21

1.8K 148 15
                                        

"Apa oppa akan pulang terlambat ?" tanya Eunsang pada namja didepannya, Kim Tan. Namun pergerakannya masih terus fokus pada dasi yang ia pakaikan pada kerah baju Tan.

"Wae ? Kau menginginkan sesuatu ?" Tan menatap wajah cerah Eunsang pagi ini, dilihatnya senyum yang begitu manis tersemat indah diwajah pagi Eunsang.

"Aniya, hanya saja sepertinya aku hanya perlu berjalan-jalan"

"Geure, akan oppa usahakan untuk tidak terlambat"

"Jeongmal ?"

"Tentu saja" Tan mencium kening Eunsang singkat, mengambil tas kerjanya yang tersimpan rapi diatas meja kamar.
"Aku pergi ne, jangan melakukan hal berat apapun, arrachi !!!"

Tan tersenyum senang saat mendapat anggukan mengerti dari Eunsang, setidaknya hanya mengingatkan Eunsang yang bisa dia lakukan saat ini meskipun sebenarnya ia juga menginginkan selalu berada disamping Eunsang setiap harinya. Tapi jika dia tidak bekerja, apa yang akan Eunsang dan calon bayi nya makan, sedangkan mereka berdua memerlukan nutrisi lebih. Eunsang juga sangat mengerti pekerjaan Tan, sejak malam itu, mereka saling mengenal diri pasangan masing-masing, mencoba saling terbuka dan saling menerima apa yang mereka punya saat ini. Untuk saat ini benar-benar hanya semangat dan kepercayaan yang mereka perlukan satu sama lain. Eunsang bahkan tidak meributkan soal pernikahan dan uang, kini kehidupan mereka sudah berbeda dari sebelumnya.

***

Perkantoran mewah dikawasan elit itu terlihat masih sangat sepi, belum terjadi kericuhan diwaktu seperti ini, hanya ada beberapa petugas keamanan dan kebersihan yang sedari tadi menampak kan batang hidungnya, bahkan terlihat sangat jelas, banyak meja pekerja yang bahkan masih kosong belum terjamah oleh sang pemilik.

Seorang office girl dengan beberapa alat pembersih memasuki ruangan berpintu coklat, ia menatap segan pada seorang perempuan yang memungguinya, menatap jauh pada kaca besar didepannya yang dapat memperlihatkan kesibukan kota Seoul pagi ini.

Office girl itu lantas menunduk hormat saat perempuan itu berbalik badan menatapnya dengan tatapan teduhnya.
"Maafkan saya sajangnim, saya tidak tau jika anda sudah datang"

"Gwenchana, aku memang datang terlalu pagi hari ini" ucapnya dengan senyumnya "Kau bisa pergi, setelah pulang saja ruangan ku kau bersihkan" office girl itu mengangguk mengerti, ia menunduk hormat sebelum menghilang dia balik pintu.

Perempuan itu mendesah berat, ia menatap buket mawar yang ia letakan diatas meja kerja yang ia beli sebelum datang kekantor.

Ini sudah satu bulan lamanya, dan dia ingat akan bertemu dengan laki-laki itu lagi ditempat yang telah mereka janjikan sebelumnya. Dan dia ingat apa yang harus ia lakukan untuk hari ini. Sebenarnya perempuan itu ingin berlari pada laki-laki itu setelah satu minggu ia mendapatkan buket bunga dari laki-laki itu. Tapi bahkan laki-laki itu sampai hari ini seolah enggan untuk menemuinya.

Apa laki-laki itu mengingat janji mereka ? Apa laki-laki itu akan datang untuk menemuinya ? Dan apa laki-laki itu masih mengharapkan jawabannya ? Tapi bahkan dia terlihat bercumbu dengan wanita lain, apa mungkin laki-laki itu masih mengharapkannya ? Semua pertanyaan itu terus berputar dikepalanya, ia semakin terlihat gusar saat pikirannya dan hatinya tak bisa menemukan jawaban atas semua pertanyaannya. Bagaimana sekarang ? Apa yeoja itu sudah masuk kedalam pesona laki-laki itu ?

***

Yonghwa terbangun dari tidurnya, ia merasakan pusing yang teramat sangat saat ia ingin bangun dari posisi tidurnya.
Entah berapa botol anggur yang ia habiskan sepanjang malam. Hanya hal-hal yang berbau alkohol lah yang setidaknya sedikit bisa menenangkannya.

My Beloved BratTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang