"Astaga! Lo lagiiii, bosen tau gak? Tiap berenti ketemu nya lo lagi, lo lagi" ucapnya jengah kemudian duduk di trotoar. Aku membuka helm kemudian turun dari motor. Kirana. Dengan pakaian yang sama saat aku pertama melihatnya bersama Caca.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Kan gue udah bilang, kalo kita jodoh" ucapku menggodanya dengan menaik turunkan alis.
"Ogah!"
"Lo gak mau jodoh sama cowok ganteng yang stoknya cuman satu doang?" tanya ku lagi. Sepertinya ini hobby baru ku. Menggoda Kirana.
"Eh iya. Nama lo Kirana kan?" tanyaku penasaran mengingat kejadian tadi di kampusnya.
"Emang kenapa?" tanyanya tanpa melihat wajahku.
"Kok temen lo yang tadi manggil lo Prilly?" tanya ku.
"Karena nama gue-"
"Eh,tunggu! Karena pertemuan pertama kita yang kurang enak, dan lo juga belum tau nama gue, kita ulang dari awal. Nama gue Ali Rivaldo" ucapku mengulurkan tangan.
"Modus lo" ucapnya tanpa membalas uluran tanganku.
"Sombong lo jadi cewek!"
"Oke. Demi nama baik gue. Aprillya Kirana Nabilah. Terserah lo mau manggil gue apa" ucapnya hanya membalas uluran tanganku dengan jari telunjuk. Aku langsung menarik tangannya menuju motor.
"Eh! Lo mau nyulik gue apa?!" ucapnya memberontak.
"Enak aja lo kalo ngomong. Udah lo ikut gue aja" ucapku kemudian memakaikan helm padanya.
"Lo mau ngapain beli eskrim sebanyak itu?" tanya Prilly saat aku keluar dari supermarket.
"Kan gue udah bilang, lo ngikut aja sama gue. Lo mau eskrim ya?" tanyaku.
"Ribet lo! Ayoo, kita mau kemanaa" tanyanya.
"Ishh, gue bilang ngikut ajaa. Nanya mulu looo" ucapku kemudian mencubit pipinya gemas.
"So kenal! Nyubit-nyubit!" ucapnya dengan bibir yang mengerucut.