Thomas's POV
Perasaan kesalku tentang Valerie lenyap sejenak karena Anne, cerita konyolnya mampu membuatku terbahak bahak.
"Sudah jam 7, Thomas, aku harus kembali ke kantor." Ucapnya menghentikan tawaku.
"Ini sudah jam 7 malam dan kau masih harus ke kantor? Berapasih yang mereka berikan untukmu?" Protesku dengan wajah kesal. Tentu saja aku kesal, quality time-ku dengan Anne sudah terbilang sedikit sekarang. Dia menjadi super sibuk.
"Gajiku juga untukmu Tommy." Jawabnya sambil ngeacak acak rambutku.
"Okay, tapi kau yang bayar." Sahutku sambil memampangkan cengiran bodoh. "Adik tak tahu diri. Kau yang mengajakku kesini dan aku juga yang membayar pesananmu?" Protesnya sambil meninggalkanku. Pertanyaan itu tak harus dijawab.
Sekarang, aku layaknya orang yang kesepian disudut cafe. Tapi, malas sekali jika harus dirumah sendirian.
Aku mendengar tawa yang familiar, dengan kecepatan kilat aku menengok ke arah pintu café. Aku melihatnya. Y/n. Betapa senangnya aku. Rasanya ingin melompat menghampirinya.
Tunggu, tapi dia dengan seorang lelaki. Seorang lelaki yang sama sekali tidak aku kenal. Aku yakin 100% bahwa lelaki itu bukan bersekolah ditempatku dan y/n bersekolah.
Kenapa y/n bisa tertawa segembira itu? Aku tak pernah melihatnya segembira itu. Lelaki itukah penyebabnya?
Perasaanku kacau. Melihatnya bergandengan dengan lelaki lain. Lelaki yang bisa mebuatnya tertawa dengan segembira itu.
Aku senang jika y/n tertawa bahagia. Tapi jika bukan aku alasan ia tertawa, rasanya sakit. Aku tahu, aku egois.
Kuputuskan untuk meninggalkan café. Aku menutup pintu mobil dengan kasar. Aku tidak langsung pulang, perasaanku kacau dan aku tak akan fokus untuk menyetir sampai rumah.
Kulirik layar handphoneku, 5 notification dari temanku. Aku mengambilnya dan langsung melihat 5 chat dari Edward.
'Tom'
'Check ur twitter's timeline!'
'U see that?'
'Lu jadian sama val?'
'Y/n gimana'
What the hell?! I don't get it. Tanpa menjawab chat itu. Aku langsung membuka timeline twitterku. Dan shit, itu fotoku dengan val di lorong sore ini. Bagaimana bisa foto ini ada di timeline twitterku? Dan orang yang mem-post foto ini sepertinya memakai akun yang tidak aku ketahui siapa pemiliknya.
Tak peduli lagi dengan tingkat fokusku untuk mengendarai, aku mengebut untuk sampai rumah.
Kubanting pintu masuk rumahku saat menutupnya dan melempar tasku kesembarang tempat. Kulempar semua bantal diruang tamu, tapi amarahku belum juga menghilang.
Aku menjatuhkan badanku ke tempat tidur dan memejamkan mataku. Nafasku memburu tak beraturan, aku marah. Sangat marah.
Y/N's POV
Setelah perang bantal bodoh di ruang tamu sore ini, aku mengajak Cam ke greaf cafe, cafe yang bertema vintage dekat rumahku.
Selama perjalanan di mobil, Cam terus terusan menceritakan hal hal bodoh hingga perutku sakit dan mataku berair saking terlalu banyaknya tertawa.
Saat memasuki cafe, aku masih saja menertawai cerita Cam. My one and only best-guy-friend who makes me can't stop laughing.
Saat Cam memesan minuman, aku mencari tempat duduk dan membuka handphoneku hanya untuk melihat timeline twitter.
Bagaimana bisa foto ini tempampang di timelineku?!
Foto Valerie dan Thomas di lorong sore ini. Hatiku makin panas saja. Oh apa apaan aku ini? Aku tidak menyukainya. Hanya mengagumi ketampanannya, itu saja.
Kusembunyikan perasaan panasku itu dengan senyum yang paling tulus saat Cam datang.
"Okay, what's going on y/n?" Tanya Cam tanpa basa basi. Huh, aku tak pernah bisa menyembunyikan apapun darinya. So, langsung saja kuperlihatkan foto menjijikan tersebut.
"That's disgusting." Komentarnya dengan muka jijik. Rasanya ingin kuabadikan ekspresi mukanya. "Ya I know" jawabku dengan wajah sok tidak peduli.
"Oh, c'mon! Look, keliatan banget kalo ceweknya yang kegatelan. Bukan doi lu kali yang berengsek." Sahutnya menyemangatiku. "He's not my 'doi'. Kita ganti topik ajalah." Jawabku seolah aku marah padanya.
Cam tertawa dan mengacak-acak rambutku. Dan demi Tuhan, rasanya seperti sudah 10000tahun aku tak pernah diperlakukan manis semenjak hari ini.
-------------------------------------------
So sorry for late update:(
My(our) husband on mulmed❤
Vote and comment plz
-shanks(7)
KAMU SEDANG MEMBACA
Unpredictable▶ Thomas Sangster
Fanfiction"Well, if i could date fictional characters, i would. Boys nowadays are acting like a jerk, okay? And my heart wasn't made for those guys who just touch it and leave a big hole in it." y/n said. written in Bahasa. [Completed] Copyright © 2015 by sha...
