⚠️WARNING⚠️
Jadikan Al Qur'an bacaan utama ya guys🤗
Rasulullah SAW memberi motivasi, "Siapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah, maka baginya satu kebajikan, sedangkan dari kebajikan dilipat gandakan menjadi sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan bahwa alif lam mim satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf." Maka jika seorang Muslim membaca setiap hari 10 ayat, sudah berapa kebaikan yang dicatat oleh Allah kepadanya?
Jangan sampai kita lupa untuk membaca Al Qur'an walaupun dalam sehari hanya 1 ayat🥰
Happy reading
*****
Rakhan menggandeng Nazira yang tampak lemas berjalan keluar dari kantor polisi. Ucapan ibu tirinya tadi membuat pikiran Nazira menjadi tidak tenang. Kata-kata itu terus terngiang di kepalanya dan membuatnya berpikir macam-macam.
Mereka berjalan perlahan menuju tempat parkir mobil. Setibanya di sana, Rakhan segera membukakan pintu mobil untuk Nazira. Setelah Nazira masuk dan duduk, Rakhan menutup pintunya dengan hati-hati. Ia kemudian berjalan menuju ke sisi kemudi, masuk ke dalam mobil, dan mulai melajukan kendaraan itu dengan perlahan.
Sepanjang perjalanan suasana di dalam mobil dipenuhi keheningan. Tidak ada percakapan di antara mereka. Hanya terdengar suara mesin mobil dan sesekali suara klakson dari jalan.
Sesekali Rakhan melirik ke arah istrinya. Wajah Nazira terlihat lesu. Matanya menerawang ke depan, seolah sedang memikirkan hal yang berat. Sorot matanya kosong dan raut wajahnya tampak lelah.
Rasa khawatir muncul di hati Rakhan.
"Kamu baik-baik saja, Zira?" tanya Rakhan dengan nada khawatir.
Mendengar pertanyaan, Nazira menoleh. Ia menatap Rakhan sebentar. Setelah itu ia mengangguk pelan sebagai jawaban.
Tanpa berkata apa-apa lagi, Nazira lalu menyenderkan kepalanya di pundak Rakhan. Ia memejamkan mata dan mencari ketenangan dari Rakhan.
Rakhan tidak bertanya lagi. Ia hanya mengulurkan tangan kirinya dan menggenggam tangan Nazira dengan erat. Sambil tetap fokus mengemudi, ia sesekali mengusap punggung tangan istrinya, memberi isyarat bahwa ia ada di sampingnya selalu.
"Bagaimana jika benar karma itu akan terjadi padaku, Mas?"
Pertanyaan itu tiba-tiba terlontar dari mulut Nazira. Nadanya pelan, tetapi mengandung kegelisahan yang dalam.
Rakhan menoleh ke arah istrinya sejenak. Ia memperhatikan wajah Nazira yang tampak cemas. Tanpa berkata apa-apa, ia kemudian menepikan mobilnya ke bahu jalan. Setelah mobil berhenti, kedua tangannya terulur. Ia menggenggam tangan Nazira dengan erat, bermaksud untuk menenangkan.
"Kenapa kamu bertanya seperti itu?" tanya Rakhan pelan.
Nazira menunduk. Ia tidak langsung menjawab. "Aku hanya kepikiran saja," ucapnya.
"Dek," panggil Rakhan dengan suara yang lembut.
Mendengar panggilan itu, Nazira mengangkat wajahnya dan menatap Rakhan. Matanya mulai berkaca-kaca.
"Tetaplah berpikir positif," ucap Rakhan menenangkan. "Dan percaya kepada Allah bahwa hal-hal baik akan selalu bersama kita jika kita juga sudah ingin menjadi baik."
KAMU SEDANG MEMBACA
Nazira
Romance"LO HARUS TOLAK PERJODOHAN INI!!!" Ucap wanita itu yang sangat kesal dengan lelaki yang di hadapannya itu yang sama sekali tidak menolak dengan perjodohan ini. "Maaf, saya tidak bisa." Jawaban dari lelaki itu membuat sang wanita itu semakin emosi. "...
