Part 4 - Dia Kembali

17.7K 877 6
                                        

Zahra pov
Pagi ini aku berangkat kerja lebih awal, agar aku tak melihatnya, aku sedikit takut padanya, takut rasa itu kembali lagi, aku sampai dikantor sebelum jam 7, kantor masih begitu sepi, hanya ada ob yg baru datang juga.

"Pagi bu Zahra" ucap seorang ob, pak darmawan, meski dia sudah sedikit tua, tapi semangat kerjanya begiti tinggi, selain senyumnya yg ramah, dia juga begitu taat pada agama.

"Pagi pak Darma" ucapku tersenyum padanya.

"Kok tumben berangkatnya pagi banget bu"

"Ga apa apa pak, biasa, ngindarin macet"

"Oh gitu, kalau begitu saya permisi bu, mari, Assalamualaikum"

"Walaikumsalam"

Aku berjalan menuju lift, namun saat aku ingin memencet tombol seseorang menghalangi pintu lift dengan kakinya, pintu lift terbuka, menampakkan 2 orang laki laki yg kukenal, dan yg satunya membuat jantungku kembali berdetak kencang, aku datang sepagi ini untuk menghindarinya tapi malah bertemu dengannya.

"Pagi bu Zahra" ucap Daniel padaku, ku balas hanya senyum.

"Tumben pagi pagi udah nyampe, ga mandi ya?" aku hanya memutar bola mataku, dia Fahri, kenapa mereka bisa bersama, fikirku.

"Pasti lagi ngelamunin jorok, ya kan?"

"Apaan sih, garing tau" ucap ku kesal, kulirik Daniel yg sedikit tertawa.

"Gimana interview kemarin Dan, kamu ga di apa apain kan sama ibu Zahra yg terhormat?" tanya Fahri yg sepertinya sedikit menyindirku.

"Biasa aja kok pak, nyaman" ucapnya biasa saja yg hampir membuatku tersedak.

"Ohh kirain"

"Mas Fahri nyindir aku ya?"

"Kalo merasa ya maaf"

Aku hanya mengalihkan pandanganku, kudengar mereka berdua tertawa, sampai akhirnya pintu lift terbuka dan aku langsung berjalan duluan.

Fahri pov
Aku melihat Zahra pagi ini, sedikit heran dengannya karna dia datang begitu pagi, tak biasanya, tapi aku hanya diam saja, mungkin dia ada sedikit pekerjaan, fikirku.

Aku memasuki lift bersamanya dan juga Daniel, karyawan bagian programer yg baru diperusahaanku.

Kulihat Zahra keluar dengan wajah kesalnya, aku memang suka sekali melihatnya begitu, kulihat Daniel diam melihat Zahra begitu serius, sedikit pertanyaan muncul di kepalaku, apakah dia juga menyukai Zahra.

"Daniel" ucapku menepuk bahunya pelan.

"Eh, maaf pak"

"Mau sampe kapaan disitu terus?"

"Oh udah sampe ya" ucapnya sambil garuk garuk kepala yg aku tau pasti tidak gatal.

"Hmm dasar"

Aku berjalan menuju ke ruanganku, dan Daniel menuju ruangannya, kulihat ruangan Zahra sudah tertutup rapat.

Daniel pov
Aku sudah sampai di ruanganku, disana sudah tersedia meja untukku, sangat nyaman ruangan ini menurutku, ada 4 meja diruangan ini, mungkin mereka belum datang.

Aku duduk dikursi, sedikit mengingat kejadian di lift tadi, kulihat Zahra dan Fahri begitu dekat, apakah mereka sangat dekat, rasa cemburu tiba tiba saja melintas dibenakku, segera aku beristighfar.

"Assalamualaikum" ucap salah seorang yg baru saja masuk keruangan.

"Eh, maaf, ga tau ada orang" lanjutnya lagi.

Salah Apa ?Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang