Author's PoV
2 Minggu setelahnya.
Hai, Sangster.
Aku tak pernah menyangka jika kita berakhir seperti ini. I mean, saat pertama kali kau muncul di hadapanku, dengan percaya diri yang tinggi, kau mencium pipiku. Detik itu juga, aku sudah men-cap mu sebagai lelaki tukang modus yang setiap saat ingin menjadi pusat perhatian. Aku selalu berusaha mengenyahkanmu seolah kau adalah mahluk aneh yang hobinya merusak setiap suasana. Saat itu perasaanku hanya satu untukmu; benci.
Tapi, saat aku melihatmu mencium Val di lorong sore itu, aku tahu, hatiku tak beres, biar jelas saja; aku cemburu. Awalnya aku kira ini hanya rasa kagum, bukan cinta, bukan sayang. Namun lambat laun aku sadar, aku jatuh. Sejujurnya aku khawatir-- sangat, karena aku tahu fakta bahwa jika aku jatuh nanti seiring mata cokelatmu menatapku, aku takut, Tom. Aku takut saat nanti aku jatuh terlalu jauh, kau tidak ada disana, untuk tetap membuatku tenang sekalipun kau menenggelamkanku ke dalam kubangan pesonamu yang luar biasa menyenangkan itu.
Aku kira seluruh alam berkonspirasi untuk kita. Lucu bukan? Ya, mengunci kita di toilet, karena itu adalah awal kedekatanku denganmu. Seolah alam menyuruh James mengajakku berangkat pagi, seolah alam memerintah Miss Ratih menghukummu dengan membersihkan toilet, seolah alam sanggup meneriakkan kalimat yang membuat pintu toilet rusak.
Just promise me one thing. Please, i don't wanna see you get hurt. Keep yourself safe and sound because i'm afraid that i can't be around.
Thomas memiliki cara sendiri untuk membuat moodnya membaik; membaca ulang tulisan y/n di kertas catatan lamaran itu serta membolak balik cincin berlapis perak, cincin itu bersih dan Thomas selalu menaruhnya di tempat yang aman seolah ia takut satu sentuhan pada cincin itu maka memori indahnya bersama wanita itu hilang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Unpredictable▶ Thomas Sangster
Fanfiction"Well, if i could date fictional characters, i would. Boys nowadays are acting like a jerk, okay? And my heart wasn't made for those guys who just touch it and leave a big hole in it." y/n said. written in Bahasa. [Completed] Copyright © 2015 by sha...
