Pemuda bermasker putih itu tak henti-hentinya bergumam khawatir saat melihat pemandangan di depannya. Tamat sudah riwayatnya jika sampai ada orang yang mengenali mereka.
"Bambam sialan, dasar bocah tengik gak tau diri!" umpatnya penuh kekesalan.
Matanya tak henti melihat ke sekeliling, berharap keadaan cafe akan tetap sepi seperti ini. Dan sangat berharap akan keajaiban, bahwa sekali lagi tak ada yang akan mengenali mereka.
"Mereka yang pacaran, gue yang hampir mati!"
"Bambam, Lisa, dua-duanya terkutuk!"
Yugyeom, menunjuk dua orang di depannya dengan kesal. Seakan-akan jari telunjuknya bisa memancarkan laser dan menembus jaket couple yang dipakai dua orang itu. Oh tidak, semua yang dipakai mereka bahkan adalah benda couple. Jangan lupakan warna rambut mereka juga.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Apa-apaan! Dia keringat dingin, hampir mau mati di meja. Sedangkan dua orang itu malah bermesraan di depannya, seakan tak peduli soal dunia lagi.
"Gyeom, mau minum apa?" Lisa tiba-tiba berbalik, baru sadar bahwa sejak tadi Yugyeom sama sekali tidak memesan makanan ataupun minuman.
"Mau pulang!" jawab pemuda itu cepat.
Lisa langsung tertawa geli begitu mendengar jawab Yugyeom, sedang Bambam malah menatapnya dengan tatapan tajam.
"Sebentar aja Gyeom," pinta Bambam.
"Sumpah, gue gak bakal peduli lagi. Gue mau balik, bye," dan Yugyeom ... benar-benar melangkah keluar dari cafe tanpa mauemoleh sedikitpun ke belakang.
Melihat itu, Lisa terkekeh pelan. "Kamu pulang juga sana, nanti ketahuan bisa gawat."
"Minumnya aja belum habis, Lis," ujar Bambam, tangan kanannya mengangkat gelas minuman yang masih berisi setengahnya.
Lisa menyentil telinga pemuda itu. "Pulang!"
"Ck," pemuda itu mendecak kesal, lalu mengerucutkan bibirnya. "Iya. Tapi pulang bareng ya?"
"Mau mati?" balas Lisa dengan mata melotot.
Bambam tertawa renyah mendengar itu. Ia menatap Lisa sejenak, lantas mengerlingkan matanya. "Tungguin aja tiga sampai kita dibolehin ngedate, aku bakal langsung pamer sama dunia!"
Membuat gadis itu melotot dan lamgsung memukul punggung tangan Bambam. Gadis itu lalu berbisik. "Kamu mau, pegawai cafe ini curiga? Yugyeom udah pulang, kita cuma berdua aja bakal dicurigain!"
"Iya, iya, aku pulang," sahut Bambam malas.
Pemuda itu mendesah kecewa dan mulai berjalan keluar dari cafe. Namun belum sampai di pintu keluar, pemuda itu sudah berbalik lagi menghampiri Lisa.
"Kenapa?" tanya Lisa.
"Ada yang ketinggalan," sahut Bambam.
Kening Lisa berkerut mendengar itu, ia mengedarkan pandangannya ke sekitar meja. Namun merasa sama sekali tak melihat ada barang milik Bambam yang tertinggal.
"Apa?" tanya Lisa bingung.
Bambam memasang tampang seriusnya, lalu mendekat pada Lisa dan berbisik. "Setengah hatiku tertinggal di kamu."
Usai berucap seperti itu, Bambam langsung berlari keluar sambil tertawa bahagia. Meninggalkan Lisa yang mulai tersenyum sendiri.
"Sumpah, gak jelas," gumam Lisa.
"Tapi suka."
***
Errr.
Makasih buat semua sarannya kemarin, aku terima dengan senang hati kok semuanya. But, for this chapter belum.aku munculin aja semua saran dari kalian hehe.
Btw, di book 1 kan bahasanya formal gitu kan yah. Ah, semi-formal gitulah. Sekarang di sini aku gatau kenapa, tiap nulis berasa lebih ngalir kalo dialognya santai.
Jadi mau gimana? Aku masih bingung, kalau interaksi sesama anak GOT7 yang ngomong tuh mau pake aku-kamu atau gue-lo.