Suara ketukan halus jarum jam dinding di kamar utama seolah berdetak seirama dengan napas teratur dua bayi mungil yang tengah tertidur lelap di dalam crib putih gading. Cahaya matahari pagi merangsek masuk melalui celah gorden, memantulkan bias keemasan yang hangat di atas lantai kayu kamar tersebut.
Ester duduk bersandar nyaman di atas ranjang king size. Mengenakan piyama katun longgar berwarna biru pastel, ia memperhatikan sang suami dari kejauhan dengan senyuman kecil yang tak pernah luntur dari bibirnya.
Damian-pria yang dulunya dikenal dingin, kaku, dan selalu dikelilingi oleh aura intimidasi-kini tampak berdiri di depan meja ganti popok dengan penuh konsentrasi. Lengan kaos rumahan berwarna putih miliknya digulung sampai siku. Dengan gerakan yang sangat telaten dan hati-hati, ia tengah mengenakan pakaian bayi bermotif beruang kecil ke tubuh si bungsu, Daniel.
"Nah, jagoan kecil Papa sudah rapi. Jangan rewel lagi ya, biar Mama bisa istirahat," bisik Damian lembut pada sang bayi, seolah bayi mungil itu mengerti ucapannya.
Setelah selesai, Damian mengangkat Daniel dengan sangat hati-hati, lalu membawanya mendekat ke arah ranjang tempat Ester duduk. Ia memposisikan tubuh bayi itu di sebelah kakaknya, Darren, yang sudah lebih dulu terlelap.
Damian kemudian merangkak naik ke atas ranjang, merebahkan tubuhnya di sisi Ester. Tanpa ragu, ia menarik istrinya ke dalam dekapan hangatnya, membiarkan kepala Ester bersandar sempurna di dada bidangnya. Jemari kokoh Damian dengan penuh kasih mengusap rambut panjang sang istri.
"Mereka sudah tidur pulas, Sayang," bisik Damian serak, mengecup puncak kepala Ester penuh puja.
"Kamu juga harus istirahat. Dari semalam kamu kurang tidur karena bergantian menyusui."
Ester mendongak, menatap lekat-lekat manik mata suaminya. Ada binar kedamaian dan rasa syukur yang teramat besar terpancar di sana. Ia menggeleng pelan, lalu merapikan surai rambut Damian.
"Aku nggak apa-apa, Sayang. Menjadi seorang ibu ternyata melelahkan, tapi di saat yang sama, ini adalah hal terindah yang pernah aku rasakan seumur hidupku," ucap Ester tulus.
Mendengar kalimat itu, Damian tersenyum hangat. Ia semakin mengeratkan dekapannya, menyatukan tubuh mereka dalam kehangatan pagi yang menenangkan.
Jika ditarik mundur ke belakang, tidak pernah ada di dalam bayangan mereka berdua bahwa hari bahagia ini akan benar-benar tiba. Semua kisah cinta mereka tidak bermula dari sebuah perkenalan romantis yang indah. Hubungan mereka lahir dari sebuah kesalahan, keterpaksaan, dan takdir tak terduga yang sempat disangkal oleh waktu.
Dulu, Ester mati-matian menolak kenyataan, merutuki nasib, dan menganggap pernikahan mereka serta kehamilan tak terencana itu adalah sebuah malapetaka besar dalam hidupnya.
Begitu pula dengan Damian yang sempat tertutup oleh kepahitan masa lalu, trauma kelam kehilangan sang ibu, serta teror-teror mengerikan yang mengancam nyawa mereka.
Namun, waktu dan badai telah membuktikan segalanya. Ujian demi ujian-mulai dari bayang-bayang kejam Dito, pengkhianatan Laura, hingga rasa takut akan fobia yang melumpuhkan-telah berhasil mereka lewati bersama.
Dan kini, mereka berdua tengah menikmati buah manis dari setiap air mata dan kesulitan di masa lalu untuk merayakan kemenangan cinta mereka.
Kisah mereka bukanlah sebuah akhir dari sebuah cerita novel, melainkan awal dari sebuah perjalanan baru yang jauh lebih panjang, dengan kondisi dan keadaan yang sepenuhnya berbeda.
Damian telah banyak belajar. Ia bukan lagi pria dingin yang membiarkan amarah menguasai hidupnya. Lewat bimbingan cinta Ester dan proses panjang yang ia lalui, Damian menjelma menjadi seorang suami yang setia dan seorang ayah siaga yang siap pasang badan melindungi keluarganya dari marabahaya apa pun di dunia ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
One Night Sleep [REVISION]
RomantikBACA GRATIS SELAGI ON GOING❗ ⚠️ 21+ area. (Jangan DENIAL baca jika masih di bawah umur!). ⚠️ Contains harsh language, swearing and vulgarity. ⚠️ Full Fiction. ~~~ Bukan CEO, bukan mafia, apalagi starboy ibu kota. This is the sole heir to the misch...
![One Night Sleep [REVISION]](https://img.wattpad.com/cover/359520567-64-k251286.jpg)