Perlahan namun pasti, aku berjalan mendekati kamar itu. Aku mulai berpikir bagaimana caranya memulai semuanya. Apakah dengan berteriak memanggil ? Ataukah langsung mendobraknya ? Akh tidak. Cara itu terlalu beresiko mengundang bahaya. Bagaiman bila terdengar sampai keluar sana dan zombie-zombie itu mendengar lalu mulai berdatangan ?
Bisa-bisa apa yang tadi aku mimpikan bisa menjadi kenyataan. Hiii...
Akhirnya aku memutuskan untuk mengetuk daun pintu itu secara perlahan.
"Tok..tok..tok...". Sepi. Tidak ada suara apapun yang terdengar dari dalam sana. Tapi aku tak patah semangat. Kembali aku mengetuk perlahan pintu itu.
"Tok..tok..tok..,hey, siapapun yang didalam sana. Jangan takut. Aku juga manusia sepertimu. Bukan zombie-zombie itu. Tolong buka pintunya." aku berkata perlahan.
Lama aku tunggu. Tidak ada sebuah suarapun yang menyahuti.
"Baiklah bila kau tidak mau membuka pintu. Itu terserah padamu. Sekarang aku akan pergi. Sampai jumpa. Mungkin kau memang ingin seterusnya sendiri didalam sana." aku berkata sambil sedikit mengancam.
Ya iyalah harus diancam. Coba siapa yang tidak jengkel. Orang bermaksud baik untuk menolong malah didiemin.
Tapi, ternyata caraku berhasil !
Tak lama berselang terdengar suara langkah kaki perlahan mendekati pintu. Aku waspada. Bukan mustahil yang keluar adalah zombie.
"Klek." suara kunci dibuka. Lalu kulihat kanopi itu bergerak kebawah, membuka.
Dan kini, berdiri dihadapanku sesosok tubuh wanita muda menggunakan lingerie berwarna pink. Wanita ini memiliki wajah yang cantik, rambut panjang dan kulit putih bersih. Samar-samar aku seperti mengenalnya.
"K-kkau manusia ?" sebuah pertanyaan terucap dari bibir mungilnya. Aku sejenak masih terpana. Namun dengan cepat aku menganggukan pertanyaannya yang agak konyol itu.
Dia kulihat mulai tersenyum. Manis sekali. "Ayo cepat masuk kemari". Ujarnya. Aku lalu segera memasuki kamar itu.
Wanita itu menutup pintu itu dan kembali menguncinya.
Dia lalu menyalakan lampu kamar. Aku berusaha mencegah. Tapi dia sepertinya tahu maksudku.
"Tenang saja. Kamar ini jendelanya ditutupi oleh tirai tebal. Cahaya lamu ini tidak akan terlihat dari luar." aku hanya ber-oh ria saja.
"Silahkan duduk." katanya.
Akupun segera duduk dikursi sofa dipojok ruangan. Sedangkan dia duduk dipinggir kasur springbadnya.
Aku segera bertanya, "oh iya. Ngomong-ngomong siapa namamu? Apakah kau pemilik rumah ini?"
"Namaku winny. Aku bukan pemilik rumah ini. Ini adalah rumah seorang fotografer kenalanku. Kamu sendiri siapa ?" tanyanya.
"Aku deddy. Maaf, aku tak sengaja masuk kerumah ini kemarin. Soalnya kepepet." kataku.
Winny tersenyum mendengar penjelasanku.
Aku kembali bertanya, "kemarin waktu aku mencoba membuka pintu ini kenapa tidak kau buka ?"
"Soalnya aku takut. Aku tidak yakin kalau yang berada diluar itu manusia normal atau zombie. Makanya aku biarkan saja."
"Sudah berapa lama kau berada dikamar ini ?" tanyaku.
"Sejak kemarin. Tadinya aku hendak difoto oleh temanku itu. Tapi...kau tahulah apa yang terjadi. Temanku kabur meninggalkanku sendirian. Aku lalu memilih bersembunyi dikamar ini."jawab winny.
"Kau tidak lapar ?"
Winny menggeleng. "Dikamar ini ternyata ada makanan dan minuman." katanya sambil menunjuk keatas meja dipojok ruangan.
Kulihat disana terdapat berbagai kue dan buah2an. Juga minuman. Beberapa minuman itu ada minuman beralkohol juga.
"Untuk sementara waktu kita mungkin aman disini." kata winny.
Aku mengangguk. Ya, kita memang akan aman disini, tapi untuk berapa lama ?
***

KAMU SEDANG MEMBACA
WABAH ZOMBIE
FantasyMengisahkan tentang terjadinya wabah zombie yang melanda indonesia. kisah tentang seorang ayah yang mencoba menyelamatkan keluarganya dan mencoba untuk survive terhadap serangan dan ancaman para zombie. akankah dia berhasil ???