Thomas's POV
"Wake up!!!!" Teriakan itu membuatku meninggalkan mimpi yang tak kuingat alur ceritanya.
"Thomas! Wake up! Don't be late, son" Ya. Siapa lagi yang berteriak seperti itu, pasti ibuku.
Sudah 4 hari aku bersekolah di Indonesia, jujur saja di negara asalku dulu aku tergolong anak yang tidak mau bersusah susah bangun pagi. Tapi beda disini, gadis itu membuatku ingin cepat cepat datang ke sekolah, melihatnya tertawa, menjahilinya, atau sekadar melihatnya dari kejauhan. Ah, aku ingin tahu dia memikirkan apa. Gadis itu membuatku penasaran, begitu sarcastic, sinis, namun sesuatu dalam dirinya membuatku ingin terus menerus berada didekatnya.
"Hey Thomas! Mandi! Ce-pat!" Teriak ibu, membuyarkan lamunanku. Aku mengangguk malas sambil berjalan menuju kamar mandi.
TEEETTT
Tanda pulang sekolah berbunyi.
Aku langsung keluar kelas menuju perpustakaan sekolah. Selama aku bersekolah disini, aku selalu melihat y/n ke perpustakaan saat jam pulang sekolah, kadang membaca atau sekadar mengembalikan buku. Aku hanya ingin mengobrol dan sedikit mengejutkannya.
"Thomas!" Seseorang menggandeng tanganku dan menyenderkan kepalanya ke bahuku, buru buru aku menarik kembali tanganku.
"Ya?" Jawabku malas.
"Pulang bareng yuk, please" pinta gadis manja itu.
"Gak bisa val, gue ada urusan" jawabku sambil meneruskan jalan.
"Ngapain sih?"tanya dia lagi. "Gak penting buat lo kok." Jawabku sinis.
Aku tidak suka dengannya, Valerie nama gadis itu, rupanya cantik dengan rambut sebahu, tapi perbuatannya tidak. Dia sangat suka membully adik kelas bahkan teman seangkatan. Ya memang aku di cap bad boy karna selalu diteriaki guru bk, tapi aku tak pernah suka melihat orang di bully.
"Kok sinis banget? Yaudah gue tungguin ya"jawabnya manja.
"Terserah lo aja dah" jawabku tak peduli sambil melanjutkan jalan.
-library's scene skip-
Senang sekali bisa mengejutkan y/n.
Sebenarnya aku tak tahan melihat bibirnya, rasanya ingin cepat cepat menyentuhnya dengan bibirku, tentunya.
Tapi aku tak bisa buru buru. Jadi, ya aku hanya mengecup pelan lehernya.
Dia begitu sarkastik, sinis, namun sangat cantik.
Hujan. Aku tak bisa pulang sekarang.
Aku menunggu dengan menyenderkan badanku pada loker di belakangku ,loker dingin itu menyentuh punggungku.
"ARGH!" Teriakku.
Seseorang menarikku ke sudut lorong, aku berteriak namun teriakkanku terbungkam karena seseorang mencium bibirku.
Dan seseorang itu valerie.
Aku ingin sekali mendorongnya, tapi dia wanita dan aku terpojok. Aku sedikit menghepas tubuhnya,hingga dia melepaskan ku.
"What are you bloody doing?!" Teriakku marah.
Dia hanya tertawa sinis.
Dengan pelan dan pasti, Valerie menyentuh tengkukku. Aku merinding dan melihatnya tajam. Dengan tempo yang sangat pelan, dia memajukan wajahnya dan dengan cepat kurasakan bibirnya menyentuh bibirku.
Bibirnya memaksaku untuk membuka, dan tanpa sepengetahuanku, bibirku mengijinkannya masuk.
Dengan durasi yang agak lama, dirinya mencicipi bibirku dengan puas sampai aku menarik diri dan mengelap bibirku kasar. Dengan tatapan tajam, kutembus manik matanya.
"Jangan pernah lakukan itu lagi." Adalah kata terakhir yang kukatakan setelah aku meninggalkannya.
----------------------------------------------------
Tinggalkanlah jejak(vote/comment) wkwk
Sarah Snyder as Valerie❤
-love, shanks(7)
KAMU SEDANG MEMBACA
Unpredictable▶ Thomas Sangster
Fanfiction"Well, if i could date fictional characters, i would. Boys nowadays are acting like a jerk, okay? And my heart wasn't made for those guys who just touch it and leave a big hole in it." y/n said. written in Bahasa. [Completed] Copyright © 2015 by sha...
