percaya diri

1.9K 277 8
                                        

Udara di Bangkok memang tak akan pernah sedingin di Seoul, udara di sini hangat. Membuat hati Lisa turut hangat, bagaimana pun rumah selalu menjadi tempat terbaik.

Gadis itu membawa baskom cukup besar dengan menggunakan kedua tangan, kurus-kurus begini, badan Lisa jelas lebih kuat dari gadis-gadis di luar sana. Ia menyengir kala Beer ㅡkakak Bambamㅡ menawarkan bantuan. "Yah dari tadi dong kak, kalau mau bantu. Ini udah mau ditaruh."

Beer menepuk dahinya, "makanya Lisa juga bilang, kalau butuh bantuan."

"Eh, lagian Bambam ke mana sih? Gak kelihatan dan malah biarin si cantik ini bawa-bawa baskom isi daging sendirian?" Beer mencerocos, sembari mengedarkan pandangan.

"Kakak pikir saya gak repot?" dari belakang, Bambam muncul dengan empat kantung plastik besar yang tampak berat.

Empat kantung yang hanya dibawa oleh dua tangan.

"Iya, iya, dibantu sini," pemuda yang lebih tua dari Bambam itu meraih dua kantung plastik dan segera membawa pergi.

Di halaman belakang rumah Bambam, dua belah pihak keluarga tampak sibuk membantu sana-sini terkait acara barbeque akhir tahun ini. Sedang Bambam malah sibuk menatap Lisa.

"Bambam."

Pemuda itu masih bergeming, menatap gadis di depannya dengan hati berat.

"Bam," Lisa memanggil sekali lagi, namun yang dipanggil masih saja diam mengamatinya.

"Bambam!" kali ini Lisa berteriak, sambil menarik cambang rambut Bambam.

Pemuda itu menjerit sesaat, lantas bertanya. "Iya, Lisa mau ngomong apa?"

Lisa menggeleng, ia menunjuk ke arah belakang. "Dari tadi Mami kamu manggil, disuruh bawa belanjaannya ke sana."

"Ah? Oh iya iya."

Ia kira Lisa akan berbicara perihal hubungan mereka, nyatanya gadis itu sekedar memanggil sebagai penyambung suara dari Maminya.

Terkadang, dirinya memang suka terlalu percaya diri.

***











Ada edisi new year, tapi besok aja y baru saya post heheheheh.

Dari Bambam, Untuk LisaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang