Back To Normal

2.5K 116 0
                                        

"Aku? Aku Senjalah Alfa" Ucapku sedikit meyakinkan.

"Mungkin ini memang saatnya untuk kasih tau Alfa tentang kebenarannya"

Alfa masih terdiam setelah mendengar jawabanku barusan.

"Baiklah, aku akan menceritakan semuanya"

"Alfa-

"Kenapa kamu selalu ada dimimpi aku nja? Kenapa? Kenapa kamu selalu buat mimpi aku indah, buat tidur aku nyenyak sampai aku telat masuk kerja disetiap harinya. Kenapa nja? Kamu itu siapa? Tolong jelasin ke aku semuanya apa yang terjadi di masa lalu." Ucap Alfa memotong pembicaraanku.

"Aku selalu ada di mimpinya?"

"Aku minta maaf fa" ucapku menunduk.

"Aku ngga minta kamu buat minta maaf nja, aku cuma minta kamu- Alfa menoleh "Senja, kenapa kamu nangis?" Tanya Alfa yang membuatku tetap menunduk.

"M...maafin aku Alfa" ucapku lirih.

"Liat aku nja, buka mata kamu. Kamu kenapa?" Tanya Alfa mulai khawatir.

Alfa membawaku kedalam pelukan hangatnya, terdengar suara detak jantung yang tak stabil disini. Aku bingung, harus darimana aku menceritakan semuanya. Maafkan aku Alfa, semuanya salahku.

"Udah jangan nangis lagi, aku ngga ngerti kenapa kamu nangis nja. Maafin aku sempat kasar tadi. Udah kamu jangan nangis lagi ya nja" Ucap Alfa yang masih memelukku.

Alfa melepaskan pelukannya, dan pergi entah kemana. Meninggalkan aku bersama langit malam sendirian.

"Maaf, maaf, maaf"

Apa perlu beribu kata maaf ku ucapkan agar semuanya bisa kembali normal?

"Nih" Ucap Alfa yang sudah duduk disampingku sembari memberikan segelas wedang jahe hangat.

Akupun meminumnya, lalu kembali kedalam posisi memeluk kakiku.

"Baik, aku akan menceritakan semuanya"

"Dulu kita itu rekan kerja, aku yang awalnya hanya magang dicafe karena untuk menambah biaya kuliahku.

Kamu itu atasan aku, atasan yang baik, sabar hadapin aku yang terkadang plin plan dan kamu juga perhatian.

Hingga akhirnya lama kelamaan, timbul perasaan suka dan kasih sayang sama kamu fa. Saat itu, kita pergi ke pantai ini. Dan, disinilah kamu nyatain perasaan suka kamu, dan kamu-

"Aku ngelamar kamu?" Jawab Alfa melanjutkan pembicaraanku.

Aku menoleh ke arah Alfa, kulihat sedikit cairan bening sedang berlinang disana.

"I..iya, kamu ngelamar aku" Ucapku yang tak lama meneteskan air mata juga.

"Iya, jadi itu semua nyata? Itu mimpi aku, mimpi aku yang selalu datang disetiap malamnya. Mimpi aku yang buat aku nyenyak tidur. Kenapa kamu ngga bilang dari awal, aku sering deja vu. Bahkan, tanpa kamu tau, aku sering kerumah kamu tanpa sebab. Tiba - tiba ada didepan rumah kamu. Kenapa kamu bohong nja?" Ucap Alfa lirih.

"Saat itu, kamu jemput aku kuliah. Dan saat itu juga tepat dimana satu minggu sebelum acara pelamaran dirumah aku. Tapi, semuanya fatal, gagal dan hancur karena salah aku." Ucapku kembali meteskan air mata lagi.

Alfa terdiam, menunggu lanjutan ceritaku sepertinya.

