# 1

9K 264 4
                                    

Feli POV

"Woy dek bangun lo! Udah siang nih, lo nggak capek tidur mulu?" teriak seseorang dari balik pintu kamarku.

"Nggak usah teriak teriak kali kak! Gue masih ngantuk nih. Udah ah gue mau tidur lagi" teriakku yang tak kalah kencangnya dari kakakku.

Edgar Alexander, kakakku, orang yang paling menyebalkan tapi aku tidak bisa memungkiri jika dia adalah cowok kedua yang akan menjadi tamengku setelah papa. Jika dideskripsikan bagaimana perangai kakakku, mungkin aku bisa mengatakan jika dia baik, menyebalkan, banyak yang suka, playboy -mungkin saja- dan yang paling penting ada dia selalu melindungiku.

"Eh dek, kalo lo nggak mau bangun sekarang gue dobrak pintunya!"

"Hmm....." aku hanya merespon seadanya. Lalu menutup telingaku dengan bantal agar tak mendengar lagi suaranya yang sudah mirip dengan pengeras suara.

"Dek bangun sekarang. Kalo nggak gue bilangin ke papa kalo kemarin lo pulang malem!" Ancam kak Edgar.

"Iya kak" sontak aku terlonjak kaget, secara spontan aku berjalan ke arah pintu dan membukanya. "Lo sukanya ngancem deh kak."

"Lo itu udah dibangunin dari tadi adek. Kayak koala aja, tidur mulu kelakuannya."

"Lo tu ya---"

"Apa? Lo mau bilang kalo gue nyebelin iya?" Ucapnya memotong.

"Udah ah, gue mau mandi dulu. Hush pergi sana jauh jauh!" Ucapku kesal.

Saat akan menutup pintu aku teringat dan menatap kak Edgar penuh selidik. "Lo mau boongin gue ya!?" Ucapku galak. "Kan papa sama mama lagi ke luar negeri buat ngurusin kerjan" lanjutku.

"Udah balik dari tadi adekku" tersenyum ke arahku. Dan kali ini aku benar benar masuk ke kamar dan mendengus sebal.

*****

Setelah mandi aku turun untuk makan siang. Aku melihat keluargaku sedang menungguku di meja makan.

"Hai pa, ma, kak" sapaku, sambil berjalan menuju meja makan dan duduk disebelah kak Edgar.

"Tumben kamu bangun siang?" Tanya papa.

"Em itu pa....."

'Duh gue harus jawab apa ini, nanti kalo gue jujur malah diomelin lagi'  batinku panik.

"Itu pa, kemaren dia nggak bisa tidur" ucap kak Edgar santai.

"Loh kamu tau dari mana kak kalo adek nggak bisa tidur terus kamu juga ngapain nggak tidur?" Tanya mama penasaran.

"Kemaren ada tugas numpuk aku selesaiin dulu, jadi nya lembur. Kalo feli mah dia kemaren ke kamar aku dia bilang nggak bisa tidur aku suruh dia buat ngitung domba sampe tidur" mama hanya menganggukan kepalanya seakan mengerti.

"tapi tau deh, dilakuin apa enggak" lanjutnya sambil menahan tawa sedangkan papi dan mama hanya tersenyum kecil.

Aku hanya diam dan mengerucutkan bibirku karena kesal. "Tapi nggak apalah dia udah bantuin gue cari alesan. Emang beruntung gue punya kakak seganteng dan sebaik ini" ucapku pelan.

"Lo bilang apa tadi dek?" Tanya kak Edgar penasaran.

"Ah enggak kok gue gak bilang apa-apa" jelasku.

"Oh yaudah."

"Thanks ya kak bantuannya" bisikku lalu tersenyum manis ke arahnya.

Setelah makan siang, aku kembali ke kamar dan menghempaskan tubuhku ke kasur dan mulai memainkan smarthphoneku.

Beautiful NerdTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang