Aku telah sampai di rumah nenekku yang letaknya tak jauh dari Tebing Keraton dan Cafe D'Pakar. Sepertinya saudara-saudara ku sedang berkumpul, dilihat dari banyaknya mobil yang terparkir di depan.
"Waalaikumsalam, yaallah Aliii. Meuni gak bilang mau ke Bandung teh" ucap nenek yang sepertinya terkejut dengan kedatangan ku dan langsung menghampiri ku.
"Iya nek, Ali mendadak ke Bandung nya" ucapku kemudian menyalami tangannya diikuti dengan Prilly.
"Ini temen Ali, nek. Namanya Prilly" ucapku kemudian menatap Prilly.
"Prilly nek" ucap Prilly lagi.
"Sok atuh langsung makan aja, di dalem lagi pada makan siang" ucap nenek. Memang saat ini kami masih berada di teras, karena tadi sempat melihat nenek sedang menyiram tanaman.
"Yaudah Ali sama Prilly masuk ya" ucapku kemudian menarik tangan Prilly untuk masuk.
"Assalamualaikum" ucapku lagi setelah membuka pintu.
"Waalaikumsalam" jawab mereka serentak sembari melanjutkan makan siangnya.
"A' Ali meuni gak bilang-bilang atuh, mau ke sini teh" ucap Wa Anna.
"Hehehe, iya wa. Mendadak" jawabku kemudian menarik Prilly untuk duduk.
"Om Aiiii!" panggil keponakan ku, Kiya yang berada di gendongan papanya.
"Halo Kiyaa" ucapku sembari mendekatinya.
"Au i endong om Ai" ucapnya menggapai tanganku.
"Nah, lo asuh dulu ya. Gue mau makan dulu, laper" ucap Rizky, kakak sepupu ku.
"Siapp" ucapku langsung mengambil Kiya dari gendongannya. Prilly yang melihat aku menggendong Kiya langsung menghampiriku.
"Halo cantik! Namanya siapa?" tanya Prilly.
"Ki..ya" jawab Kiya mengeja namanya.
"Ohh, Kiya. Kenalin nama.." ucap Prilly menggantung, sepertinya ia bingung menyebut dirinya apa.
"Aunty Prilly" sambarku cepat.
"On..ti Pi..yi" ucap Kiya kembali mengeja nama Prilly. Prilly tampak senang kemudian mencubit gemas pipi chubby Kiya.
"Mau gendong dong, Li" pinta Prilly sembari memainkan tangan Kiya.
"Emang dia mau?" ucapku jahil.
"Ish, lo mah! Kita liat aja ya"
"Kiya, gendong sama Aunty yuk!" ucap Prilly menyodorkan tangannya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Au ama om Ai aja!" ucap Kiya sembari memeluk leher ku.
"Wleee! Gue bilang juga apa!" ucapku menang.
"Ish! Nyebelin loooo" ucap Prilly mencebikkan bibirnya membuat aku gemas.
"Kiya coba liat Aunty Prilly, kaya kartun yang suka Kiya tonton ya" ucapku membuat Kiya melirik Prilly.
"Ih, apaan. Aunty kan cantik, masa kaya donal bebek Kiya?" ucap Prilly.
"Kalo gini, kaya belbi" ucap Kiya sembari menarik bibir Prilly membentuk senyuman.
"Cantik ya, Kiya?" ucapku membuat pipi Prilly bersemu.
"Tantik! Nanti kalo Kiya udah gede, kaya onti Piyi" ucap Kiya membuat Prilly tersenyum gemas kemudian mencium pipi gembulnya.
"Kiya sama mama dulu yuk. Om Ali mau makan dulu" ucap mba Ninda menghampiri ku.
"Ah, gapapa ko mba. Ali udah makan tadi bareng Prilly" ucapku.
"Eh iya, pacar barunya Ali ya?" goda mba Ninda.
"Ah..eh.. engga. Bukan. Kita temenan aja, lagian baru ketemu tiga hari" jelas Prilly salah tingkah.
"Walah? Seriusan Li?" ucap mba Ninda terkejut.
"Gak bohong" jawabku sembari menciumi seluruh wajah Kiya.
"Eh, pacar lo emang gak akan marah lo ke Bandung bareng cewek?" ucap Robi. Saat ini seluruh keluargaku telah selesai makan siang dan mengobrol bersama.
"Udah gak bareng" jawabku tanpa minat.
"Kunaon atuh? Sugan teh mau sampe pelaminan" ucap Wa Anna membuat aku tersenyum getir.