"Saat kamu jemput aku, kamu main dirumah aku. Dan ngerjain tugas skripsiku. Kamu ingat waktu itu aku pernah kasih laptopku yang berisi tugas kuliahku? Itu semua kamu yang buat fa. Kamu selalu bantuin aku ngerjain tugas - tugas kuliah. Dan sore itu juga kamu lagi bantuin aku. Awalnya aku suruh kamu pulang sore karena feelingku ngga enak. Tapi, kamu nolak, kamu lebih milih pulang malam demi bantuin tugas kuliahku.
Dan kamu tau? Malamnya semua terjadi, semua yang aku ngga pernah terfikir olehku sebelumnya terjadi.

Aku kesal, marah, sedih sama diri aku sendiri. Maafin aku fa. Karena aku, kamu tabrakan dan-

"Amnesia? Itu sebabnya kamu bohong sama aku?" Ucap Alfa memotong pembicaraanku lagi.

Aku hanya mengangguk perlahan. Pertanda jawaban -Iya-.

"Maafin aku fa, karena aku kamu jadi amnesia" Ucapku lirih.

Alfa membawaku kedalam pelukannya. Alfa menciumi puncak rambutku.

"Semuanya bukan salah kamu nja. Udah jangan sedih, aku disini. Aku udah kembali" Ucap Alfa menyemangatiku.

Aku tersenyum, semuanya kembali seperti awal. Alfa sudah kembali. Semuanya sudah normal. Terimakasih ya Allah swt, telah mengabulkan doaku.

Langit sudah mulai gelap, air laut masih berusaha untuk  menuju pantai, suara gemuruh lautan menjadi saksi percintaanku dengan Alfa kembali seperti biasanya. Semuanya kembali normal.

"Besok aku jemput ya nja, kamu kuliah kan?" Tanya Alfa saat aku hendak turun dari mobilnya.

"Iya, aku kuliah. Yaudah aku masuk kedalam ya" Ucapku pada Alfa, belum sempat aku membuka pintu Alfa memegang lenganku. Akupun menoleh, dan mendapati Alfa sedang tersenyum melihatku.

"Ah, senyum itu. Rasanya sudah lama aku tak melihatnya"

"Jangan sedih lagi, semuanya udah kembali normal. Aku udah kembali buat kamu." Ucap Alfa lagi.

Akupun tersenyum, dan keluar dari mobil Alfa.

Mobil itupun mulai menghilang dari penglihatanku.

Hari ini, rasanya bagaikan hari - hari yang sangat menyenanangkan lainnya.

Akupun masuk kedalam rumah dengan keadaan bahagia. Akhirnya, aku bisa melakukannya.

"Ibuuuuuuu" ucapku memeluk ibuku yang sedang menonton acara televisi malam.

"Bagaimana sayang?" Tanya Ibuku.

"Aku udah ceritain semuanya, seperti yang ibu kira Alfa bahkan ngga marah bu sama aku. Perasaan aku aja yang berlebihan." Ucapku menjelaskan.

"Apa yang ibu bilang? Kamu terlalu takut dan ngga percaya diri." Ucap ibuku memeri nasehat.

Akupun tersenyum, "Yaudah bu, aku mau masuk ke kamar ya" Ucapku meminta izin.

Akupun pergi menuju kamarku. Merebahkan diri diatas ranjang empuk milikku. Ah, rasanya hari ini adalah hari terpanjang yang kurasakan.

Ketakutanku pada diriku sendiri ternyata yang membuat diriku menjadi lihai membohongi Alfa.

Semuanya berjalan sesuai rencana. Apa yang aku rasakan ternyata tidak semenakutkan apa yang aku pikirkan.

Alfa, rasanya senang mendengar nama itu lagi dan lagi. Nata indahnya tadi, bahkan aku sudah hampir sangat lama tidak meliat mata indah nan menawan itu dadi sumber aslinya.

Aku bahagia, bahkan bahagia lebih dari sebelumnya. Alfa kembali menyayangiku. Bahkan, ia tak atas kelakuan bodohku itu.
Alfa, aku mencintaimu.

----------
Haloha! Sesuai janjikan untuk minggu ini update 2 part! Heheh. Udah tuh ya janjinya.

Bubaaay!

Show Me You CARECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang