All your lights are red but I'm green to go
Blue – Troye Sivan ft. Alex Hope
Valerie's POV
Halo!
Aku bukanlah cewek biasa di sekolah, bilanglah aku sombong, tapi kebanyakan orang disekolah akan menyutujuinya.
Val yang perfeksionis, Val yang cantik, Val yang yang disegani banyak orang. Val yang segalanya.
Yap, sudah tak terhitung berapa lelaki yang tertarik padaku, atau yang benar benar menjadi pacarku dan mereka akan berakhir sakit hati.
Aku sudah terbiasa dengan semua lelaki yang terpesona ketika aku berjalan di hadapannya, Aku juga sudah terbiasa dikirimi puluhan surat penggemar yang tak jelas. Pendeknya, dalam menggaet cowok, aku berada di kelas kakap.
Dengan menggodanya sedikit, maka meleleh lah mereka di depanku, detik itu juga. Tapi, hal tersebut tidak berlaku bagi Thomas.
Thomas Brodie-Sangster.
Belakangan nama itu selalu memenuhi otakku. Aku rasa, baru kali ini aku benar benar merasakan jatuh cinta. Seperti kata orang, saat melihatnya wajahmu akan memerah, degup jantungmu akan keluar dari iramanya, dan kupu kupu diperutmu yang tak bisa diam.
Thomas, Cowok pindahan di kelas 11 IPA 1, tampan, berwibawa, dan tingkah idiotnya mampu mencairkan suasana setegang apapun. Oh, aku benar benar jatuh cinta, saudara saudara.
Sayangnya, ia sudah naksir cewek biasa di kelasnya. Untuk apa sih mengejar yang biasa? padahal aku yang 'luar biasa' begini sudah siap diangkat menjadi pasangannya.
Aku menatap nanar pemandangan tepat di depanku. Mereka—Thomas dan y/n sedang makan bersama di kantin dan sialnya, Thomas terlihat sangat perhatian dengannya membuatku ingin mendamprat cewek di depan Thomas itu.
Bilang lah aku kurang ajar, tak tahu diri, atau sombong, tapi jika kalian berada di posisiku pasti kalian akan merasakan hal yang sama denganku. Bayangkan, orang yang bisa membuatmu jatuh cinta untuk yang pertama kali sedang bermesraan dengan cewek yang notabene kamu lebih segalanya dibanding cewek itu.
Bagaimana?
Sebenarnya aku memutuskan untuk memendam rasa cemburuku, menelan seluruh amarahku, dan menahan keinginanku untuk menangis.
Aku hanya tak suka menyukai seseorang yang sudah pasti tidak akan pernah memilihku untuk berada di sampingnya.
Poor you, Valerie.
Disaat aku mati matian menahan semua emosiku, dua temanku malah memprovokasikan untuk menjahili y/n. Aku langsung menggeleng kuat kuat, aku tahu y/n tidak salah apapun, aku hanya termakan rasa cemburuku.
Entah apa yang dua temanku katakan, aku lupa. Yang jelas, aku yang sedang cemburu berat lambat laun akhirnya setuju untuk mempermalukan y/n setelah Thomas pergi.
Dengan mata yang sudah memerah akibat menahan air mata yang sudah mendesak minta keluar, aku berjalan mantap ke arah y/n diikuti dua temanku.
Ia sempat mendongak dan menurut perkiraanku ia ingin bertanya kenapa aku menghampirinya, tapi sungguh malang, semangkuk mi ayam yang ada ditanganku sudah berpindah posisi, mengotori sweater dan rambut y/n.
Dan baru kali ini aku melihat wajah yn yang pucat, God! Dia sakit dan sekarang akan menangis karena perbuatanku, Good Valerie! Kau orang paling kejam di dunia sekarang.
Sebenarnya aku senang senang saja melihat korban bully ku menangis, tapi tidak jika korbannya adalah y/n. Yang ku tahu dia wanita paling tegar sekalipun nama baiknya dulu pernah tercemar. Serius, sesungguhnya aku punya keinginan untuk menjadi salah satu temannya dan sekarang aku malah membuatnya menangis.
KAMU SEDANG MEMBACA
Unpredictable▶ Thomas Sangster
Fanfiction"Well, if i could date fictional characters, i would. Boys nowadays are acting like a jerk, okay? And my heart wasn't made for those guys who just touch it and leave a big hole in it." y/n said. written in Bahasa. [Completed] Copyright © 2015 by sha...
