Hari demi hari berlalu di vila pegunungan yang tenang, membawa serta angin sejuk perbukitan yang perlahan-lahan menyembuhkan luka fisik maupun batin bagi para penghuninya.
Kondisi Ester kini sudah jauh membaik. Warna kulitnya yang sempat pucat pasi kini kembali merona segar, dan senyum manis yang sempat hilang akibat rentetan teror mengerikan kini mulai menghiasi bibirnya setiap pagi.
Meskipun dokter pribadi keluarga tetap mewajibkan pemeriksaan rutin serta melarangnya melakukan aktivitas berat, energi dan keceriaan Ester berangsur-angsur pulih seperti sediakala.
Seiring dengan membaiknya kesehatan fisik tersebut, pemulihan emosional Ester juga menunjukkan perubahan yang luar biasa. Ia tidak lagi membiarkan pikirannya diracuni oleh kecemasan berlebihan atau rasa curiga yang tidak beralasan. Ester belajar untuk merangkul perasaannya secara dewasa, terutama dalam hubungannya dengan Damian.
Tidak ada lagi gengsi atau perdebatan egois seperti di masa lalu.
Kini, Ester justru tidak segan-segan menunjukkan rasa perhatian dan kepeduliannya yang mendalam pada sang suami.
Mengingat Damian juga masih berada dalam masa pemulihan fisik akibat luka-luka lebam dan jahitan di lengannya pasca pertempuran sengit melawan anak buah Dito, Ester mengambil alih peran untuk merawat pria itu dengan penuh ketelatenan.
Setiap pagi, Ester dengan sabar membantu mengganti perban di lengan Damian, menyiapkan obat-obatan tepat waktu, hingga menyuapi suaminya makanan bergizi dengan senyuman manis yang selalu berhasil membuat debar jantung Damian bergemuruh hebat.
Perubahan sikap Ester ini menciptakan keharmonisan baru yang begitu manis di antara mereka. Pernikahan yang dulunya dingin dan kaku kini telah berubah menjadi ikatan penuh cinta yang hangat dan romantis.
Seperti sore itu, ketika cahaya keemasan matahari mulai meredup di balik pegunungan, Damian duduk di sofa ruang baca sambil memeriksa beberapa dokumen penting. Tiba-tiba, sebuah cangkir teh chamomile hangat diletakkan dengan lembut di atas meja di hadapannya.
"Sudah waktunya istirahat, Dokter Damian," tegur Ester lembut sambil berdiri di samping suaminya, mengenakan dress hamil berpotongan longgar berwarna biru muda yang membuatnya tampak semakin anggun.
Damian mendongak, menatap istrinya dengan tatapan lekat yang tidak pernah luntur. Ia meraih pinggang Ester, menarik pelan tubuh wanita itu agar duduk di pangkuannya. Ester sempat berseru kecil karena terkejut, namun ia tidak menolak.
Sebaliknya, ia melingkarkan kedua tangannya di leher Damian, membiarkan suaminya menyurukkan wajah di ceruk lehernya.
"Aku nggak butuh istirahat, Ester. Yang kubutuh sekarang hanya memelukmu seperti ini," bisik Damian serak, mengecup lembut rahang Ester, menciptakan geliat manis yang membuat sang puan tersipu malu.
"Kamu ini, lukamu belum sepenuhnya kering tapi sudah mulai gombal," protes Ester dengan nada manja, meskipun rona merah jelas menghiasi pipinya.
Damian tersenyum tipis, mengeratkan dekapannya.
"Aku serius. Sejak kamu mulai tersenyum dan memperhatikannya seperti ini, lukaku rasanya sembuh dua kali lebih cepat."
Ester tertawa kecil, sebuah tawa renyah yang sangat dirindukan oleh Damian. Jemari lentiknya dengan lembut merapikan helai rambut hitam suaminya, lalu mendaratkan sebuah ciuman singkat di kening Damian.
Di detik-detik intim itu, dunia seolah milik mereka berdua. Tidak ada lagi jarak, tidak ada lagi keraguan. Yang ada hanyalah rasa syukur yang bersarang di hati keduanya.
Namun, kedamaian manis di vila pegunungan itu rupanya berbanding terbalik dengan situasi di luar sana yang mulai kembali bergolak.
Meskipun Dito-ayah kandung Damian-berhasil melarikan diri dan kini berstatus sebagai buronan utama yang diburu oleh pihak kepolisian, pria tua itu tidak serta-merta tinggal diam.
Dalam persembunyiannya yang gelap dan sempit, Dito menyadari bahwa dirinya tidak bisa lagi bergerak bebas di permukaan akibat jaringan bisnis ilegalnya yang telah dilumpuhkan total oleh Damian.
Karena itulah, Dito kembali bermain api dengan memanfaatkan orang-orang baru yang memiliki dendam kesumat yang sama pada keluarga Damian. Kali ini, rencana balas dendam itu kembali melibatkan dua sosok dari masa lalu Ester juga Damian: Ramor dan Didi alias Diego Andreas.
Diego Andreas-mantan kekasih Ester yang dulu pernah mencoba merusak hidup wanita itu sebelum akhirnya disingkirkan oleh Damian-mendapatkan kesempatan emas dari Dito. Bersama kaki tangannya, Ramor, Didi merasa dendam kesumatnya belum tuntas.
Ia ingin merebut kembali apa yang dulunya ia anggap sebagai miliknya, sekaligus menghancurkan Damian secara perlahan demi kepuasan egonya.
Di sebuah markas rahasia di pinggiran kota, Didi dan Ramor tengah merancang strategi kotor untuk mengambil alih misi penyerangan yang sempat gagal dilakukan oleh anak buah Dito sebelumnya.
"Pria berengsek itu sudah mulai melemah karena terlalu sibuk melindungi istrinya di vila terpencil itu," ucap Didi sinis sambil memutar sebatang rokok di jemarinya, matanya menyiratkan kebencian mendalam pada Damian dan Ester.
"Karena Dito sekarang buronan polisi dan tidak bisa bergerak bebas, kitalah yang harus mengambil alih sementara misinya."
"Kau benar, Didi," sahut Ramor menyeringai licik.
"Kita culik Ester dari vila itu. Jadikan dia umpan empuk untuk memancing Damian keluar dari persembunyiannya. Kali ini, kita tidak boleh gagal."
Dua sekutu yang dipersatukan oleh rasa benci dan ambisi gelap itu mulai menyusun rencana penyusupan yang jauh lebih matang dan berbahaya, memanfaatkan celah-celah kecil yang belum terpikirkan oleh pengawal Damian.
Mereka tidak tahu bahwa cinta dan ikatan yang terjalin antara Damian dan Ester kini telah menjadi baja yang jauh lebih kuat dari sebelumnya.
Dan siapapun yang berani mencoba mengusik kebahagiaan kecil di vila pegunungan itu, harus siap berhadapan langsung dengan murka seorang suami yang mempertaruhkan seluruh hidupnya demi melindungi sang pujaan hati.
~~~
Udah lama gak spam update 😭
Diusahain deh tahun ini ONS tamatt.
Eh kalau bisa sih akhir bulan ini ya beb wkwkwk 🤘🔥
KAMU SEDANG MEMBACA
One Night Sleep [REVISION]
RomanceBACA GRATIS SELAGI ON GOING❗ ⚠️ 21+ area. (Jangan DENIAL baca jika masih di bawah umur!). ⚠️ Contains harsh language, swearing and vulgarity. ⚠️ Full Fiction. ~~~ Bukan CEO, bukan mafia, apalagi starboy ibu kota. This is the sole heir to the misch...
![One Night Sleep [REVISION]](https://img.wattpad.com/cover/359520567-64-k251286.jpg)