Heiheiiiii... deril dan vivi comebackkkkksss
Ketemu lagiiiii, siapa yang kangen sama alurnya hayo? Acungkan tangannyaaaa😄😄😄😄😄Budayakan vomment yang banyak yaaaaaa😉😉😉 di tunggu banget. Biar jadi penyemangattt😘😘😘
Cekidotttt😄😄😄
Vivi sehingga vivi membalik dan membentur dada bidang deril.
Deril mensejajarkan wajahnya dengan vivi, jaraknya sudah sangat dekat bahkan vivi terlihat sangat gugup kali ini.
" sampai kapan kamu mau ngehindar dari aku?" Tanya deril dengan lembut dan menggenggam tangan vivi. Deru nafas vivi sangat tak beraturan, detak jantung nya sangat berdegub kencang." der jangan bikin malu deh " ucap Vivi sedikit menjauh dari hadapan deril.
Deril tertawa miris " aku mau nagih janji kamu! Janji yang pernah kamu tulis di surat yang terkahir kali kamu kasih keaku!" Ucap Deril yang memegang bahu vivi.
Vivi terdiam, hatinya sangat berkecamuk di dalam sana. Ternyata deril sudah membaca isi surat yang sempat ia kasih 3 tahun yang lalu.
" lain kali! Aku sibuk sekarang!" Ucap vivi yang menepis genggaman deril dan segera melangkah meninggalkan kantin dengan hati yang penuh penyesalan. Sebenarnya vivi tak ingin menolak untuk ia menjelaskan semuanya kepada deril hari ini juga. Tapi? Ia rasa surat itu sudah lama sekali dan bahkan tak usah di bahas-bahas dan di ungkit kembali.Vivi sudah tak ingin mengenal namanya salma, rasanya ia sudah sangat sakit oleh wanita itu. Dan ia juga tak ingin rasanya di sia-siakan kembali dan tak di hargai perasaannya oleh seseorang. Vivi merasa sudah cukup untuk menerima deril kembali kedalam hatinya, 3 tahun yang lalu membuat dirinya menjadikan hal itu menjadi sebagai pelajaran. Ia tak ingin terjerat lagi dalam cinta deril saat ini.
Vivi terus melangkah, ia menelusuri taman dengan cepat. Ia sengaja melewati taman belakang dan tak lewat depan. Ia sedang tak ingin melihat alvin dan di ganggu oleh siapa pun saat ini.
Tak lama ponselnya begetar, vivi segera merogoh ponselnya dalam sakunya.
"Hallo. Vi? Lo dimana? Bisa lo ke rumah sakit sekarang? Aduh vi ada 3 pasien kecelakaan sekarang. Bahkan gue keteteran buat nanganin ini. Dimas hari ini ga masuk vi. " cerocos sonia saat vivi baru saja mengangkat telfon nya.
Yang menelfon ternyata sonia. Ya? Sonia adalah rekan kerja vivi di rumah sakit advent. Ia seorang perawat sama seperti vivi." seriusan? Yawdah gue ke rumah sakit sekarang." Ucap Vivi yang segera mematikkan sambungannya dan memasukkan kembali ponselnya kedalam tas.
Saat vivi hendak membalikkan tubuhnya untuk segera menghampiri alvin agar alvin bisa mengantarkan dirinya kerumah sakit. Lagi-lagi tubuhnya di hadang oleh seseorang.
Vivi mengandah keatas, menatap seseorang yang lagi-lagi menghadang dirinya.
Deril? Batinnya tersentak kaget saat melihat sosok deril yang berada di hadapannya kali ini." der? Aku mohon ga sekarang. Aku harus pergi, dan masalah kita, kita bakal selesaiin besok atau kapan gitu " ucap vivi sedikit memohon agar deril tak lagi menghadang dirinya.
" siapa bilang aku mau bahas tentang itu? Aku mau anterin kamu ke rumah sakit sekarang. Aku mohon kamu ga nolak ajakan aku" ucap deril yang terlihat sangat serius.
" aku ada alvin ko der, aku...
" aku gakkan macem-macem vi, kalau pun emang kamu masih canggung sama aku anggep aja kita cuma sebatas temenan, mungkin kamu lebih seluasa kalau kita ini temenan" celah deril cepat dan tersenyum meyakinkan.
Vivi meringis saat mendengar pernyataan deril barusan. Ia tak suka dengan ucapan yang satu ini. Hatinya terasa linu saat mendengar pernyataan deril barusan.

KAMU SEDANG MEMBACA
Berawal Dari Pertunangan 2 (Completed)
Romance3 tahun telah berlalu, Vivi menjalani hidupnya, layaknya seperti orang normal, tetapi sebenarnya 3 tahun itu semua bukan hal mudah bagi Vivi yang harus melupakan masa kelamnya dulu. Menikmati hidup barunya yang lebih indah dari sebelumnya, hidupnya...