"aduhh" pekik Feli saat ia merasakan lutut serta telapak tangannya menghantam lantai setelah kakinya menyandung sesuatu. Feli mendudukkan dirinya dan melihat sesuatu yang telah dilewatinya tadi, itu bukan suatu benda mati namun kaki seorang siswi seangkatannya.
Feli melihat sekitar yang ternyata sudah banyak orang melihat dengan senyum mengejeknya, ia berdiri dan sedikit memijat kedua lututnya yang terasa nyeri.
"ssshh, sakit banget sih" lirih pelan Feli, tak lama Nathan datang dari belakangnya dengan Rere dan Olin. Seketika itu pula senyum mengejek dari siswi-siswi di sekitar feli terganti dengan muka tak peduli mereka.
"kamu kenapa Fel?" tanya Nathan khawatir yang melihat Feli masih memegang kedua lututnya.
"nggak kok nggak apa, tadi cuma kesandung kaki aku sendiri" ucap Feli dengan tatapan yang mengarah ke segala arah selain Nathan.
"beneran?" tanya Nathan sekali lagi sambil melirik ke arah siswi sekitar mereka.
"iya beneran kok, kalian ke kantin dulu aja aku mau ke uks" ucap Feli memastikan sambil menatap telapak tangannya yang tergores dan mengeluarkan darah. Ia baru menyadari jika tangannya tadi mendarat pada lantai yang rusak.
"aku temenin ya" tawar Nathan sambil memegang pergelangan Feli. Ia menggeleng dan melepaskan tangan Nathan.
"nggak usah aku sama Rere aja deh ke uks-nya, kalian berdua ke kantin dulu aja yang lain juga pada nungguin. Yuk Re" jelas Feli dan menarik Rere menuju ruang uks.
*****
"lo beneran kesandung kaki sendiri Fel?" tanya Adrian yang masih nyaman dengan posisinya yang sedang menyandar ke kusen pintu uks."iya beneran Dri" kata Feli lelah. Sejak Feli dan Rere bertemu Adrian saat menuju ruang uks, Adrian sudah berulang kali menanyakan hal itu.
"cerewet banget sih lo Dri, inget Feli udah ada yang punya" ketus Rere karena kesal dengan Adrian.
"nggak ada hubungannya banteng" ucap Adrian tak kalah ketus.
"jangan panggil gue banteng!" pekik Rere marah. Ia benci jika dipanggil 'banteng' oleh Adrian karena Adrian dulu pernah berkata jika Rere seperti banteng di arena turnamen bela diri yang selalu menyeruduk lawan mainnya, namun Adrian tetaplah Adrian yang akan menjaili Rere setiap saat.
"biarin" acuh Adrian lalu kabur sebelum Rere benar-benar akan menyeruduknya.
Tak lama Rere selesai mengobati telapak tanganya dan selang beberapa detik ponsel Feli bergetar.
From : Adrian
Gue tau lo nggak kesandung kaki lo sendiri, tadi gue lihat. Dan jangan pernah bohong tentang hal kayak gini lagi ke gue, terlalu banyak hal kayak gini yang lo sembunyiin dari gue beberapa hari ini.Feli mengehela nafas berat, bagaimana bisa Adrian tau hal ini?
*****
Srakk
Feli terkejut saat ia serius membaca novel, seseorang dengan tiba-tiba menariknya.
"ada apa?" tanya Feli saat melihat Gytha dan Serefina di depannya. Mereka masih terdiam dan Serefina menatap Feli dengan tatapan menilai.
"bisa kembaliin novel aku?" tanya Feli kembali saat dirasa mereka berdua tidak akan menjawab pertanyaannya. Yang ia dapat malah tatapan tajam keduanya.
"lo tuh harusnya tau diri, cewek kayak lo nggak pantes di deket Edgar dan Nathan!" ketus Gytha dengan mata melototnya.
"gue peringatin lo sekali lagi buat jauhin Edgar dan Nathan, kalau lo nggak mau hidup susah di sekolah" ucap Serefina dengan nada sarkatis lalu melempar kencang novel ke dada Feli dan berlalu, meninggalkan Feli yang meringis merasakan nyeri di dadanya. Di lempar novel setebal itu cukup membuat sakit bukan.

KAMU SEDANG MEMBACA
Beautiful Nerd
Teen FictionFelicia agatha alexander (16) yang berubah menjadi nerd setelah kejadian yang tak ingin ia ingat. Nathaniel orlando (17) orang yang di kagumi banyak orang termasuk feli. ◽ ◽ ◽ Graphic by @whiteboardcc ⚡highest rank⚡ #44 in beautiful #7 in alexander...