu ia melihat pesan dari suaminya.

Mas Arkhana
(Mas mau take off dulu, kamu jangan lupa makan yaa)

Zulfa

(Iya mas, aku baru bangun tidur kamu hati-hati kerja hari ini)

Zulfa melihat jam yang tertera di ponselnya menunjukkan pukul 4 sore.

Zulfa pun segera mandi dan segera melaksanakan sholat ashar.

Setelah sholat ashar Zulfa menikmati udara sore di halaman rumah ayah.

Terlihat ayah yang sedang menyapu halaman.

"Eh anak ayah sudah bangun, gimana sudah lebih baik?" Tanya ayah yang menyenderkan sapu lidinya di badan pohon.

"Alhamdulillah ayah, sepertinya aku kelelahan" sahut Zulfa.

"Alhamdulillah kalau begitu" jawah ayah Rafandra.

"Ayah sudah makan?" Tanya Zulfa.

"Belum nanti saja" sahut ayah Rafandra.

"Atau kita pesan makanan online aja yah" saran Zulfa.

Di tengah perbincangan Zulfa dan ayah Rafandra datanglah mobil yang berhenti di depan halaman rumah ayah.

"Assalamualaikum" ucap salam Fatim dan Haris.

"Waalaikumsalam" ucap salam ayah dan Zulfa dengan senangnya.

Fatim dan Haris menyalimi Rafandra selaku kakak dan kakak ipar.

"Loh bibi kesini?" Tanya Zulfa dengan antusias.

"Iya, ayah kamu tuh yang kabarin bibi kamu kok gak bilang sama bibi" ucap bibi Fatim.

"Iya maaf bi tadi pagi aku di antar sama mas Arkhan eh sampe rumah ayah langsung ketiduran, hehe" penjelasan Zulfa.

"Eh sudah-sudah ngobrol di dalam saja" ucap ayah Rafandra.

"Iya ayok mumpung ayam geprek nya belum dingin" sahut Haris.

"Waaah ada ayam geprek, suka bangett" sahut Zulfa.

Mereka pun masuk ke rumah ayah Rafandra.

"Ayok sebelum makan berdoa dulu" ucap Fatim yang sedang menyiapkan piring di meja makan.

"Bismillahirrahmanirrahim, Allahumma barik lanaa fiimaa razaqtanaa wa qinaa 'adzaa bannar, aamiin" ucap Rafandra yang memimpin doa makan.

"Aamiin" sahut semuanya.

Mereka pun minikmati makanannya kecuali....

"Duh kok aku mual lagi ya nyium aroma ayam ini" ucap Zulfa di dalam hatinya.

"Kenapa Zulfa?" Tanya Fatim.

"Oh tidak apa Bi, ngomong-ngomong ayamnya enak loh" ucap Zulfa.

"Iya dong siapa lagi coba yang beli, Fatim" sahut Haris.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Aug 26, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

ARKHANA (ON GOING)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang