# 3

4.3K 229 0
                                    

Maaf jika ada typo

Author POV

Jarum jam menunjukan pukul 5 sore. Feli masih saja mencari-cari baju yang akan dipakainya nanti padahal sudah 2 jam ia mencari baju yang cocok. Tak lama ia menjatuhkan pilihannya pada short dress putih yang simple.

"Pake ini aja deh, toh gue cuma nemenin dia aja" ucap pada dirinya sendiri.

"Udah jam 5 aja, cepet banget jamnya" sambil melihat ke arah jam dinding.

'Mending gue mandi dulu aja deh. Gara-gara kak Egar doang gue jadi ribet' batinnya.

Sekarang Feli masih menggunakan celana pendek dan kaos crop tee-nya, ia berniat untuk menghampiri kakaknya terlebih dulu.

"Kak" panggil Feli yang secara spontan Edgar menoleh ke arahnya.

"Apa?"

"Entar beneran jadi berangkat kak?"

"Nggak jadi" ucap Edgar dengan wajah yang sangat santai.

"Beneran nih kak nggak jadi" ucap Feli kegirangan sekaligus meyakinkan ucapan kakaknya.

"Emm gimana ya..... ya jadi lah dek masa nggak jadi!"

"Yah padahal gue udah berharap nggak jadi berangkat."

"Udahlah siap siap sana, lo kan jarang dandan dan pastinya entar lo dandannya lama."

Feli mengehembuskan nafasnya pasrah dan berjalan lesu menuju kamarnya.

*****

Di kamar Feli.

"Dasar kak Edgar bisanya php-in gue aja itu orang" ucapnya kesal dan mulai menyiapkan dirinya untuk pergi ke pesta tersebut.

Sekarang feli sudah mengenakan dress-nya dan duduk di depan kaca rias miliknya.

"Gue dandan gimana ya?"

"Gue browsing aja deh, kali aja nemu dandanan yang simple dan cocok buat gue" lalu Feli mengambil smarthphonenya dan mulai menekan-nekan tombol yang ada di layar smarthphone-nya.

"Bagus yang mana ya? Bingung gue."

"Emm yang ini aja deh natural nggak terlalu norak."

Dia memilih dandanan yang natural karena dia nanti menggunakan dress berwarna putih, heels hitam, dan juga tas hitamnya. Ia mulai merias wajahnya semirip mungkin dengan yang ada di smartphonenya. Sekitar 45 menit dia menghabiskan waktu untuk merias wajahnya.

"Ya lumayan lah, hasil dandan gue meskipun jarang dandan" pekik Feli senang.

Feli mengambil heels yang disiapkan tadi dan memakainya, tidak lupa membawa tasnya. Dia memasukan smarthphone dan dompet kecil ke dalam tasnya lalu turun ke bawah. Ia duduk di ruang keluarga dan meneriaki kakaknya.

"Kak lo dimana, gue udah siap nih" teriaknya.

"Feli udah cantik aja, kamu mau kemana sayang?" Tanya Magdalena (mama feli) yang tiba tiba muncul dari belakang.

"Mama ngagetin aja. Aku di ajak sama kakak ke Birthday party temennya."

"Oh gitu."

"Wihh adek gue makin cantik aja nih" ucap edgar dengan tiba tiba dan mencubit pipi Feli dari belakang.

"Sakit tau kak" pekik Feli.

"Iya dong siapa dulu mamanya" sahut Magdalena dan kami semua tertawa.

"Kak dijagain ya Feli awas aja kalo adek kamu kenapa-kenapa" lanjutnya.

"Siappp maa" ucap edgar dengan tegas.

"Terus kapan berangkatnya keburu ngantuk nih" gerutu Feli.

"Iya iya dek"ucap Edgar.

"Yaudah ma kita berangkat dulu ya" lanjutnya.

"Iya hati hati ya" ucap Magdalena.

"Dah ma" ucap Feli sambil berjalan pekarangan rumah bersama Edgar.

Saat akan membuka pintu mobil Edgar menghentikannya.

"Bentar dek gue bukain"ucap Edgar.

"Nggak usah gue bisa buka sendiri" pekik Feli dengan nada menyolot.

"Ih gitu amat lo dek" Magdalena yang melihat kelakuan kedua anaknya hanya bisa geleng-geleng kepala.

Beautiful NerdTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang