⚠️WARNING⚠️
Jadikan Al Qur'an bacaan utama ya guys🤗
Rasulullah SAW memberi motivasi, "Siapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah, maka baginya satu kebajikan, sedangkan dari kebajikan dilipat gandakan menjadi sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan bahwa alif lam mim satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf." Maka jika seorang Muslim membaca setiap hari 10 ayat, sudah berapa kebaikan yang dicatat oleh Allah kepadanya?
Jangan sampai kita lupa untuk membaca Al Qur'an walaupun dalam sehari hanya 1 ayat🥰
Happy reading
*****
Rakhan memapah Nazira berjalan menuju ndalem untuk berpamitan pulang. Langkah mereka berjalan pelan dan beriringan.
Di sepanjang perjalanan, Rakhan sesekali tersenyum kepada para santri yang menyapanya. para santri itu menundukkan kepala sebagai bentuk penghormatan ketika berpapasan dengan Rakhan dan Nazira.
"Kalau di pesantren seperti ini, ya?" tanya Nazira. Ia masih merasa asing melihat sikap para santri yang membungkukkan sedikit badannya ketika mereka lewat.
"Iya," jawab Rakhan. "Itu merupakan tanda tawadhu atau bentuk menghormati guru mereka," lanjutnya.
"Kenapa harus membungkuk?" tanya Nazira penasaran.
"Karena Al'adabu faqol 'ilmi, adab itu lebih tinggi daripada ilmu. Yang mereka lakukan itu adalah salah satu adab mereka terhadap guru." jawab Rakhan
Nazira mengangguk. "Mengapa adab harus lebih tinggi darpada ilmu?" tanya Nazira lagi.
Rakhan menoleh ke arah istrinya sembari tersenyum. "Kami selalu mengatakan kepada mereka untuk mengutamakan akhlak atau adab karena kalau hanya berilmu iblis pun lebih tinggi ilmunya daripada manusia. Tetapi, kalimat ini bukan sedang berbicara nilai, tapi sedang menujukkan posisi bukan menujukkan perbandingan nilai. Adab diletakkan di atas ilmu bukan untuk mengalahkan ilmu tapi untuk mengarahkannya. Contoh perumpamaan. Atap berada di atas rumah, bukan karena atap lebih berharga dari isi rumah, tetapi tanpa atap semua isi rumah bisa rusak. Lalu, kalau adab lebih utama dari pada ilmu, kenapa Allah SWT. memerintahkan kita untuk IQRO (bacalah). Dan untuk apa para ulama menulis ribuan kitab? Karena itulah ilmu itu tetap penting, namun harus berjalan di bawah kendali adab dan adab tidak lebih tinggi nilainya dari ilmu, tetapi lebih dulu posisinya dalam penggunaan. Kita semua yang disini tidak hanya mendidik mereka untuk berilmu saja tetapi harus juga beradab. Karena tanpa adab ilmu yang mereka pelajari seperti sia-sia," jelas Rakhan.
Nazira mendengarkan penjelasan itu dengan saksama. Ia memperhatikan setiap gerakan para santri yang lewat di hadapan mereka. Sikap hormat yang ditunjukkan para santri membuat suasana di lingkungan pesantren terasa tenang dan penuh adab.
Nazira kemudian mengangguk. Ia mulai memahami maksud dari kebiasaan tersebut. Baginya, hal itu merupakan bentuk penghormatan yang baik untuk dijaga. Dan ia mendapatkan sedikit pelajaran dari ini.
Mereka melanjutkan langkah menuju ndalem. Suasana di sekitar tetap ramai oleh suara langkah kaki dan sapaan para santri.
Sesampainya di ndalem, kediaman kedua orang tua Rakhan, mereka melangkah masuk menuju pintu yang tidak tertutup.
Tatapan Nazira dan Rakhan langsung tertuju pada seorang gadis yang sedang duduk di samping Fatimah. Gadis itu adalah Adiba.
KAMU SEDANG MEMBACA
Nazira
Romance"LO HARUS TOLAK PERJODOHAN INI!!!" Ucap wanita itu yang sangat kesal dengan lelaki yang di hadapannya itu yang sama sekali tidak menolak dengan perjodohan ini. "Maaf, saya tidak bisa." Jawaban dari lelaki itu membuat sang wanita itu semakin emosi. "...
