KETUJUHBELAS

11.4K 410 2
                                        

Author POV

Ririn menarik tangan Andin menuju taman belakang kampus. Untungnya taman ini sepi, jadi Ririn bisa menyampaikan 'sesuatu' nya.

"Loh! Kamu ngapain ngajak Aku kemari" ucap Andin.

"Aku Ak-" ucap Ririn gugup. Dia tidak ingin menyakiti hati sahabatnya ini, tapi dia juga tidak boleh egois.

"Kamu kenapa sih " ucap Andin. Andin melihat Ririn seperti ketakutan padanya.

Ririn menghela nafas. Dia bingung mau mulai dari mana.

"Kamu jauhin Nathan" ucap Ririn membat Andin terkejut.

"A-apa maksud kamu Rin?" tanya Andin terbata-bata.

"Pokoknya kamu harus jauhi Nathan, Asta" ulang Ririn.

"Tap-tapi kenapa? Kamu suka sama Nathan? Iya kan !! Jawab Aku, gak cukup Adit waktu masa SMP kita kamu rebut di-"

"Bukan Aku yang suka Asta!! Bukan Aku" ucap Ririn dengan nada tinggi.

"Lalu kenapa kamu nyuruh Aku buat jauhin Nathan? Kamu tau kan kalo Aku sayang sama dia, Aku cinta sama dia Rin. Aku nyaman sama dia Ririn. Jadi tolong biarkan Aku merasakan bahagianya cinta Rin tolong. Walaupun tanpa status" ucap Andin panjang lebar seraya menghapus air matanya.

"Aku cuma gak mau kamu sakit hati Ta" gumam Ririn pelan sangat pelan. Bahkan Ririn pun ikut menangis. Tapi untungnya Andin masih mendengar gumaman Ririn.

"Apa kamu bilang sakit hati? Aku sakit hati kenapa Rin?" tanya Andin membentak Ririn. Sedangkan Ririn hanya diam dan menghapus air matanya.

"Aku gak habis pikir sama kamu Rin" ucap Andin dan pergi meninggalkan Ririn sendirian.

"Yaallah apa lagi ini. Bukan ini yang kumau. Aku gak mau berantem lagi sama Asta. Udah cukup waktu smp dulu" ucap Ririn.

Sebenarnya Ririn salah menyampaikan omongannya. Jika saja dia berbicara baik-baik pasti tak akan seperti ini jadinya.

°°°°°°°°°°°°°°°

"Rin pinjem hp kamu dong" ucap Qila. Sehabis dari kampus tadi Ririn langsung pulang. Dia bolos mata kuliah tadi. Dia belum siap ketemu Andin.

"Nih" ucap Ririn lesu. Dia bingung saat ini, harus memilih siapa. Apa dia harus menjelaskan pada Asta maksud sebenarnya Aqila untuk merebut Nathan kembali, atau membiarkan Aqila merebut cinta pertamanya, dan membiarkan hati seseorang sakit. Dan pura-pura tidak mengetahui semuanya.

Diam-diam Aqila mengirim Kontaknya Nathan kehpnya melalui sms. Setelah pesan terkirim Qila buru-buru menghapus pesan terkirimnya.

Aqila sudah mengetahui kalau ada yang disembunyiin oleh Ririn. Saat malam itu dia menceritakan tujuannya kembali.

Iseng-iseng Aqila membuka galerynya Ririn. Banyak foto-foto Ririn dikampus barunya, dan dia berhenti pada satu foto yang membuatnya menahan nafas. Foto Nathan dengan cewek disebelahnya a.k.a Andin. Aqila geram melihatnya, darahnya mendidih melihat foto ini. Lalu dia kembali menggesernya dia berhenti lagi. Melihat foto cewek itu 'Andin' dengan pandangan yang sulit diartikan.

Setelah puas maksud dan tujuannya tercapai, Aqila mengembalikan ponselnya Ririn. Aqila pamit keluar sebentar untuk mencari udara yang sedari tadi hilang dengan tiba-tiba. Lalu Aqila kembali kemar untuk mengambil tasnya yang telah dipenuhi pakaiannya. Dibawah Tulangnya (Read: Paman) telah menunggunya.

Setelah berpamitan kepada orang tuanya Ririn dan Ririn sendiri. Aqila pun keluar dari rumah Ririn bersama Tulangnya. Menuju halaman rumah Ririn yang sudah terpakir mobil Tulangnya.

'Sebenarnya Aku juga gak tega. Tapi mau bagaimana lagi, tekatku sudah bulat. Sekali lagi maaf kan Aku Rin dan sahabatmu 'itu' ucap Aqila dalam hati.

°°°°°°°°°°°°°

Egois ya si Aqila. Namanya jugak udah cinta..
























Al

PELAMPIASANTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang