Part 29 - Nailah Fadiyah

13.5K 666 4
                                        

Zahra pov
1 minggu sudah kepergian Rian dan Laura, dan aku sudah membawa bayi Laura pulang kerumahku yg dibandung, keluarga Rian bahkan sangat menyetujui bahwa aku yg mengurus anak Laura, begitupun Annisa adik Laura, meski selama 1 minggu ini mereka selalu berkunjung kerumahku untuk melihatnya.

"Kamu sudah punya nama untuk bayi ini Zah?" tanya Vella yg saat ini kami sedang duduk ditamab belakang rumahku, Daniel dan Fahri sedang pergi.

"Sudah Vel" ucapku tersenyum.

"Siapa?"

"Nailah Fadiyah"

"Namanya cantik Zah, artinya apa?"

"Anugerah yang dilindungi"

"Subhanallah, bagus banget Zah" aku tersenyum memandangi Nailah yg sedang tertidur digendongan Vella, aku tidak terlalu diperbolehkan untuk menggendongnya terlalu lama karna aku juga sedang mengandung, meski baru 4 bulan tapi sepertinya perutku sudah sangat besar.

"Vel, menurut kamu kalo Nailah aku bawa pulang ke kampungku mereka ijinin ga?"

"Zah, kenapa harus balik kesana lagi sih? Kan disini kamu juga udah punya rumah, Daniel juga masih bisa kerja dikantor Fahri"

"Aku merasa tenang disana Vel, bukan berarti aku ga tenang disini, tapi kayaknya disana lebih nyaman buat besarin Nailah"

"Aku ngerti Zah, coba aja kamu omongin dulu sama Daniel"

"Iya Vel, ehm Vel, menurut kamu perut aku gede banget ga sih kalo baru hamil 4 bulan?"

"Ehm iya juga sih, ini udah kayak hamil 6 bulan, kamu udah USG belum?"

"Belum Vel, selama ini aku cuma cek up aja ke dokter, dan dokter selalu bilang kondisi kehamilanku sangat baik, dan terakhir aku cek up saat akan berangkat kesini 2 minggu yg lalu"

"Ehm, coba aja USG Zah, aku punya kok temen, dokter kandungan"

"Tapi aku ga pengen tau jenis kelaminnya dulu Vel"

"Zah, itukan cuma liat kondisi bayi kamu aja, kalo soal jenis kelamin bisa kok hanya dokter yg tau" aku berfikir sejenak dengan ucapan Vella, ada benarnya juga.

"Nanti aku tanya Daniel dulu deh Vel" Vella mengangguk dan tersenyum padaku.

"Assalamualaikum" aku menoleh kebelakang dan tersenyum, Daniel dan Fahri sudah kembali.

"Waalaikumsalam" ucapku dan Vella.

"Anak abi bobok ya, cini abi gendong" ucap Daniel seperti anak kecil yg membuatku dan Vella tertawa.

***

"Kandungan kamu baik, dan yg membuat kandungan kamu begitu besar saat usia masih 4 bulan adalah karna bayi yg ada dirahim kamu ada 2, maksudnya adalah bayi kembar" aku terdiam beberapa saat mendengarkan ucapan dokter, setelah selesai ashar, aku dan Daniel setuju untuk periksa ke dokter kandungan teman Vella, kami berangkat juga bersama Vella dan mas Fahri sekalian jalan jalan karna ini adalah hari minggu, aku juga membawa Nailah.

"Zah, kamu punya anak kembar" ucap Vella sambil teriak.

"Benarkah dok?" ucapku pelan, aku melihat Daniel yg tersenyum lebar memandangiku.

"Alhamdulillah ya Allah, terima kasih"

"Selamat Zah"

"Terima kasih Vel" aku memeluk Vella, sungguh ini benar benar kabar yg begitu membahagiakan untukku, dahulu aku slalu bermimpi mempunyai anak kembar, dan sekarang Allah mengabulkan doa ku.

Kami keluar ruangan periksa, dan melihat Fahri yg duduk dikursi tunggu sendirian.

"Gimana Zah, kandungan kamu baik baik saja?" ucapnya sedikit panik, aku melihat Vella dan tersenyum.

"Kandungan Zahra baik mas, mereka baik baik aja didalem sana" ucap Vella.

"Maksudnya mereka?"

"Zahra mengandung bayi kembar mas" ucap Vella kegirangan.

"Alhamdulillah, selamat Zah, selamat Dan, ga nyangka bentar lagi anak kamu udah 3" kami tertawa bersama.

***

"Assalamualaikum"

"Waalaikumsalam" aku menyalami orangtua almarhum Rian.

"Kak Zahra"

"Nisa, ayo masuk ma, pa" ucapku tersenyum menyambut kedatangan mereka malam ini, kami duduk diruang tamu rumahku.

"Zah, gimana kamu udah punya nama untuk anaknya Laura?"

"Udah ma, namanya Nailah Fadiyah"

"Cantik namanya kak, artinya apa?" ucap Nisa.

"Artinya anugerah yg dilindungi"

"Subhanallah bagus banget artinya Zah"

"Makasih pa"

"Ga salah kalo mereka nyuruh kamu yg ngerawat anak ini"

"Ehm, ma, sebenernya ada yg ingin Zahra kasih tau" aku sedikit melihat kearah Daniel dan dia pun menganggukkan kepala pelan, aku sudah berbicara padanya saat pulang dari rumah sakit tadi siang, bahwa aku akan membawa Nailah pulang ke kampung halaman ku.

"Kasih tau apa Zah?"

"Ehm, Zahra ingin bawa Nailah pulang ke Medan ma, pa, Nisa, Zahra dan Daniel ga bisa terus tinggal disini karna kami juga sudah buka usaha disana" kulihat mereka diam untuk beberapa saat dan saling memandang.

"Kamu ga akan balik kesini lagi Zah?"

"Inshaa Allah jika sudah ada waktu kami akan kembali kesini kok ma, lagian rumah ini juga ga akan Zahra jual"

"Papa ngijinin Zah" aku juga melihat mama Anna tersenyum, lalu kulihat Nisa yg sedikit murung.

"Nisa" panggil mama Anna.

"Ehm, Inshaa Allah Nisa setuju, asalkan kak Zahra menjaganya dengan baik, Nisa cuma takut kalo Nailah kenapa kenapa disana"

"Inshaa Allah kakak dan mas Daniel bakalan jagain Nailah dengan baik Nis"

"Kapan kalian akan pulang?"

"Inshaa Allah lusa kita akan pulang ma"

"Ya sudah ga apa apa Zah" ucap papa Rian.

***

Daniel pov
Aku dan Zahra sudah berada di bandara, kami akan pulang hari ini, diantarkan keluarga almarhum Rian dan juga Annisa, Fahri dan Vella juga ikut mengantarkan kami, aku menggendong Nailah.

Aku tak mengijinkan Zahra menggendong Nailah karna dia sedang mengandung, dan usia kandungannya sudah menginjak 5 bulan.

"Daniel, kalian hati hati ya, jagain Nailah sama Zahra" ucap Vella.

"Pasti aku jagain, tenang aja"

"Ma, Zahra pamit ya"

"Hati hati ya Zah, jaga juga kandungan kamu"

"Baik ma"

Aku dan Zahra berjalan meninggalkan mereka yg masih berdiri melihat kepergian kami

♥♥♥♥♥♥♥

Salah Apa ?Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang