eight

2.4K 327 55
                                        

I don't care how complicated this gets, I still want you.

Y/N's POV

Thomas: Hai cantik, udah bangun?

Aku bergidik geli saat melihat notifikasi baru dari LINE di layar handphoneku. Sejak kapan Thomas bisa sok romantis begini?

Aku sengaja hanya membaca pesan tersebut dan mandi tanpa memikirkan pesan itu lagi walaupun 5 detik yang lalu wajahku memanas karna dibilang 'cantik'. Eh, bukannya aku suka dengannya hanya saja, siapa juga yang tidak meleleh dipanggil 'cantik' oleh seorang Thomas yaitu si cowok most wanted di sekolah?

Oke, cukup sudah omong kosongnya untuk pagi ini.

Aku tahu, aku ini gengsi banget kan? Padahal hanya untuk membalas pesan tapi, aku memang berniat untuk menjauhinya karna aku tidak mau terus terusan dipelototi puluhan pasang mata dari para penggemar fanatik Thomas yang terkesan psikopat. Apalagi kemarin saat jam pulang sekolah, Valerie dan teman temannya menatapku sinis.

Thomas: Yah di read doang, kaga seru amat sih

Kali ini aku tersenyum melihat notifikasi handphoneku, untuk kedua kalinya aku sengaja hanya membaca pesan itu lagi. Bukan caper kok. Bukan.

"Lo kesambet jin apaan deh?" Tanya James sambil menjitak kepalaku.

"Kenapa emang?" Tanyaku sambil menghabiskan makanan yang dihadapanku.

"Geli gua liat lu suka senyum senyum sendiri, baca novel senyum, baca notif hape aja senyum. Dasar aneh." Sahut James dengan menunjukkan ekspresi jijiknya yang berlebihan.

"Salah mulu ish." Jawabku sambil berjalan menjauhinya , menuju kamar.

Kuputuskan untuk menghabiskan hari Sabtu ku dengan mebaca novel wattpad yang ternyata sudah di update oleh si author yang dengan kelicikkannya menggantungkan ceritanya di saat saat konflik memuncak. Tf?

**

30 menit lagi jam enam pagi.

Hari ini aku sengaja berangkat pagi pagi sekali karena James diwajibkan datang sepagi ini untuk mengerjakan pekerjaan kelompoknya.

Jam segini sekolah seperti tidak ada tanda tanda kehidupan, bahkan penjaga sekolah hanya bangun untuk membuka kunci gerbang dan melanjutkan tidur indahnya di pos.

Termasuk makhluk itu-maksudku Thomas, ia belum terlihat sama sekali batang hidungnya.

Yaiyalah, yakali anak baru yang mempunyai tumpukan masalah karena sering diteriakkin guru BK gara gara jarang mengumpulkan tugas atau seragam tidak pernah lengkap dan segudang kelakuan buruk lain, bisa datang sepagi ini.

Hari ini rambutku super berantakan, hanya kukuncir asal karna James mengganggu aktifitas rutinku yaitu menyisir rambut subuh tadi. Kuputuskan merapikan rambutku ke toilet.

Ingatkah kau saat aku bilang tidak mungkin Thomas datang sepagi ini? Nyatanya aku salah besar, ia sedang bersih bersih ria di toilet wanita, eh? Toilet wanita?

Thomas's POV

Hari ini aku diminta, lebih tepatnya dipaksa Miss Ratih untuk datang pagi pagi sehingga aku bisa menerima hukuman akibat selalu membolos saat pelajaran biologi. Lagipula aku tidak salah, siapa pula yang tidak mengantuk jika Miss Ratih menjelaskan dengan nada mendongeng?

"Kamu itu baru 2 minggu disini, tapi udah masuk BK 5 kali."

"Yah Miss maaf deh kan saya masih beradaptasi, boleh lah dikit dikit melanggar" jawabku yang langsung dibalas pelototan horror dari Miss Ratih. Serem buset.

"Dikit?! Saya gak mau tau jam 8 nanti, toilet udah bersih. Toilet pria dan wanita." Perintah Miss Ratih dengan pelototan horror itu lagi.

"Miss? Saya ada ulangan kimia jam pertama, nanti ajadeh" Pintaku dengan wajah sok polos.

"Susulan." Jawabnya sambil meninggalkanku.

Gila kali. Masa disuruh bersihin toilet, kalo cuma toilet cowok gak papa deh. Ini mah toilet cewek juga.

Saat aku bermain ria bersama alat alat kebersihan di toilet wanita. Kuulangi ya TOILET WANITA, seseorang memasuki toilet tanpa memberikan perhatian untuk melihatku sedikit saja, dan asal kalian tahu saja, ia seperti pemandangan indah setelah sekian lama mataku hanya memandang kain pel.

"Kenapa gak dibales LINE gue?"

"Gak ada urusan sama lo" jawabnya sarkastik.

Setelah berhasil memalak ID LINE y/n kemarin, aku langsung mengiriminya pesan tidak penting dan berharap ia dengan hati terbuka membalas salah satunya.

Tetapi hasilnya nihil, semua pesan berantai dariku hanya dibacanya. Aku ulangi ya, hanya DIBACA.

"Lo gak kasian sama gue? Gue kan udah beli kuota buat chat sama lu" Tanyaku dengan sok memelas.

"Lah, kan gue ga nyuruh. Jangan salahin gue dong." jawabnya tak peduli.

"Gak peka apa gak mau nge respon gue sih?" Tanyaku sambil menutup pintu toilet, agar dapat aku jadikan sandaran.

Bukannya menjawab, y/n malah berteriak "LO GILA? Itu pintu gak bakal bisa kebuka dari dalem!"

Tanpa disuruh aku langsung mencoba membuka pintu itu, percuma saja, dicoba puluhan kalipun hasilnya tidak akan berubah , nihil, tidak ada pergeseran apapun dari pintu. Aku mengalihkan pandanganku ke y/n yang wajahnya telah dipenuhi rasa panik dan takut.

"Gak akan bisa Tom, toilet ini juga gak ada jendela, jam segini belum ada orang yang mau ke toilet." Sahutnya pasrah.

"Miss Ratih bakalan cek toilet kok jam 8 nanti" Jawabku sambil menatapnya dengan tatapan bersirat bahwa semua akan baik baik saja, walaupun aku tidak tahu kami akan baik baik saja atau sebaliknya, setidaknya sekarang wajah y/n tidak terlalu takut seperti tadi.

Y/n membuat jarak yang cukup jauh antara kami, ia menunduk dan semakin bertambah saja rasa bersalahku. Sepuluh menit kami dilingkupi kesunyian.

"Lo beneran jadian sama Val ya?" Tanyanya tiba tiba memecah keheningan.

"Ternyata lo percaya juga sama gosip gak jelas ya? Gue kira lo cuma percaya sama novel fiksi" Jawabku, yang langsung dibalas tawa kecil y/n. Finally! Ia tertawa, tertawa karena aku.

"Sorry gue bego banget, malah ngunciin lo di toilet, nanti pulang sekolah gue traktir deh, di greaf café. Tau 'kan?" Lanjutku.

"Urusan nraktir nanti aja kali Tom, keluar toilet aja belom" Jawabnya dengan senyum tercetak dibibir manisnya.

Oh god, aku tidak salah mengerjar ngejar wanita ini.

Sambil meliriknya sesekali aku memikirkan lelaki apa yang dia inginkan. Apakah seperti karakter fiksi sempurna di novel fiksinya?

Bisakah ia menerimaku apa adanya? Thomas yang sifatnya bertolak belakang dengan karakter fiksi tersebut, tapi dapat memberikan cinta paling tulus dibanding karakter tidak nyata itu.

------------------------------------------------------------------------------------

a message for Thomas, from author: WOAH DUDE U CANT BE FICTIONAL CHARACTERS I REPEAT, U CAN NOT BE BCS U'LL DIE AND NO ONES HAPPY ABOUT IT U LIL SHUCK FACE #$FG%&^75*(!!!

EHEHEH maaf y, terbawa suasana.

Jadi, kita ganti covernya, dan semoga kalian puas sama part ini.

Jangan di vote lah jangan.

.
.
.

Gadeng canda, we loph u.

-shanks7

Unpredictable▶ Thomas SangsterCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang