Fatih Aleyredia

6.4K 234 0
                                        

Fatih Aleyredia, siapa yang tak kenal lelaki itu? Lelaki bertubuh tinggi semampai, kulit yang putih dan senyum manis yang membuat adik bahkan kakak kelas di Universitas ini meleleh saat melihat senyum manisnya.

Bukan hanya anak kampus saja yang menyukainya, bahkan dosen pun terkagum padanya karena ia baik dan juga pintar dalam pelajaran apapun.

Setiap kali mataku memulai untuk memejamkan mata. Kurasa, senyum manis itu masih saja membuat mataku tak bisa tidur lagi dan lagi. Apa yang harus aku lakukan? Kurasa, sangat tidak mungkin jika aku tetap bertekad untuk menyukainya, terlebih ka Sheila jauh lebih pantas untuk menjadi pacarnya.

Lamunanku berhenti karena ada sesuatu yang mengingatkanku. Aku baru sadar ternyata aku tertidur didalam bis kota dan rumahku sudah terlewat sangat jauh. Sial, baru saja aku memikirkannya sudah seperti ini.

Akupun berhenti dan berjalan melihat jalanan yang kurasa hanya ada aku saja sendirian.

"Yaelah, yakali gue jalan sampai rumah? Mana udah jam 9 malem lagi. Mana ada angkot? Ojeg? Bahkan bis yang lewat? Senjaa senja, bodoh banget sih" Senja marah sendiri.

Aku marah, bukan marah lebih tepatnya kecewa dengan diriku yang teledor ini.

Dari kejauhan, terdengar bunyi motor yang berjalan mendekatiku.

"Ya Allah apakah itu begal? Jangan cabut nyawaku sekarangg!" Senja mengeluh, masalahnya saat ini sedang maraknya begal dimana - mana.

Aku duduk dijalanan karena aku sudah sadar bahwa motor itu sudah berhenti tepat didepanku. Apa yang harus aku lakukan sekarang?

"Senja?" Seseorang memanggil namaku.

Kok dia tau nama gue? Jangan - jangan begal iti udah ngincer gue dari lama? Ibuu tolong senjaa. Pikiran negative bermunculan dikepala Senja.

"M..mau apa lo begal?" Senja berkata sembari menutup matanya.

"Begal? Hahahaha, berdiri terus buka mata kamu deh" Seseorang itu berucap.

"Seriusan lo bukan begal" Senja memastikan.

"Hahahahaha" Seseorang itu tertawa.

Akupun berusaha berdiri dan membuka mataku yang sedari tadi berada tepat menutupi wajahku.

"Baaaaa" Seseorang tadi mengaggetiku. Betapa terkejutnya aku ketika mengetahui bahwa seseorang itu adalah orang yang sedang kusukai.

"Ka Fatih? Ko kaka ada disini?" Senja takpercaya.

"Tadi habis dari rumah temen, lah? Kamu sendiri ngapain disini? Malem - malem ada begal loh wkwkwk" Kak Fatih meledek.

"Dih, ngeledek" Senja cemberut.

"Hahahaha" Tawa Kak Fatih menggelegar.

"Udah tau gara - gara mikirin kaka tadi bis upss" Senja dengan polos dan amarah yang beradu mengucapkannya tanpa malu.

"Hah? Seriusan nja?" Kak Fatih bertanya.

"Ngga lah heheh" Dusta Senja.

"Mau kaka anterin pulang?" Tawaran yang menggiurkan.

"Beneran?" Senja bertanya, mungkin ia berusaha memastikan.

"Iya senjaaa, beneranlah" Kak Fatih dengan jujurnya.

Senja tersenyum, "Okey"

Ini beneran ya gue satu motor sama kak Fatih? Batin Senja bertanya.

Aku memukul pipiku dan Awww, ini sakit ya benar ini nyata. Ya allah, terima kasih banyakkkkk atas kegalauanku yang dibalas dengan satu motor dengan Kak Fatih ini.

Ah, senang rasanya.

----+-

Hai, maaf baru update. Because, my homework very much. Eaa belaga Inggris heheh

Show Me You CARECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang