Gadis manis ini tiba di ranjangnya yang indah bak surga dunia, dengan senyum merekah, hati berbunga, dan bahagia memuncak. Bahkan ia tak mengerti mengapa perasaannya bisa seperti ini. Perasaan aneh, penuh gejolak, penuh misteri.
Mungkinkah ia bahagia karena Leon?
Padahal di malam yang sama, ia baru saja kehilangan dan menangis meraung karena Niko.
Dan hanya dalam hitungan jam, Leon berhasil merubah segalanya.
Apakah karena itu?
Ia ingat, begitu ia masuk rumah tadi, sang mama langsung menyambutnya dengan beragam rasa penasaran.
"Dek, kamu sama siapa? Kok pak supir pulang duluan?"
Kesha hanya nyengir, tanpa jawab.
"Ih, ditanyain mama nih gak jawab! Hayo, sama cowok ya?"
Dengan malu-malu, Kesha mengangguk. "Iya."
"Siapa? Bukannya Niko udah pergi? Eh, tapi kalau sama Niko aja kamu gak pernah senyum-senyum segila ini? Hayo, kamu punya pacar, ya?"
Kesha mengendikkan bahu. Kemudian melarikkan diri ke kamar, dengan perasaan yang tak menentu.
Pergi dengan pacarnya? Bukan. Ya, bukan.
Tapi... Kenapa perasaannya aneh, seperti saat ia menyukai seorang pria dan pria itu balik menyukainya? Penuh bunga, dan rindu.
Dan saat tersadar ke dalam kenyataan, Kesha mengerti, itu semua hanya tipuan rasa belaka. Karena sesenang apapun dirinya, Leon memang bukan untuknya, bahkan tak akan pernah menjadi miliknya.
Ponselnya bergetar. Pesan masuk bersamaan dari dua orang lelaki dalam hidupnya, yang sama-sama membuatnya bingung.
Niko, sahabatnya, yang kali ini mempunyai tekad bulat tuk berubah, dan memiliki niat lain untuk memilikinya kelak.
Dan,
Leon, majikan sekaligus musuhnya yang menyebalkan, yang tiba-tiba berubah jinak dan berhasil menerbangkan dirinya setinggi langit.
*
*
Niko: Kes?
Kesha: Yaa, km udah sampai mana?
Niko: Lg transit nih hehe. Gue kangen lo.
Kesha: I miss you too, cepet balik, sama gue lagi!
Niko: Wait for me ya dear...
Kesha: HAHAHA gue kangen lo panggil 'dear' atau 'baby' dengan suara melambai lo itu... lo sahabat gue banget..
Niko: Mungkin bsk kalo gue balik, gue bakal panggil lo dengan sebutan seperti itu dengan suara gue yang udah berubah? Dan diri gue yang juga berubah gak 'banci' lagi.
Kesha: Gausah memaksakan kali. Gue ga masalah kok kalo lo banci. Lagian, lo bukan banci. I'll accept you who for who you are.
Niko: So sweet banget :(( gue jd kangen.
Kesha: Sama.
Niko: Kes?
Kesha: Apa?
Niko: Gue kmrn ninggalin tas makeup gue di kamar lo.
Kesha: Lah lo gabawa tas makeup lo???
Niko: Ga. Gue mau kasih maskara, lipbalm, eyeliner dan semuaaa alat makeup gue ke lo.
Kesha: Gue gabisa makenya njir. Gue aja dipakein lo kan biasanya-_-
KAMU SEDANG MEMBACA
Enemy's Slave
Teen FictionJika kakaknya, berbahagia karena memiliki kisah yang indah dengan sahabat sekaligus tetangganya... Akankah hal ini terjadi pada sang adik? Kesha Ayu Shakira dan Leon Bima Iskandar. Keduanya saling bermusuhan. Bahkan generasi sebelumnya--alias mama...
