Melihat beam mengarah pada kami membuat kami semua terpaku, kemudian laser itu pun meluncur ke arah kami.
"Gawat!"Pekik Usopp.
Lalu sebelum kami bisa menghindar, kami sudah terpental karena terkena serangan beam tersebut.
"Kita dijebak! Mana mungkin Pemerintah akan menyambut kita!"Pekik Usopp.
'Setelah dipikiran benar juga... Ini pulau pemerintah, tak seharusnya kami percaya dengannya begitu saja tadi.'Pikir Bunshin-ku.
"Kita dibiarkan masuk semudah itu. Aku sudah menduga itu aneh!"Pekik Nami.
"Membantai kita setelah memancing kita... Ternyata itu rencananya, ya!"Ucap Franky.
"Jadi, untuk itu mereka menurunkan Pacifista, dan juga berwujud seperti Jinbei!"Ucap Robin.
"Maksudnya mereka ingin menguji coba Pacifista berwujud Jinbei itu untuk melawan kita? Kita dijadikan kelinci percobaan?! Dasar peneliti sialan!"Ucap Bunshin-ku kesal dengan perempatan yang muncul dipipinya.
"Dasar, hobi peneliti memang tak bisa aku pahami!"Ucap Sanji.
"Hentikan, Jinbei!"Pekik Nami.
"Sepertinya dia tak merespon pada nama itu."Ucap Robin.
"Tentu saja, karena dia bukan Jinbei, tapi Pacifista."Ucap Bunshin-ku.
"Berarti, dia ini tiruan Jinbei, ya!"Ucap Nami.
"Jangan tertipu dengan penampilannya! Dia itu musuh!"Ucap Usopp.
"Ya, meski dia seperti Jinbei, tapi dia Pacifista. Jadi jangan ragu-ragu menyerangnya, Nami."Ucap Bunshin-ku.
"Kau pasti mengira aku akan menganggap remeh, kan? Jangan kira aku tak akan menyerang hanya karena wujudmu anak-anak!"Pekik Nami pada Pacifista Jinbei itu.
Lalu kami semua terbelalak terkejut saat melihat Pacifista Jinbei itu nyebur masuk ke lantai.
"Pengguna kekuatan buah iblis?!"Pekik Usopp histeris.
'Kekuatan itu... Bukankah itu kekuatan Senor Pink? Apa pria sejati itu sudah mati makanya kekuatannya dimiliki orang lain?'Pikir Bunshin-ku yang terkejut melihat itu.
"Apa maksudnya ini?"Ucap Nami.
"Kita harus bagaimana, Nami? Apa kita akan bertarung?"Ucap Zeus yang berada di tongkat yang Nami pegang.
"Matte, Zeus."Ucap Nami.
"Oi, ini bohong, kan? Kemampuan itu..."Ucap Franky yang juga mengenali kalau kemampuan itu adalah milik Senor Pink.
'BRAK!'
Bunshin-ku langsung menendang Pacifista Jinbei itu sampai terpental menabrak dinding saat di tiba-tiba muncul di depan Nami sampai.
"Kau baik-baik saja, Nami?"Tanya Usopp sambil berlari menghampiri Nami.
"Sialan... Beraninya kau mau mencelakai Nami!"Geram Bunshin-ku.
"Aku baik-baik saja. Arigatou, (Namamu)."Ucap Nami.
"Teme! Terlepas ini perbuatan Vegapunk atau bukan, kau tak akan aku maafkan!"Pekik Franky.
"Yosh, akan aku eksekusi kau! Meski kau itu Jinbei sekalipun!"Pekik Sanji dengan kaki yang sudah berapi-api.
Lalu Pacifista Jinbei kembali terkena serangan sampai membuat dia terpental.
"Aku juga sama. Aku tak bisa memaafkan perbuatannya yang akan menyerang Nami!"Ucap Robin.
Lalu tiba-tiba muncul setengah badan Robin yang sangat besar kemudian menyerang Pacifista Jinbei dengan tangannya yang sangat banyak, tapi Pacifista Jinbei bisa menahan serangan itu dengan perisai air laut yang dia buat.
KAMU SEDANG MEMBACA
One Piece 2
FanfictionSeandainya kamu masuk ke dunia One Piece..... Ini cerita One Piece tapi yang kedua. Silahkan baca One Piece yang pertama terlebih dahulu supaya mengerti.
