28

1.4K 148 8
                                        

Akan ada banyak hal yang berubah meskipun orang itu mencoba dengan kuat perubahan itu agar tidak terjadi. Namun apa yang bisa dilakukan ketika detik demi detik, hari demi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun membawa kita secara perlahan kedalam perubahan itu ? mau tidak mau kita harus menjalaninya sebagai makhluk yang hanya menumpang didunia sang pencipta.

Lima tahun kemudian !!!

Hari pertama musim semi telah tiba. Semua makhluk yang berada di negara yang memiliki empat musim itu begitu antusias menyambutnya. Tak pelak, membuat pasangan-pasangan semakin romantis meskipun hanya berjalan bergandeng tangan di kelilingi hamparan bunga indah yang menyeruakkan harumnya.

Terlihat tak ada yang berubah dari negara ini meski telah ditinggalkan bertahun-tahun. Tetap saja negara ini memiliki empat musim yang setiap musimnya memiliki kenangan indah yang diciptakan sendiri oleh pemilik ceritanya masing-masing.

Tahun ini, semua terasa berbeda. Kim Tan dan Eun Sang yang entah kenapa memilih untuk bercerai setelah mereka kehilangan bayi pertama mereka. Jong Hyun dan Seung Yeon yang semakin romantis dengan empat orang anak mereka. Jong Hoon dan Hye Jung yang sedang panik menunggu kelahiran bayi mereka. Sejoo yang masih sendiri namun kini menjadi sangat akrab dengan Kim Tan. Semua terjadi begitu saja. Tapi entah bagaimana dengan dua insan yang masih merasakan dingin dihati mereka, entah apa yang mereka lakukan untuk menghilangkan perasaan mereka ? hanya mereka yang tau.

***

Bandara Internasional Incheon begitu sesak, terlihat banyak turis yang datang hari ini, mungkin hanya untuk menghabiskan waktu liburan dinegara ini. Tak terkecuali wanita yang baru saja tiba dengan celana jeans, baju kaos dilapisi blazer rajut itu begitu antusias kembali kenegara yang lima tahun ini telah ia tinggalkan.

Ia mengedarkan pandangannya, mencari dua orang yang telah berjanji akan menjemputnya. Ia menyeret koper besarnya saat seseorang yang tak jauh darinya tersenyum melambaikan tangan kearahnya.

"Brother Joo" teriaknya nyaring dan langsung merengsek masuk kedalam pelukan laki-laki itu.

"Aku merindukan mu Shin"

"Aku juga, sangat merindukan mu" mata gadis itu tertuju pada seorang laki-laki yang tersenyum hangat padanya.

"Selamat datang, Park sajangnim" tawa perempuan itu terlepas dari mulutnya.

"Yya. Kau telalu formal Kim Tan-ssi. Dan lagi pula, aku tidak akan menjadi atasan mu lagi" dua laki-laki itu saling bertukar pandang, kemudian menatap menyeledik pada wanita yang sedari tadi hanya menampakan senyumnya.

"Ah, sudahlah. Ayo pulang, aku lelah" wanita itu tanpa perduli terus bejalan, membiarkan kedua laki-laki itu membawa koper besarnya.

***

Entah berapa kali laki-laki itu hanya membolak-balikan roti bakar cokelatnya. Perutnya kini telah meronta minta diisi namun laki-laki itu tak berniat memakannya bahkan hanya sekedar menggigit ujungnya. Wajah nya terlihat gelisah, seperti seseorang yang akan wawancara untuk mendapatkan pekerjaan, namun mata hitamnya berbanding terbalik, memancarkan rona bahagianya.

"Appa !!!" panggil seorang anak perempuan dari balik pintu.

Laki-laki yang dipanggil itu tersadar dari lamunanya dan tersenyum manis pada anak kecil yang melangkah mendekatinya.

"Hye Ji lapar" gadis bernama Hye Ji itu kini sudah berada dipangkuan laki-laki yang disebutnya Appa.

Ia meminum susu cokelatnya dan mengambil roti bakar keju kesukaannya.
"Hye Ji-ya. appa akan kerja, sedangkan Song ahjumma tidak bisa datang hari ini. Apa Hye Ji tidak apa-apa jika dipenitipan sebentar ?"

Gadis itu tak menghiraukan ucapan laki-laki itu, ia malah kembali mengambil roti bakar strawberry nya yang masih hangat diatas piring.

"Hye Ji-ya, apa Hye Ji marah ?"

"Hye Ji sedang makan appa. Kata appa saat makan tidak boleh bicara, matchi ???" ucapnya mengingatkan membuat laki-laki itu menggaruk tekuknya yang tidak gatal.

Ia pun membiarkan Hye Ji menghabiskan makannya, tidak mengajak anak itu bicara dari pada ia harus malu karena diingatkan oleh anak kecil.

"Hye Ji tidak pa-pa. Asal nanti siang Hye Ji dijemput dan makan siang bersama appa dan eomma" laki-laki itu mengangguk antusias. Ini pertama kalinya Hye Ji tidak marah jika harus dititikan. Tapi bersyukur, setidaknya ia bisa bekerja dengan tenang hari ini.

Laki-laki itu menyiapkan semua keperluan Hye Ji. Semua barang yang tidak boleh tertingal, atau Hye Ji akan menangis seharian. Ia memberikan boneka simpsons milik Hye Ji membuat gadis itu langsung memeluk erat bonekanya.

"Hye Ji-ya, jangan lari, kau akan jatuh nanti" peringat laki-laki itu pada Hye Ji yang berlari-lari dikoridor apartemen, sedangkan ia harus mengunci pintu apartemennya.

"Huwaaa !!! appa !!!" tak berapa lama terdengar suara tangisan Hye Ji membuat laki-laki itu menatap kearah Hye Ji yang terduduk dilantai tak jauh dari tempatnya berdiri.

"Hye Ji-ya !!!"

"Yong Hwa" laki-laki itu kaget saat matanya bertemu tatap dengan mata wanita yang sedang duduk jongkok dengan Hye Ji yang berada dipelukannya. Namum keterkejutannya segera ia musnahkan saat ia mengingat Hye Ji nya.

"Hye Ji-ya gwenchana ?" tanya saat ia mengambil Hye Ji dari pelukan wanita itu.

"Gwenchanayo appa. Tapi, kaki Hye Ji sakit, Hye Ji tidak bisa berjalan"

"Arraseo, appa akan menggendong Hye Ji"

"Deh" ucap Hye Ji riang, namun sebelum Yong Hwa menggendongnya, Hye Ji berbalik kearah wanita yang sebelumnya ia peluk.

Hye Ji tersenyum sangat manis, ia menunduk kepada wanita itu sebagai rasa hormatnya.
"Gamsahamnida ahjumma"

Wanita itu hanya mengangguk singkat.

"Kajja appa !!! Appa akan terlambat nanti"

"Eoh" Yong Hwa mengangguk mengiyakan. Ia lantas menggendong Hye Ji dan membawa anak kecil itu memasuki lift.

Sementara wanita itu diam tak bergeming. Seperti mimpi indah saat ia bisa bertemu dengan laki-laki yang masih barada dihatinya, namun seketika mimpi indah nya hancur lebur saat anak kecil itu menyebutnya dengan sebutan appa. Apa gadis itu benar-benar anaknya ? Apa sekarang dunia mempermainkannya ?

tbc....

My Beloved BratTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang