Benar adanya jika Kesha ada diambang pintu dua rasa pada seseorang. Pada Leon, Kesha memiliki rasa yang lain dan lebih, yang membuatnya benci ketika melihat Leon dengan Gwen memadu kasih.
Semua tau jika Gwen bersalah. Semua tau jika Gwen egois, dan terlihat memaksakan kehendaknya pada Leon. Tapi pertanyaannya, kenapa Leon masih mau?
Sementara di ujung sana, ada lelaki yang menyayangi Kesha. Sesungguhnya, Kesha menyayangi Niko hanya sebatas sahabat. Kesha bahkan tak peduli jika Niko 'sedikit' memiliki sisi wanita dengan lipbalm dan gayanya yang selalu menempel pada para wanita. Kesha menyayanginya sebagai sahabat. Sungguh menyayanginya.
Tapi rasa yang Kesha pada Niko dan Leon, berbeda.
Kesha menyayangi Leon, layaknya menyayangi lelaki.
Dan Kesha menyayangi Niko, layaknya ia menyayangi sahabatnya. Sama seperti rasa sayangnya pada Dara.
Mengingat tragedi memalukan di kantin kemarin, Kesha makin malas rasanya untuk ke sekolah. Lebih tepatnya, Kesha takut untuk bertemu dan dipermalukan Gwen lagi. Nyali seorang Kesha tak sebesar itu.
"Kes."
Deg.
Kesha yang sedang menyandarkan kepalaku di meja, kini menengadah. Didapatinya seorang Leon, pria yang selama ini menjadikan Kesha sebagai budaknya hanya karena sebuah ancaman. Dan perbudakan itu, membuat hati seorang Kesha makin aneh setiap harinya.
"Leon, please, jangan kesini.. Nanti dilihat Gwen!" kata Kesha, cepat.
"Nggak peduli."
"Lo gak peduli karena lo nggak terkena dampak. Lah gue? Gue selalu kena dampaknya. Dan disaat gue kena dampaknya, lo nggak ngelindungin gue, kan?"
"Kemarin gue belain lo di kantin!"
"Tapi akhirnya lo tetep balik ke Gwen dan ngebiarin gue malu sendirian, kan?" Air matanya tertahan.
Leon diam, dan menatap Kesha aneh. "Lo maunya apa? Maunya gue terus di samping lo, gitu?"
"...."
"Mana bisa?" lanjutnya. "Gue cuma anggep lo sebatas pesuruh aja! Jangan ngarep lo!"
Deg.
Lihat?
"Sampai kapan?" tanya Kesha.
"Sesuka gue. Kalau lo berani ngelanggar, rekaman ciuman kita bakal gue sebar!" ancamnya.
"Kita gak pernah ciuman!" tegas Kesha, dengan suara lantang.
"Di pesta topeng, lo cium gue!" balasnya tak mau kalah.
"Gue nggak cium lo! Gue jatuh!"
Dia berdecih. "Bodo amat!"
Kesha frustasi. Sampai kapan ia harus berada di bawah tekananannya? Tekanan yang tanpa sadar menumbuhkan rasa ini makin dalam.
"Sekarang, lo ikut gue ke kantin! Temenin gue makan. Gue laper."
"A--"
"Cepet!"
Oke, oke. Kesha tak bisa menolak. Aku kan babunya.
*
Tiba di kantin....
Deg.
Semua mata tertuju ke arah dua insan yang berjalan berdampingan. Ah, salah. Lebih tepatnya, semua mata tertuju ke arah Kesha.
Semua makhluk disana, seolah ada di bawah kendali sang Medusa, alias Gwen. Gwen berdiri, dan menatap Kesha dengan tatapan sinis dan sulit diartikan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Enemy's Slave
Roman pour AdolescentsJika kakaknya, berbahagia karena memiliki kisah yang indah dengan sahabat sekaligus tetangganya... Akankah hal ini terjadi pada sang adik? Kesha Ayu Shakira dan Leon Bima Iskandar. Keduanya saling bermusuhan. Bahkan generasi sebelumnya--alias mama...
