Bab XXVI - Kado Leon, Untuk Kesha

1.6K 659 39
                                        

Menutup pintu kamar, merebahkan diri di ranjang, serta membiarkan tangisnya jatuh... Itulah yang Kesha lakukan sekarang.

Kepergian Leon yang begitu mendadak, serta fakta-fakta menyedihkan Leon, itu lah hal yang membuat Kesha sedih dan merasa tidak berguna. Andai Kesha tau semua lebih awal, mungkin Kesha bisa meredam amarahnya pada Leon, serta menjadi tempat bersandar Leon sebelum lelaki itu benar-benar pergi dalam kehampaannya.

Kesha menghela nafas, kemudian membuka kotak yang berisi banyak benda--selain surat tadi--yang adalah hadiah terakhir untuk Kesha.

Hadiah pertama, adalah botol minum. Di botol tersebut, ditempelkan sebuah kertas dengan pesan dari Leon.

"Gue tau, lo males minum. Coba deh, minum air putih. Botolnya diisi, ya, terus dibawa kemana-mana biar lo inget kalau lo harus minum air putih. Please, kurangi kebiasaan minum kopi lo."

Hadiah kedua, adalah parfum The Body Shop, varian Moringa.

"Jujur, gue males banget sama bau parfum lo. Bau melon, strawberry, kayak bocah. Nih, gue kasih parfum wanita, yang wanginya elegan buat lo. Biar lo gak kayak kebun buah, lagi!"

Hadiah ketiga, adalah dompet cokelat, yang lumayan besar.

"Dompet. Lo suka teledor naroh uang. Uangnya kemana-mana. Karena apa? Karena lo gak punya dompet. Please, lo cewek. Ditertibkan dikit, deh, administrasi lo."

Hadiah keempat, adalah aneka lipstik dengan beragam warna.

"Bibir lo pucet. Pakai lipstik, ya. Biar gak kayak orang penyakitan!"

Hadiah kelima, adalah mukena wanita berwarna biru muda.

"Gue memang belum jadi laki-laki yang sholeh. Boro-boro, khatam Qur'an aja baru sekali, jaman SD! Tapi mulai sekarang, gue mau perbaiki ibadah gue, sholat gue.
Dan gue juga mau lo ngelakuin itu. Bukan apa-apa, tapi gue tau, kekuatan ibadah itu luar biasa.
Pakai mukena ini kalau lo sholat, ya."

Hadiah keenam, adalah flashdisk kecil berwarna putih.

"Nih, ada flashdisk. Di dalemnya, banyaaaak banget film-film kesukaan lo. Lo suka, kan, drama romance? Gue kasih banyak tuh, selain Dear John yang kemarin kita tonton.
Di dalem flashdisk ini juga ada rekaman kita waktu kencan singkat di mobil kemarin. Semoga bisa mengobati rasa rindu lo. Hehe. Itu pun kalau lo rindu!"

Hadiah ketuju, adalah sweater berwarna hitam.

"Lo tuh nggak kasihan apa sama badan lo? Kurus banget,tapi nggak pernah pakai jaket. Untung lo nggak penyakitan, ya.
Nih, gue kasih sweater. Lebih tipis dari jaket kok, jadi tetap nyaman dipakai, dan bisa tetap melindungi badan lo biar nggak terlalu kena angin. Dipakai, ya!"

Dan hadiah ke delapan, atau hadiah terakhir.... Adalah kalung, berliontin hati.

"Tadinya, kalung ini mau gue kasihin Nyokap.. Tapi Nyokap gue nggak boleh terima barang apapun dari gue, kata calon suaminya. Hehe.
Ya udah, jadi kalung ini gue kasih buat lo, Kes. Karena wanita yang ada di hati gue saat ini, selain Nyokap, itu lo. Hehe. Gwen mah buang aja ke laut.
Dipakai, ya, Kes. Atau... Minimal disimpan. Jangan dikubur di dalem tanah walaupun lo benci sama gue."

Kesha menunduk. Air matanya menetes tanpa disadari.

"Setelah gue tau semuanya... Gue bahkan nggak mampu untuk benci sama lo, Le," gumamnya, pada dirinya sendiri.

Enemy's SlaveCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang