nineteen

1.4K 221 37
                                        


Cause my heart breaks a little, when I hear your name.

When I Was Your Man – Bruno Mars


Valerie's PoV

Seluruh pasang mata menatap kami seolah kami diskon harga besar besaran.

Hari ini, aku meminta Thomas untuk menjemputku ke sekolah. Bukan masalah kan? Toh, dia pacarku sekarang. Dan ia langsung menyanggupinya tanpa ragu. Aku merasa istimewa saat Thomas menjemputku menggunakan mobil, -I mean y/n- yang sahabatnya saja selalu ia antar jemput dengan sepeda motor.

Aku berjalan beriringan dengan Thomas, hingga ke kelasnya. Sengaja, ingin bertemu y/n. Ah, rasanya mulutku tak akan bisa berhenti dalam sesi curhat nanti bersamanya. "Kamu gak ke kelas, Val?" tanya Thomas, asal tahu saja panggilan 'kamu' makin membuatku senang luar biasa.

Aku menggeleng, dan tak ada balasan lagi dari mulut Thomas. Entahlah, hari ini ia jarang berbicara, hanya hal penting saja yang ingin ia bahas.

Thomas duduk tepat di belakang kursi y/n, Thomas hanya memanggil y/n untuk menyapa sesaat, dan hanya dibalas dengan senyuman tipis. Mereka kenapa sih?

Y/n yang menyadari kedatanganku langsung tersenyum padaku, sangat berbeda saat ia melihat wajah Thomas. "Woi,Val. Tumben ke kelas." Aku tersenyum dan mulai duduk di kursi samping y/n.

"Gak papa, gue kangen cerita sama lo." Jawabku sambil sesekali melirik ke belakang, ke arah Thomas. Entahlah, raut wajah Thomas khawatir dan pucat. Kan aku sudah menerima ajakan pacarannya? Kenapa juga masih khawatir. Dasar lelaki.

Y/n terkekeh kecil, "Gue tau lo ada maunya , anjir. Nanti ae ah, gue fisika belom, mau nyontek dulu."

Sebelum keluar kelas y/n, aku mengambil kesempatan untuk menengok ke arah Thomas, ia tersenyum kecil. Dan saat itu aku yakin senyumnya selalu berhasil membawa semangat baru di setiap hariku nantinya.

Y/N's PoV

Aku bungkam seribu bahasa, menyadari sayatan demi sayatan menorehkan luka di setiap inci hati. Terekam dengan jelas saat Thomas dan Val saling berbagi tawa, saling menautkan tangan mereka di depanku. Tak kusangka, rasanya bisa amat menyakitkan, menyesakkan, sampai membuat seluruh tubuhku lemas.

Kau tahu? Sulit rasanya, berat rasanya saat kau berusaha tetap tegak berdiri sementara semua yang ada di dunia seolah bersekongkol ingin menjatuhkanmu.

Tak apa aku sakit, asal ia bahagia. Kalimat kebohongan yang sangat amat klise, aku mengakuinya. Bahkan, aku mengakui, aku menyesal membuat keputusan menyakitkan ini. Tapi, sedikit, ya, sedikit rasa penyesalanku menguap jika aku membayangkan, bagaimana jika aku menerima Thomas malam itu? Val akan lebih sakit, Val akan tumbang.

Dan tak akan ada hubungan yang baik dimulai dari menyakiti orang lain.

Kepalaku seolah di pukulkan ke batu paling besar dan berat, sakit. Entahlah, rasanya seluruh badanku sakit semua selepas ketiduran di jam pelajaran Bahasa Indonesia tadi.

"Lo pucet, y/n." aku tersentak mengetahui Thomas telah duduk sangat dekat denganku, hari ini kami tidak bicara, hanya tadi pagi saja saat Thomas menyapaku canggung, yang bahkan hanya kubalas senyum paksa yang tipis.

Aku menggeleng dan meringsut menjauh dari Thomas, untuk beberapa saat ia terkejut oleh respon tidak mengenakan dariku, tapi setelahnya ia sadar dan membuat sedikit jarak diantara kami, menyakitkan tapi memang itu yang kumau.

"Lo kalo sakit bilang aja, gue takut lo kenapa kenapa," aku menggeleng lagi dan berkata 'gak papa' tanpa suara.

Tapi setelahnya tubuhku yang hanya bertopang setengah badan di kursi terhuyung ke belakang, membuat Thomas dengan sigap menarikku agar tidak jatuh, yang otomatis membuat pipiku menempel di dada bidangnya. Ah, bisa bisa hanya karena anemia kambuh, persentase move on-ku makin turun.

Tanpa banyak omong, Thomas membawaku ke UKS, aku menurut saja. "Lo tuh dibilangin! Sarapan yang bener, muka lo gak ada bedanya sama tuyul tau gak?!" cerocos Thomas -layaknya ibu ibu mengetahui anaknya bandel- sambil mencarikanku obat penambah darah.

Aku diam, duduk di pinggir kasur, Thomas menghampiriku dengan segelas air putih dan obat di tangannya. Aku meminum obat tanpa banyak bicara, diam seolah sepatah kata dari mulutku akan membuat pertahananku amblas. "Lo ngerti gak sih? Gue khawatir karena gue peduli," aku tersentak salah tingkah karena –jujur- kalimatnya sungguh membuatku berharap, apalagi suaranya melembut. "Eh, as a friend." Lanjutnya.

Sakit, tapi benar adanya.

Kami hanya berteman.

Thomas's PoV

Pagi ini aku menjemput Val, dengan mobil karena aku tidak masih berusaha membuat jarak dengannya, maksudku jika aku menjemputnya dengan motor otomatis tubuhnya tak akan berjarak dengan punggungku.

Berbicara soal antar-jemput dengan motor, aku ingat y/n. Ya, gadis yang membuatku kelimpungan saat ia menolakku malam itu, aku tak mengerti ah, lebih tepatnya aku tak mau menerima kenyataan.

Ia terlalu baik, sungguh.

Aku mencintainya, ia pun merasakan hal yang sama denganku. Kenapa pula hal ini makin rumit saat ia memikirkan perasaan Val? Asal tahu saja, Val bahkan tak mau disuruh berkorban untuknya.

Dan itu menjelaskan kenapa aku lebih suka bersama y/n dengan motorku, karena kami tak berjarak, dan mengingat rasa tangannya saat meremas erat jaketku membuatku makin merindukannya.

Saat jam istirahat berbunyi, y/n bilang ingin makan siang di kantin bersama Val. Aku memutuskan membeli makan siang kami bertiga, meninggalkan Val dan y/n di meja berdua. Dari sini aku bisa melihat Val bercerita dengan raut wajah antusias nan heboh sementara y/n tertawa dan menunjukkan wajah penasaran, tapi aku tahu, sangat tahu. Itu hanyalah topeng.

Ia sakit layaknya diriku

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ia sakit layaknya diriku.

--------------------------------------------------------

bentar lagi 1k votes:3 makasi ya, sayang. jan lupa makan, nanti mati. jan lupa vote juga, nanti dapet pahala, beneran.

 jan lupa vote juga, nanti dapet pahala, beneran

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


.shanks.

Unpredictable▶ Thomas SangsterCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang