Author's PoV
Kadang suatu hal baik dapat digapai dengan mudah jika tidak ada kesalahpahaman di dunia.
Thomas salah saat dirinya menolak untuk mengerti dan menerima y/n apa adanya.
Y/n salah saat dirinya menolak untuk menjelaskan dan memilih merahasiakan segalanya.
Dan kali ini keduanya tidak mau lagi menolak dan berusaha menggapai hal baik tersebut. Thomas yang berusaha mencari y/n walau sebenarnya gadis itu dalam perjalanan ke flat.
Tanpa pikir panjang, y/n melajukan mobilnya kembali ke flat. Air mata dan degup jantungnya mengalihkan fokus dari jalan hingga sebuah truk menabrak mobil yang dikendarainya. Tanpa bisa menghindar, kecelakaan itu terjadi begitu saja tepat saat y/n mengangkat panggilan terakhir Thomas dari ratusan panggilan.
Dan di ujung sana, Thomas hanya bisa mendengar suara berdebum keras serta kata 'maaf' dari y/n. Pelan dan lirih namun mampu membuat Thomas terhuyung di tempat.
Dengan cincin yang terlihat cocok di jari manisnya dan sebuah catatan manis dari Thomas yang masih berada di genggamannya yang erat. Y/n merasakan nafas terakhir di tempat. Detik detik ia dijemput malaikat kematian, ia masih memikirkan tentang hancurnya masa depan Thomas-y/n.
Ternyata semua kisah tidak berakhir bahagia, termasuk untuk pasangan itu.
Tapi, kisah mereka seharusnya saling menguatkan walau akhirnya ada yang pergi. Walau akhirnya ada yang ditinggalkan tanpa perpisahan yang sempurna.
Thomas tersenyum miris saat mengingat 'goodbye hugs' terakhir mereka. Mungkin inilah alasan y/n menginginkan pelukan terakhir itu. Untuk meninggalkan Thomas sendiri. Sendiri dalam perasaan bersalah yang tidak dapat ia ganti.
Hati Thomas teriris saat mengetahui rumah y/n sudah sepi, hanya orang tua y/n yang memakai baju serba hitam. Saat Thomas bertanya, tak ada yang menjawab. Mereka hanya menatap pria 24 tahun itu dengan tatapan simpati seraya memberikan cincin yang tadinya ingin Thomas gunakan untuk melamar wanitanya.
Jika y/n tahu, cincin itu dibeli bahkan sebelum mereka berpisah, dibeli dengan uang tabungan Thomas. Dan dengan hati teguh, Thomas menaruhnya beserta catatan itu di laci dashboard mobil y/n saat gadis itu tertidur lelap di dekapan selimut.
Padahal, Thomas berharap bahwa cincin itu dapat ia lihat di jari manis wanita itu untuk sepanjang sisa hidupnya nanti.
Manusia hanya bisa membuat rencana dan berharap bahwa itu akan terjadi dengan mulus. Tak peduli seberapa rencana itu matang, jika kehendak Tuhan lain,
Manusia bisa apa?
END.
bhaq.
.shanks.
KAMU SEDANG MEMBACA
Unpredictable▶ Thomas Sangster
Fanfiction"Well, if i could date fictional characters, i would. Boys nowadays are acting like a jerk, okay? And my heart wasn't made for those guys who just touch it and leave a big hole in it." y/n said. written in Bahasa. [Completed] Copyright © 2015 by sha...
