EMPAT PULUH SATU

171 26 4
                                        

⚠️WARNING⚠️
Jadikan Al Qur'an bacaan utama ya guys🤗

Rasulullah SAW memberi motivasi, "Siapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah, maka baginya satu kebajikan, sedangkan dari kebajikan dilipat gandakan menjadi sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan bahwa alif lam mim satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf." Maka jika seorang Muslim membaca setiap hari 10 ayat, sudah berapa kebaikan yang dicatat oleh Allah kepadanya?

Jangan sampai kita lupa untuk membaca Al Qur'an walaupun dalam sehari hanya 1 ayat🥰

Happy reading

*****

Nazira menenggelamkan wajahnya di dada Rakhan. Ia merasakan rasa nyaman, tenang, dan aman. Dekapan itu memberikan ketenangan yang selama ini ia cari. Tangan Rakhan mengusap punggungnya secara perlahan dan lembut. Setiap usapan tersebut seakan menghapus seluruh kegelisahan yang terdapat di dalam hati Nazira.

"Aku minta maaf, Rakhan. Karena sudah salah paham sama kamu," ucap Nazira dengan suara yang bergetar.

Rakhan menggeleng. "Tidak perlu minta maaf. Saya yang salah karena sudah menyembunyikan hal ini dan membuatmu menjadi salah paham."

Keheningan beberapa saat menyelimuti mereka. Nazira kemudian berbisik pelan, "aku takut."

"Takut kenapa?" Tanya Rakhan sedikit heran.

"Aku takut kalau kamu menikah lagi," jelas Nazira. Suaranya terdengar lirih dan mengandung kecemasan.

Mendengar pengakuan tersebut, Rakhan kembali menguatkan pelukannya kepada Nazira. Pelukan itu terasa lebih erat daripada sebelumnya.

"Nazira, dengarkan saya," ucap Rakhan.

Ia menahan ucapannya sebentar sebelum melanjutkan perkataannya. "Saya hanya menikah sekali dalam seumur hidup. Istri saya hanya satu, yaitu Zoya Nazira Alifiana. Saya ingin selalu bersama denganmu. Saya ingin berjalan bersama denganmu untuk mengejar cinta-Nya Allah SWT. Saya selalu berharap supaya kita dapat terus bersama, tidak hanya di dunia, melainkan juga di Surga."

Ucapan itu masuk ke dalam hati Nazira. Kata-kata Rakhan memberikan kepastian dan menghapus seluruh keraguan yang selama ini mengganggu pikirannya.

Dengan suara yang pelan, Rakhan kemudian membisikkan ke teliga Nazira dan berkata, "Anna uhibukki fillah, zawjati."

Nazira semakin menenggelamkan wajahnya di dada suaminya. Wajahnya memerah karena menahan rasa malu setelah mendengar ucapan suaminya barusan.

Rakhan sedikit terkekeh melihat istrinya yang sedang menahan rasa salah tingkah. Tawanya terdengar ringan dan penuh kasih sayang.

Ia kemudian melepaskan pelukannya dengan perlahan. Setelah itu, ia menatap wajah Nazira dengan intens. Tatapan tersebut mengandung kelembutan, perhatian, dan ketulusan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.

Berapa detik kemudian, Rakhan mendekatkan wajahnya kepada Nazira.

Cuppp...

Ia mengecup kening Nazira dengan lembut. Sentuhan itu terasa hangat dan menenangkan. Perlakuan tersebut membuat istrinya semakin merasa salah tingkah.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: 16 hours ago ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

NaziraCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang