PADA DASARNYA SI KAKEK setengah telanjang itu hanya seorang manusia biasa, dia terpaut jauh sekali bila dibandingkan dengan lawannya, tidak heran kalau dalam satu gebrakan saja sudah tertotok.
Walaupun kakek setengah telanjang itu sudah roboh, namun lebah beracun yang tak terhitung jumlahnya itu tetap berdatangan secara bergerombol, mereka menyerang secara ganas dan mengerikan.
Suma Thian yu bergerak lebih dulu, dengan pedang ditangan kanan, pukulan yang dahsyat di tangan kiri, semua perintang di sapu serentak.
Perlu di ketahui, telapak tangan kiri pernah direndam dalam cairan mestika sian kiam lan, itulah sebabnya betapapun beracun lebah-lebah tersebut, tak satupun yang bisa mengapa-apakan dirinya.
Sin sian siangsu yang mengikuti di belakangnya, di samping melepaskan pukulan untuk mengusir lebah, diam-diam diapun terkejut atas kelihayan ilmu silat Suma Thian yu.
Hingga mereka keluar dari perbatasan lembah, lebah-lebah beracun tersebut baru menghentikan pengejarannya.
Kedua orang itu menghembuskan napas lega, ketika berpaling tampak oleh mereka kawanan binatang buas peliharaan si Dewa sesat penakluk harimau telah melintasi daerah perbatasan dan memasuki wilayah lembah.
Siapa sangka begitu kawanan binatang buas itu melewati perbatasan, kawanan lebah beracun yang berada di wilayahnya segera melancarkan serangan secara besar-besaran.
Tak ampun lagi banyak korban berjatuh di kedua belah pihak.
Suma Thian yu segera bertepuk tangan sambil berteriak:
"Bagus, bagus sekali, ini namanya saling bunuh membunuh, mari kita saksikan pertunjukkan bagus ini, kesempatan semacam ini jarang bisa dijumpai, kita tak boleh kehilangan kesempatan sebaik ini."
Sin sian siangsu yang berpengalaman lebih luas mendadak berteriak kaget:
"Aduh celaka, andaikata kakek setengah telanjang itu sudah di sadarkan kembali mungkin sulit bagi kita untuk meloloskan diri!"
Mendengar perkataan tersebut Suma Thian yu segera berpaling, betul juga, si Dewa sesat penakluk harimau telah membebaskan pengaruh totokan pada kakek setengah telanjang tersebut.
Seandainya jalan darah kakek setengah telanjang itu sudah bebas, niscaya diakan bekerja sama dengan dewa sesat penakluk harimau untuk menggabungkan binatang peliharaan mereka guna menyerang bersama.
Dalam serangan gabungan antara manusia dengan binatang ini, biar ada seratus orang Suma Thian yu maupun Sin sian siangsu pun jangan harap bisa lolos dari hutan seratus binatang dan lembah lebah beracun ini dalam keadaan selamat.
Menyadari betapa gawatnya keadaan tersebut, Suma Thian yu segera mengajak Sin sian siangsu untuk kabur dari lingkungan daerah tersebut dan kabur menuju ke jalan semula.
Baru saja dua orang itu memasuki hutan, suara auman yang gegap gempita telah bergema dari belakang, agaknya seratus ekor hewan buas tersebut sudah mulai melancarkan pengejaran.
Dalam keadaan seperti ini, kedua orang itu semakin tak berani tinggal lebih lama mereka kabur makin kencang dan akhirnya berhasil lolos dari pengejaran.
Sin sian siangsu tidak berhenti meski mereka sudah lolos dari wilayah berbahaya, malahan langkahnya semakin dipercepat lagi.
Lebih kurang tiga li kemudian mereka baru memperlambat larinya, kemudian sambil menggelengkan kepala dan menghela napas panjang gumamnya:
"Oooh, sungguh berbahaya, untung kedua lembar jiwa kita masih bisa dipungut kembali dari pintu neraka."
Suma Thian yu tertawa ringan.
"Aah, tak mungkin sedemikian parah, mengapa boanpwee tidak merasakan sama sekali kalau baru lolos dari bahaya maut?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Kitab Pusaka - Wo Lung Shen
AdventureSebuah kitab maha sakti peninggalan Ku Hay Siansu, seorang pendeta lihai yang hidup pada empat ratus tahun lalu, kitab itu bernama Kun Tun Kan Kun Huan Siu Cinkeng. Dikarenakan kitab itu berbentuk sebuah lembar kosong, maka hanya yang berjodoh saja...
